Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

turbine888
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 158
Joined: 19 Jul 2016, 22:22

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by turbine888 »

iamwewe wrote: 16 May 2020, 18:29 Miata dan 86 masuk ke dalam wishlist saya. Mobil kecil, nanggung tenaganya, tapi org2 bilang pengendaliannya superb. Bonus convertible roof khusus miata series.

Icic. Berarti emang harus masuk ke komunitas ya.

Fast moving nc masih tersedia di beres? Wew cukup kaget juga mobil rare dan udh ganti generasi tapi fast moving ready stock di beres.

Oh om ngmg2 udh pernah coba compare nd dengan nc, apa sih menurut om yang 'salah' dgn si nd dibanding nc. Jujur aja dijalanan cuma pernah liat nd sekali. Kalo nc sih sering banget.

Trus juga, kebetulan di olx sy liat udh brp bulan tau itu jual nd softop kagak laku2.
Wah semoga wishlistnya bisa terpenuhi ya om. Iya om, kalo main mobil2 yg kasarannya agak “nyeleneh” gini kyknya wajib ikut komunitas. Banyak ilmu n informasi dr pemilik2 lain soalnya.

Ohya om, kalo soal ketersediaan parts, sebenarnya ada faktor common parts dgn lineup Mazda lain juga yg membuat beres Mazda pada berani dan mau nyetok Ex: filter oli common parts dgn Mazda8 n Mazda6; beberapa parts mesin sama dengan Mazda3 non Skyactiv (kalo pemilik Miata kyk sy yg mobil jg jarang keluar sih inden part g masalah, but pemilik model lain yg mobilitasnya tinggi dan perlu parts segera pasti ga mau inden). Danjuga karena common parts itu, harganya juga jadi cukup reasonable. Anyway, waktu kmrn servis satu2nya fast moving parts tidak ready adalah wiper yg merupakan Miata-specific dan mereka tidak nyetok.

Lalu berlanjut soal ND sih menurut saya ga ada yg salah dengan mobilnya (di luar looks yg secara subjective ane kurang suka, driving experience and feelnya enak banget), malah Review2 nya juga mostly positives kok. ND sendiri di luar negeri cukup sukses kok, cuman di sini aja yg agak flop. Tapi perlu diingat juga kalau NC itu not exactly common juga di Indonesia (taksiran sy populasi NC ada di angka ~150).

Berikut adalah list Faktor2 yang menurut ane menjadi penyebabnya yaitu:
1. Kurangnya marketing dr pihak Mazda Indonesia untuk Miata ND maupun NC yg seharusnya jd flagship mereka dan bisa membangun image Mazda sebagai sportscar maker.

2. Mindset sebagian banyak orang Indonesia untuk membeli sebuah sportscar adalah untuk gengsi. Banyak orang akhirnya memutuskan untuk membeli German sportscar atau hot hatch baik baru maupun seken dengan alasan lebih baik spend 800an juta untuk sporty lineup dr Merc, BMW, even VW drpd “just a Mazda”. Tipe consumers ini hanya membandingkan raw numbers saat mencari mobil, suatu hal yg pastinya tidak dapat dibanggakan Miata. Justru concept “jinba ittai” Miata yg fun to drive adalah USP yg tdk dapat ditulis pada spec sheet.

3. Market positioning dan pilihan spec yg agak blunder (ND RF bertrim GT 6AT, NC bertrim GT PRHT 6AT): Nah ini masih berhubungan dengan faktor ke-2. Seperti yg ane sebut, jarang sekali orang yg beli Miata adalah mereka yg cari gengsi. And those who buys it karena gengsi itulah yg diincar Mazda Indonesia dgn pilihan trim yg mereka putuskan untuk dibawa ke Indonesia dan market positioning mereka.

What they dont understand adalah the REAL market untuk Miata di Indonesia itu a very small group: enthusiasts, petrolheads, and true car lovers. Nah, grup yg sangat niche ini tentunya akan membeli Miata untuk pure driving experience nya dan mengharapkan trim paling fun to drive dan dengan harga yg affordable (Trim level Club Softtop 6M/T pada NC dan ND). Dengan hanya menghadirkan top trim dan transmisi matic, hanya sedikit dr customer base yg sudah kecil tersebut akan mau settle dengan pilihan yg ada. Bahkan, jika ingin lebih extreme lagi, Mazda Indonesia bisa memasukkan trim 1.5 Manual softtop sebagai trim enthusiast entry level dengan harga di level 500jutaan (bare bones, cloth seats, no active safety; ane yakin pasti laris manis trim ini kalo dimasukkin), diikuti dgn trim 2.0 M/T Club Recaro soft top di harga 650jt an dan 2.0 GT A/T RF di harga sekarang untuk lebih men-diversify lineup mereka.

Begitu sih om, alasan kenapa Miata baik NC maupun ND ga begitu sukses di sini kalo menurut analisa sotoy ane.

Ps: momod2 sekalian maaf bgt ya kalo analisis sotoy ane jd OOT panjang bgt :big_sorry: .
iamwewe
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 753
Joined: 14 Jun 2012, 10:39
Location: jakarta

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by iamwewe »

turbine888 wrote: 17 May 2020, 00:40 Wah semoga wishlistnya bisa terpenuhi ya om. Iya om, kalo main mobil2 yg kasarannya agak “nyeleneh” gini kyknya wajib ikut komunitas. Banyak ilmu n informasi dr pemilik2 lain soalnya.

Ohya om, kalo soal ketersediaan parts, sebenarnya ada faktor common parts dgn lineup Mazda lain juga yg membuat beres Mazda pada berani dan mau nyetok Ex: filter oli common parts dgn Mazda8 n Mazda6; beberapa parts mesin sama dengan Mazda3 non Skyactiv (kalo pemilik Miata kyk sy yg mobil jg jarang keluar sih inden part g masalah, but pemilik model lain yg mobilitasnya tinggi dan perlu parts segera pasti ga mau inden). Danjuga karena common parts itu, harganya juga jadi cukup reasonable. Anyway, waktu kmrn servis satu2nya fast moving parts tidak ready adalah wiper yg merupakan Miata-specific dan mereka tidak nyetok.

Lalu berlanjut soal ND sih menurut saya ga ada yg salah dengan mobilnya (di luar looks yg secara subjective ane kurang suka, driving experience and feelnya enak banget), malah Review2 nya juga mostly positives kok. ND sendiri di luar negeri cukup sukses kok, cuman di sini aja yg agak flop. Tapi perlu diingat juga kalau NC itu not exactly common juga di Indonesia (taksiran sy populasi NC ada di angka ~150).

Berikut adalah list Faktor2 yang menurut ane menjadi penyebabnya yaitu:
1. Kurangnya marketing dr pihak Mazda Indonesia untuk Miata ND maupun NC yg seharusnya jd flagship mereka dan bisa membangun image Mazda sebagai sportscar maker.

2. Mindset sebagian banyak orang Indonesia untuk membeli sebuah sportscar adalah untuk gengsi. Banyak orang akhirnya memutuskan untuk membeli German sportscar atau hot hatch baik baru maupun seken dengan alasan lebih baik spend 800an juta untuk sporty lineup dr Merc, BMW, even VW drpd “just a Mazda”. Tipe consumers ini hanya membandingkan raw numbers saat mencari mobil, suatu hal yg pastinya tidak dapat dibanggakan Miata. Justru concept “jinba ittai” Miata yg fun to drive adalah USP yg tdk dapat ditulis pada spec sheet.

3. Market positioning dan pilihan spec yg agak blunder (ND RF bertrim GT 6AT, NC bertrim GT PRHT 6AT): Nah ini masih berhubungan dengan faktor ke-2. Seperti yg ane sebut, jarang sekali orang yg beli Miata adalah mereka yg cari gengsi. And those who buys it karena gengsi itulah yg diincar Mazda Indonesia dgn pilihan trim yg mereka putuskan untuk dibawa ke Indonesia dan market positioning mereka.

What they dont understand adalah the REAL market untuk Miata di Indonesia itu a very small group: enthusiasts, petrolheads, and true car lovers. Nah, grup yg sangat niche ini tentunya akan membeli Miata untuk pure driving experience nya dan mengharapkan trim paling fun to drive dan dengan harga yg affordable (Trim level Club Softtop 6M/T pada NC dan ND). Dengan hanya menghadirkan top trim dan transmisi matic, hanya sedikit dr customer base yg sudah kecil tersebut akan mau settle dengan pilihan yg ada. Bahkan, jika ingin lebih extreme lagi, Mazda Indonesia bisa memasukkan trim 1.5 Manual softtop sebagai trim enthusiast entry level dengan harga di level 500jutaan (bare bones, cloth seats, no active safety; ane yakin pasti laris manis trim ini kalo dimasukkin), diikuti dgn trim 2.0 M/T Club Recaro soft top di harga 650jt an dan 2.0 GT A/T RF di harga sekarang untuk lebih men-diversify lineup mereka.

Begitu sih om, alasan kenapa Miata baik NC maupun ND ga begitu sukses di sini kalo menurut analisa sotoy ane.

Ps: momod2 sekalian maaf bgt ya kalo analisis sotoy ane jd OOT panjang bgt :big_sorry: .
ya jelas sih, utk org kaya saya gini sih saya akan beli mobil2 ginian di early 40s. they said liife begins at 40 kan wkwkw. daripada miara nonikmuda, mendingan jelas miara ginian.

oh wiper. nggak kepikiran utk sekedar ganti sesuai inchnnya aja? contoh mgkn merk bosch gitu. atau kan byk juga merk wiper lain yg bagus.

weh.. nggak banget kalo saya sih ngelirik 1.5cc di mobil kaya gini. terlepas jualannya adalah driving experience, rasanya kalo ada pilihan bigger engine / hp / torque yang udh ditune khusus buat mobil itu sndiri sih ngapain juga liat pilihan mesin lebih kecil.
w168
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 38
Joined: 23 Sep 2015, 04:47

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by w168 »

turbine888 wrote: 20 Apr 2020, 23:39
sukribo wrote: 20 Apr 2020, 14:50.Guanteengg euy Image

Setelah ganti ban dan coilover gimana beda handling dan driving feel nya om?

Untuk ground clearance jadi berapa tuh? Aman kena poldur?
Makasihh om sukribo :big_okay: . Setelah diganti pake coilover dan diceperin, serta pakai ban semi-slick, handling dapat dikatakan jadi tambah mantap lagi om. Si “Mia” makin nempel di aspal saat meliuk2 di tikungan dan saat dibawa di kecepatan menengah (60-80 kpj) jadi lebih mantap dr sebelumnya yg menurut saya agak mengambang.

But, nothing is perfect. Road noise dari ban yg dipakai cukup horror bgt suaranya di atas 60 kpj(apalagi kalo udah kena jalan beton :big_cry: ). Bantingan suspensi jg menjadi lebih keras, walaupun masih manusiawi sih om (tidak sekeras let’s say, Mini Cooper S R56 atau VW Scirocco saya dulu). Apa mungkin pengaruh sidewall yg cukup tebal ya? :big_think:

Ohya, soal ground clearance blm saya ukur secara akurat om, tp kurang lebih dr tanah sekitar 7 jarian (nih satuan jaman ga enak masih dipake aja :big_slap: ). Kalo poldur selama tau diri dan pelan2 mostly aman sih om. (Pernah nyoba paling tinggi poldurnya graha famili aman sentosa).
ddmt wrote: 20 Apr 2020, 15:53 Cuma pernah liat 1 mx-5 di Dps. Yang pakai dulu anaknya bos dealer. Keliatannya ini dia :-) Congrats on your dream car
Terima kasih om :big_okay: . Yg punya anak bos dealer moge kah om? Soalnya kapanhari waktu ambil, previous ownernya adalah dealer Triumph Bali namanya Smoked Garage kalo ga salah hehehe.
Ntar kalo ganti ban swap ke michelin ps 4s, aku yakin bakal lebih empuk dan gak berisik.
HariHari
Visitor
Visitor
Posts: 1
Joined: 12 Jan 2021, 12:02
Location: Jakarta pusat
Daily Vehicle: Audi tt 8j

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by HariHari »

Abis baca review menarik juga ya MX5 NC
Sy sekarang miara audi tt 8j, nah kepikiran pengen tuker sama Miata NC kira2 gimana pendapat om ?
Kalau Saya pakai velg rpf1 19 x 8,5-9,5 et22 kira2 bagaimana ?
Thank you
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 10803
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by ChZ »

turbine888 wrote: 17 May 2020, 00:40 Berikut adalah list Faktor2 yang menurut ane menjadi penyebabnya yaitu:
1. Kurangnya marketing dr pihak Mazda Indonesia untuk Miata ND maupun NC yg seharusnya jd flagship mereka dan bisa membangun image Mazda sebagai sportscar maker.

2. Mindset sebagian banyak orang Indonesia untuk membeli sebuah sportscar adalah untuk gengsi. Banyak orang akhirnya memutuskan untuk membeli German sportscar atau hot hatch baik baru maupun seken dengan alasan lebih baik spend 800an juta untuk sporty lineup dr Merc, BMW, even VW drpd “just a Mazda”. Tipe consumers ini hanya membandingkan raw numbers saat mencari mobil, suatu hal yg pastinya tidak dapat dibanggakan Miata. Justru concept “jinba ittai” Miata yg fun to drive adalah USP yg tdk dapat ditulis pada spec sheet.

3. Market positioning dan pilihan spec yg agak blunder (ND RF bertrim GT 6AT, NC bertrim GT PRHT 6AT): Nah ini masih berhubungan dengan faktor ke-2. Seperti yg ane sebut, jarang sekali orang yg beli Miata adalah mereka yg cari gengsi. And those who buys it karena gengsi itulah yg diincar Mazda Indonesia dgn pilihan trim yg mereka putuskan untuk dibawa ke Indonesia dan market positioning mereka.

What they dont understand adalah the REAL market untuk Miata di Indonesia itu a very small group: enthusiasts, petrolheads, and true car lovers. Nah, grup yg sangat niche ini tentunya akan membeli Miata untuk pure driving experience nya dan mengharapkan trim paling fun to drive dan dengan harga yg affordable (Trim level Club Softtop 6M/T pada NC dan ND). Dengan hanya menghadirkan top trim dan transmisi matic, hanya sedikit dr customer base yg sudah kecil tersebut akan mau settle dengan pilihan yg ada. Bahkan, jika ingin lebih extreme lagi, Mazda Indonesia bisa memasukkan trim 1.5 Manual softtop sebagai trim enthusiast entry level dengan harga di level 500jutaan (bare bones, cloth seats, no active safety; ane yakin pasti laris manis trim ini kalo dimasukkin), diikuti dgn trim 2.0 M/T Club Recaro soft top di harga 650jt an dan 2.0 GT A/T RF di harga sekarang untuk lebih men-diversify lineup mereka.
yang bikin makin sulit adalah brand name mazda sendiri di indonesia sudah pasarnya sangat kecil, dan maaf betul kata om ngga semua orang dapet soul nya miata ini. di indonesia mazda RX-series lebih populer.

di US dan negara lain mobil ini laku karena bentuknya roadster dan harganya murah paling tidak walaupun ngga semua orang paham soulnya.

di sini 800 juta kalau ngomongin gengsi saya kira harganya sudah tabrakan dengan BMW seri-3 dan gimanapun seri-3 adalah sebuah 4-door saloon tetaplah sebuah BMW serta unggul segala-galanya urusan luxuries dan performance (ngga ngomong fun factor di sini ya, cuma objectively secara numbers serta mata telanjang aja), plus majority people dgn penghasilan segitu di indonesia itu berkeluarga yang artinya buying 4-door saloon lebih sensibel dibanding sebuah roadster 2-door.

dan kalaupun dibandingkan dengan rivalnya toyota 86 punya option lebih banyak (ada MT option dan TRD option), harga lebih murah (sedikit), marketingnya lebih niat (seriously, di awal hype nya toyota 86 ini cukup dapet lho utk sebuah sportcar dan respon pasarnya positif sekali), dan tentu saja sebuah toyota yang bengkelnya dimana-mana, yang artinya kalopun ada anak kuliahan minta mobil sport ke bapaknya akan dgn senang hati dibelikan 86 krn brand nya toyota.

yah ngga bisa nyalahin jg matsuda di sini belum terlalu settled seperti toyota. yang akan difokuskan terlebih dahulu pasti jualan CX-series dan mazda2. makanya MX-5 di sini walaupun adalah halo car nya mazda justru malah berakhir jd anak tiri...
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
qushay20019
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 813
Joined: 06 Dec 2016, 03:50
Location: Makassar

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by qushay20019 »

Bukan jadi anak tiri lagi, malah skarang ilang dari website mazda indo
turbine888
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 158
Joined: 19 Jul 2016, 22:22

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by turbine888 »

ChZ wrote: 12 Jan 2021, 12:54
yang bikin makin sulit adalah brand name mazda sendiri di indonesia sudah pasarnya sangat kecil, dan maaf betul kata om ngga semua orang dapet soul nya miata ini. di indonesia mazda RX-series lebih populer.

di US dan negara lain mobil ini laku karena bentuknya roadster dan harganya murah paling tidak walaupun ngga semua orang paham soulnya.

di sini 800 juta kalau ngomongin gengsi saya kira harganya sudah tabrakan dengan BMW seri-3 dan gimanapun seri-3 adalah sebuah 4-door saloon tetaplah sebuah BMW serta unggul segala-galanya urusan luxuries dan performance (ngga ngomong fun factor di sini ya, cuma objectively secara numbers serta mata telanjang aja), plus majority people dgn penghasilan segitu di indonesia itu berkeluarga yang artinya buying 4-door saloon lebih sensibel dibanding sebuah roadster 2-door.

dan kalaupun dibandingkan dengan rivalnya toyota 86 punya option lebih banyak (ada MT option dan TRD option), harga lebih murah (sedikit), marketingnya lebih niat (seriously, di awal hype nya toyota 86 ini cukup dapet lho utk sebuah sportcar dan respon pasarnya positif sekali), dan tentu saja sebuah toyota yang bengkelnya dimana-mana, yang artinya kalopun ada anak kuliahan minta mobil sport ke bapaknya akan dgn senang hati dibelikan 86 krn brand nya toyota.

yah ngga bisa nyalahin jg matsuda di sini belum terlalu settled seperti toyota. yang akan difokuskan terlebih dahulu pasti jualan CX-series dan mazda2. makanya MX-5 di sini walaupun adalah halo car nya mazda justru malah berakhir jd anak tiri...
yupp setuju banget dengan opini bro ChZ. Pangsa pasar mazda yg terlalu niche dan filosofi idealisnya itu malah jd bumerang di indo, secara orang kita kalo beli mobil lgsg mikir muat banyak + low maintenance + harga jual kuat di mana matsuda punya none of those things :big_dunno: . Ditambah marketingnya yg tereksan ga niat (seriously, iklan ND aja kyknya ga pernah, pdhl dulu 86 waktu launch ada iklan khusus market Indonesia).

Kalo menurut saya, Mazda di Indo lupa USP nya berupa unique driving experience dan features, di mana pada beberapa lineup terbaru banyak hilang (contoh: Mazda2 dan CX-3 facelift malah active safetynya ilang; CX-9 di top trim AWD masukinnya ga full spec). Bahkan, di dealer udah gaada stok ND dan ga bisa pesen baru. Apalagi kata oom qushay di bawah, ND udah hilang dr website EMI :big_cry: . Tapi, at the end of the day yah bener kata bro ChZ, walau Miata jadi halo car, kalau mainstream productnya aja belum settled ya pasti dikorbankan.
qushay20019 wrote: 12 Jan 2021, 17:43 Bukan jadi anak tiri lagi, malah skarang ilang dari website mazda indo
Iya om, kmrn waktu ke mazda juga dibilangin kalo ND udah ga masukin lagi. Spot order pun ga bisa. Miata ND jadi korban blunder strategi marketing EMI buat Miata di Indo kyknya. Abis deh pilihan mobil fun to drive di Indonesia under 1M selain 86/BRZ.
HariHari wrote: 12 Jan 2021, 12:06 Abis baca review menarik juga ya MX5 NC
Sy sekarang miara audi tt 8j, nah kepikiran pengen tuker sama Miata NC kira2 gimana pendapat om ?
Kalau Saya pakai velg rpf1 19 x 8,5-9,5 et22 kira2 bagaimana ?
Thank you
Kalo sudah naksir, coba test drive dulu aja deh om. Sebagai referensi, jika dibandingkan Audi TT 8J yg secara platform sama dengan VW Scirocco saya dulu, saya berani bilang kalo NC jauh lebih fun dan terasa playful.Dedicated sportscar platform gabisa boong kok :big_okay: . Cuman, harus diakui kalau secara build quality dan amterial interior, feel mewah, ambience kabin, kepraktisan, dan terutama power, pasti di bawah Audinya sekarang :big_biglaugh: . Kasarannya sih Audi TT tuh mobil daily yang bisa dibuat mainan dikit2, sementara itu Miata fungsinya murni sebagai weekend toy.

Oya, sebentar lagi saya akan update lagi mengenai owning experience si "Mia".
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 10803
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by ChZ »

turbine888 wrote: 14 Jan 2021, 14:45
yupp setuju banget dengan opini bro ChZ. Pangsa pasar mazda yg terlalu niche dan filosofi idealisnya itu malah jd bumerang di indo, secara orang kita kalo beli mobil lgsg mikir muat banyak + low maintenance + harga jual kuat di mana matsuda punya none of those things :big_dunno: . Ditambah marketingnya yg tereksan ga niat (seriously, iklan ND aja kyknya ga pernah, pdhl dulu 86 waktu launch ada iklan khusus market Indonesia).

Kalo menurut saya, Mazda di Indo lupa USP nya berupa unique driving experience dan features, di mana pada beberapa lineup terbaru banyak hilang (contoh: Mazda2 dan CX-3 facelift malah active safetynya ilang; CX-9 di top trim AWD masukinnya ga full spec). Bahkan, di dealer udah gaada stok ND dan ga bisa pesen baru. Apalagi kata oom qushay di bawah, ND udah hilang dr website EMI :big_cry: . Tapi, at the end of the day yah bener kata bro ChZ, walau Miata jadi halo car, kalau mainstream productnya aja belum settled ya pasti dikorbankan.
qushay20019 wrote: 12 Jan 2021, 17:43 Bukan jadi anak tiri lagi, malah skarang ilang dari website mazda indo
Iya om, kmrn waktu ke mazda juga dibilangin kalo ND udah ga masukin lagi. Spot order pun ga bisa. Miata ND jadi korban blunder strategi marketing EMI buat Miata di Indo kyknya. Abis deh pilihan mobil fun to drive di Indonesia under 1M selain 86/BRZ.
saya pikir juga ada faktor popularity di sini.

Miata tidak sebesar RX-series yang lebih populer di video games :mky_01: dulu early 2000s dimana NFS populer banget ditambah naiknya fast and furious franchise juga bikin RX-8 bisa laku. positioning harga RX-8 juga bagus dulu seingat saya harganya mirip toyota camry baru.

gimana gimana ini seperti dream comes true bagi anak muda kaya yang ingin video game cars... :big_grin: sedangkan MX-5 jarang sekali nongol di video game selain gran turismo series dan NFSU.

dan sayangnya memang faktor penentu sepertinya adalah krn japanese sportcar di indonesia itu simply jatohnya terlalu mahal. akhirnya yang jadi pembanding selalu BMW seri-3 dan konco-konconya.

ini sama seperti waktu saya coba justify harga civic type R yang 1M di teman satu geng, tetep aja mereka 1M benchmarkingnya ke european saloon. ngga peduli apakah civic type R salah satu hothatch fwd terkencang di nurburgring, satu satunya manual transmission hothatch yang sebentar lagi punah. Bedanya HPM tau ke mana arah pasarnya jadi type R cukup booming di kalangan enthusiast.

padahal saya yakin si european saloon vs MX-5 di winding roads experiencenya sangat-sangat berbeda. di sini baru berasa pasti lightweight advantage dan jinba-ittai yang dimaksud matsuda.

bahkan merc SLK yang sama-sama roadster saja buat saya... entahlah, miata NC automatic masih lebih playful :ungg:

nahh kemarin saya jg baru kaget waktu iseng browse web matsuda ternyata ND Miata udah nggak ada malah ya... so sad :ungg:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
adrianwill
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 78
Joined: 16 Jun 2014, 23:13

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by adrianwill »

mazda miata nd emang trakhir masuk dec 2019 itupun cuman 3 unit klo ga salah
sejak 2020 sudah nihil..

pas rentan waktu akhir 2019 sampai awal 2020 miata di dealer diskon cukup besar untuk penghabisan nik 2018 dan 2019 (hampir 100)
jatonya otr jkt jadi 700 an

berharap mazda masukin miata nd lagi yg versi 100 years editionnya..

ya cuman ada bagusnya. unitnya limited hrg secondarynya jadi ga jeblok kan ya?
plus ni mobil reliable

brand mazda di indo emang nanggung.. dibilang brand mewah gak juga.. dibilang brand jepangan mainstream gak juga soalnya hrg mobilnya termasuk mhal2 smua.. tp ga semahal europe...jd ya jatonya kelasnya nanggung.

cuman ya sekali org uda coba mazda sekali pasti maunya ganti mazda lagi.. ga peduli sekennya jeblok partsnya agak mahal dan aftersalesnya ga sebagus brand lain...
tp seberapa banyak marketnya? hahaha
turbine888
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 158
Joined: 19 Jul 2016, 22:22

Re: Mazda MX-5 Miata NC “Mia” - Initial Ownership Review

Post by turbine888 »

X. Early 2021 Update
Image
Tak terasa 1 tahun lebih sudah terlewat sejak saya update kondisi Mia di trid ini. As of now, odometer si Mia menunjukkan 28.[cencored] alias hanya jalan ~4500 km dari update terakhir. Well, apa saja yang terjadi selama setahun terakhir ini?

Yang pertama adalah pemasangan Stubby Antenna by CravenSpeed yang sy beli dr seorang kawan member MRCI. Lalu untuk sekalian membuat pantat Mia semakin bohai, saya pasang ducktail spoiler :emo-big_love: . Kemudian, wrapping atap berwarna hitam doff yg dipasang pemilik sebelumnya mulai menunjukkan usianya sehingga saya ganti dengan wrapping berwarna hitam gloss. Berikut penampakannya:
Image

Selanjutnya, untuk menambah sedikit "emotional feel" saat berkendara, saya juga memasangkan full exhaust system yang terdiri dari header catless 4-1 by ADR, catless centre pipe, dan muffler Kakimoto Class KR. Sports Induction Box untuk NC buatan AutoExe (specialist performance parts Mazda) juga dipasang for added induction noise :big_love: . Kombinasi kedua parts tersebut makes Mia even more fun to drive. Percayalah, kombinasi winding mountain roads, naturally aspirated induction noise, throaty exhaust, telephatic steering, ditambah lagi dengan sensasi top down sebagai "icing on the cake" adalah suatu driving experience yang luar biasa dan menjadi suatu "escape" dari hiruk pikuk kehidupan :mky_02: :big_okay: .

Dalam setahun ini, perjalanan terjauh yang ditempuh adalah Surabaya-Malang dengan total jarak sekitar 250 km. Lantas, untuk maintenance sendiri, baru saja dilakukan regular service dengan biaya Rp. 2,7 jt. Berikut rinciannya:
Image
Oya, bisa dilihat ada penggantian part, yaitu baterai remotenya yang mati :big_biglaugh: . A long cry from si Roko yang setiap taun dan servis selalu ada aja jajannya :mky_04: . Sekian update dari saya kali ini. Terima kasih sudah membaca :big_peace:
Post Reply