Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

User avatar
AD74YA
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 9769
Joined: 13 Jun 2008, 02:51
Location: Pasar Minggu, Jakarta
Daily Vehicle: Toyota Alphard

Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by AD74YA »

Halo semua!.. Ini dia review yang ditunggu-tunggu sebagian member disini, dan mungkin juga beberapa silent reader SM. Mohon maaf sebelumnya atas waktu tunggu yang lama :big_sorry: , saya lagi penuh kerjaan akhir-akhir ini, mana pakai acara kopdar dulu di Surabaya (salahkan Madcat :big_weee: ). Tapi semoga di maafkan, karena dengan tulisan ini di SM semakin lengkap mobil kelas small SUV di review; Honda new CRV sudah, CX-5 sudah, dan sekarang VW Tiguan. Entah kenapa tiba-tiba ada yang bawa ke kantor (settingannya agak beda.. he..he..) ya sudah saya jajal saja...

SHORT HISTORY

Image

Tiguan, mungkin nama mobil yang paling meaningless dan gak nyambung sepanjang sejarah VW - malah mungkin salah satu nama terburuk yang pernah diberikan pabrikan ke produknya. Dimana Beetle namanya terinspirasi dari siluet yang memang mirip beetle, Golf-Passat-Jetta-Scirocco dari jenis arus angin (ada masa dimana VW menamain mobilnya berdasar nama angin), dan Touran merupakan singkatan dari Tour and Sharan (nama van yang lebih besar dan lebih kecil dari Touran, Touran sebagai pengisi gap diantara keduanya), nama Tiguan malah merupakan singkatan dari Tiger and Iguana.....

Yes, I know.. Saya juga gak ngerti maksud mereka apa.. :big_chicken:

Selain dari namanya yang sama sekali nggak mencerminkan bentuk dan kemampuan mobil ini (nothing at all resembles a tiger or an iguana) :big_biglaugh: , Tiguan juga bukan pelopor di segmennya, luxury compact SUV.. Baru keluar di tahun 2007, dimana Harrier udah ada dari tahun 1988, lanjut Lexus RX di 1998, dan pesaing langsungnya, BMW X3, di tahun 2003.

Jadi... Apa donk yang menarik di bahas dari mobil ini?... :e-think: .

Well, untuk strater-nya, Tiguan dibangun diatas platform PQ35 Volkswagen. PQ35 ini adalah platform pertama dimana VW Group (VW, Audi, Seat, Skoda, Bentley) develop sebuah platform yang extra modular dan extra flexible. Investasi VW Group ini menghasilkan PQ35, sebuah platform yang VW sebut sebagai MQB. (Sebagian dari bahasan MQB ini tidak sengaja saya kasih teaser nya dalam kopdar Surabaya bersama oom Tomkat... Asemm.. Gara-gara keasikan ngobrol jadi kepancing.. :frm_bang_head: :frm_bang_head: )

Ok, lanjut. MQB merupakan singkatan dari Modularer Querbaukasten atau Modular Transversal Toolkit dalam bahasa Inggris-nya. And literally, seluruh bisnis VW saat ini sangat bergantung pada kesuksesan MQB, karena nyaris semua kendaraan dari VW Group menggunakan MQB parts matrix. Desain MQB menerapkan serangkaian hardpoints di titik yang fixed untuk sejumlah besar line-up mobil dan powertrain. Hardpoints ini membuat peletakan struktur standar mobil, meliputi: engine and transmission mounting, steering rack, electrical systems, dan static dan kinematic setting dari suspensi (toe, camber, caster, dll) sudah ditentukan, dan tidak dapat diubah. Akan tetapi, MQB tetap memberikan sedikit kebebasan VW Group untuk mendesain printilan seperti entertainment system, atau aircon dengan spesifikasi yang berbeda sesuai dengan line up masing-masing brand (VW, Audi, Skoda, Seat, Bentley).

Dalam bahasa manusianya; setiap kali VW Group menelurkan produk baru dengan basis MQB, they don't start with a piece of blank paper, melainkan mereka sudah punya strukturnya, tinggal desain eksterior, interior, suspensi, dan memilih powertrain. Positifnya? Mereka tidak membutuhkan biaya besar untuk development produk terbaru karena desain MQB minimal dapat dipergunakan untuk line up 3 generasi, dan dalam kasus VW Group, itu artinya 3 generasi untuk 5 merk yang bersama menggunakan MQB. Itu artinya 3 generasi VW Golf, 3 generasi Tiguan, 3 generasi Jetta 3 generasi A3, 3 Generasi A4, 3 generasi A5, 3 generasi A6, 3 generasi Q3 dan Q5, 3 generasi Seat Leon, 3 Generasi Skoda Yeti, bahkan sampai 3 generasi Bentley Continental. Bayangkan berapa banyak penghematan yang bisa mereka lakukan.. Setiap meluncurkan produk baru dari masing-masing merk untuk 20 tahun kedepan mereka hanya perlu desain new features saja karena tulang nya sudah ada. :e-clap: :e-clap:

Negatifnya? Ada juga. Karena menggunakan basis platform yang sama dengan semua strukturnya nyaris unified, maka identitas dari tiap merk dipertaruhkan. Masing-masing merk bisa jadi kehilangan jati dirinya dan malah termakan dengan merk yang lain karena feel-nya nyaris sama. Contohnya seperti ketika saya merasakan new VW Golf mk7. Karena mereka tidak perlu develop dari awal lagi, VW memutuskan Golf mk7 ditujukan untuk segment upmarket, yang pada akhirnya mereka menggunakan dana investasi berlebih untuk kualitas parts dan fit and finish lebih baik. Hasilnya? Saat ini saya malah mikir Golf mk7 terasa lebih well-made ketimbang Audi A4 2012, dengan karakteristik pengendaraan yang sangat identik. Ternyata tidak hanya saya yang hanya reviewer ecek-ecek yang merasakan demikian, Chris Harris, seorang jurnalis terkemuka asal Inggris (Drive, Evo, anak didik langsung Harry Metcalfe dan merupakan teman baik Jeremy Clarkson) juga mengatakan hal serupa saat melakukan test drive Bentley Continental GT Speed dan Audi S4, mengatakan bahwa luar biasa banyak kesamaan karakteristik diantara keduanya, walau pada saat itu Chris tidak membahas tentang MQB sama sekali. Video review Chris di upload tepat setahun yang lalu, dan bisa dilihat disini:

https://www.youtube.com/watch?v=wl9wGfp ... BD346EEEFA

Dan nggak cuma Chris, jurnalis Top Gear, Paul Horrell, sering bercanda kalau kepanjangan MQB yang sebenarnya adalah Made from Quiet similar Bits, yang mana sebenarnya secara tepat bisa langsung mendefinisikan MQB. :wkkk: Dalam kasus Tiguan yang ane review, Tiguan dibangun diatas full platform langsung Golf TSI Mk6. Literally, hanya mk7 yang ditinggikan, much like Civic and CRV.

Ok, one fact down... What's next?... Hmmm... Oh yeah :

The best bit about the car is the engine; the dual charger 1.4 L TSI :frm_tumbleft: . Possibly the main reason for me to buy it. Walaupun bukan passenger car pertama yang menggunakan mesin ini (yang pertama adalah Golf MkV di tahun 2005) akan tetapi tetap saja VW's TSI merupakan breakthrough engineering yang luar biasa. Particularly untuk mesin yang digunakan di Tiguan yang ane review ini, sudah memenangkan banyak award prestisius, diantaranya: The Winner of 1.0-1.4 L World Engine selama 6 tahun berturut-turut (2006-2011), Green engine of the Year 2009, dan Overall Winner tahun 2009-2010 versi International Engine of The Year (UKIP). VW's TSI sampai saat ini juga merupakan statement paling bold yang pernah dilakukan oleh pabrikan dalam memenuhi regulasi emisi sambil meningkatkan output power; a standard first 1.4 TSI engine memiliki output tenaga 14% lebih besar dengan konsumsi bbm 5% lebih hemat dari 2.0 FSI standar, dan dengan kapabilitas remap luar biasa 1.4 TSI Mk6, dengan small tweaking di ECU bisa memiliki output 300 Nm (vs 280 Nm Golf GTI Mk5) tanpa ubah komponen; mesin 1.4 TSI ini juga membuktikan potensi pengembangannya yang luar biasa..

OK lah fanboy Mitsu boleh bangga bahwa FQ400 sudah pernah membuktikan kalau mesin 2.0L bisa memiliki output 400 HP, tapi TSI memiliki struktur engineering yang berkali lipat lebih complicated. Dan... 4G63 DOHC FQ series Mitsu dari awal didesain untuk menelurkan output maksimal (iron cast engine block, aluminium head, beefier forged steel connecting rods, big turbo and intercooler), sedang TSI tujuan utamanya adalah untuk ekonomi, mesin dibuat se-ringan dan sekecil mungkin supaya FC terjaga dan ruang interior makin lega.

To put it in a certain point of view; Mitsu 4G63 FQ memaksimalkan potensi mesin yang sudah ada sampai batas akhir, membuktikan potensi sebuah mesin jadul pada saat ini, sedang VW 1.4 TSI memberikan sebuah opsi baru sebuah mesin yang batas potensi pengembangannya belum terlihat. Basis mesin untuk masa depan (an engine for the future), baik secara ekonomi atau performa, dan sangat sesuai dengan regulasi masa kini; That is the importance of TSI. :big_grin:

Sayangnya, karena biaya produksi TSI ini begitu mahalnya pada saat ini, maka VW memutuskan untuk menghentikan produksinya, dan beralih ke pakem turbo-scroll (single small turbo) yang di prakarsai oleh BMW, sampai suatu saat TSI bisa menjadi opsi yang lebih efisien untuk di produksi. :e-doh:

But hey, ini malah jadi kesempatan emas bagi orang yang mau meminang Tiguan, atau sudah memiliki Tiguan dengan mesin TSI. You will be a part of history, owning the possibly IS the most important engine of the decade, yang mana pabrikan sebesar VW Group saja kewalahan di biaya produksinya..




OVERVIEW

Tiguan yang edar di Indonesia ada 2 tipe; Highline, dan Standard. Perbedaan yang terdapat di highline dan tidak ada di Standard adalah:

Eksterior :
• Roof rail,
• Dark tinted side window,
• Comfort bumpers with chrome,
• Side moulding,
• Bi-Xenon with DRL

Interior :
• Sport seat with "Alcantara"
• Chrome package

Safety :
• Rest Assist

Fitur yang menjadi standar adalah:
• Folding table,
• TPMS,
• ESC, ABS, ASR, EDL, EDTC
• Front Wheel Drive
• 7 airbags
• Start/Stop system
• LCD HU
• Electronic parking brake
• DSG gearbox + 1.4 L TSI
• R17 wheels dengan ban Continental Crosscontact UHP (ban SUV paling mahal Continental)
• Rear vent aircon

Yang tidak standar adalah:
• Sunroof
• Paddle-shift
• Electric seats
• Rain-sensing wiper
• Leather seats

Nah, yang akan saya review adalah yang tipe Highline warna Candy White. Platform PQ35 yang digunakan di varian ini telah menggunakan new lightweight hybrid steel dan aluminium chassis sehingga lebih ringan dan lebih kaku dari pendahulunya, walau dalam skala High Tension CX-5 levelnya masih lebih tinggi. Suspensi sama persis dengan Golf Mk6; McPherson di depan dan multilink di belakang. Dengan mesin 1.4 TSI yang sudah saya ceritakan diatas, dan transmisi DSG, yang masih merupakan transmisi paling mahal untuk passenger car, Tiguan menjanjikan pengalaman berkendara yang berbeda dari compact SUV lain.

Langsung aja masuk ke review ya:

EKSTERIOR

Image

Image

Well.. Secara general bentuknya biasa saja. :off_bored: Fitur yang menarik adalah headlights dan rearlights yang berpadu cantik dengan body-nya. Diluar itu.... Rasanya tidak ada yang spesial... Sebenernya kalau tidak ada batch VW, rasanya orang awam juga ga akan ngeh sama mobil ini di jalan. Proporsi badan bagus layaknya compact SUV pada umumnya; pas, tidak kekecilan, tidak kebesaran, velg polos dan terlihat sangat kekecilan, dan badan polos tanpa flare.. Sangat.... Clean... Sangat Jerman... Sangat membosankan. :shrug:

INTERIOR

Terlihat lebih membosankan dari eksteriornya.. :frm_bang_head: Terlihat seperti tidak terdapat updating sama sekali ketika facelift.. Semua serba abu-abu, serba fungsional, dan walau kualitas fit finish-nya sangat-sangat baik (melebihi CX-5), akan tetapi sama sekali tidak terasa spesial di dalamnya. Fitur yang menarik adalah LCD headunit, yang nampak sebagai satu-satunya fitur modern yang bisa di jamah dengan tangan, lalu chrome plates yang ada di dalam interior terasa mahal walau tetap tidak spesial.

Image

Image

Image

Ruang kaki depan dan belakang cukup luas, setara dengan CX-5, dengan posisi duduk terasa lebih tinggi. Di row 2 duduknya terasa sangat tegak dan tidak dapat di rebahkan walaupun memiliki fitur recline individual. Headroom pun cukup. Yang jelas, untuk harga 495 juta, terasa buang-buang uang berada dalam kabin Tiguan dalam kondisi diam. :big_sorry:

Image

Image


Bagasi terasa agak sedikit terbatas, karena bagian kiri dan kanan bagasi yang di rivalnya biasa ada cekungan, tidak ditemukan disini. Akan tetapi ketika dipergunakan untuk mengisi barang-barang bawaan saya ternyata masih cukup mumpuni. Mungkin karena color scheme nya yang membuat bagasinya sekilas terkesan lebih kecil dari yang lain.

Image

Image

All in all, berada dalam Tiguan sangat berasa seperti berada di dalam Golf Mk6, hanya saya lebih prefer berada di dalam kabin Golf. :big_childish:

TEST DRIVE

Menyalakan mobil, derum mobil saat start up terkesan agak kasar, walau tidak ada suara yang masuk berlebihan. TSI memiliki tipikal lebih halus jika dijalankan dalam kondisi mesin dengan suhu optimal, jadi saya tunggu sekitar 1 menit sebelum menjalankan mobilnya. Posisi duduk terasa perfect dan commanding. :frm_tumbright: :frm_tumbright: Secara overall posisi duduknya lebih baik ketimbang CX-5, dan walaupun tidak memiliki electric seats, sangat mudah untuk memposisikan preferensi duduk dan setir dengan telescopic adjustment. Dijalankan dalam kondisi normal.. Wuppss.. Respon mobil sedikit agak meloncat di awalnya, walau setelah itu mulai bisa membiasakan diri. Saya arahkan mobil ke dalam komplek yang sepi dengan jalan lurus cukup panjang (+- 300 meter) untuk coba akselerasinya. TSC saya matikan, mode tetap automatic, kondisi mobil diam dan dalam hitungan 1-2-3 saya bejek gasnya dalam dalam.

Boom! :big_chicken:

Woaah... Karakter twincharger menghentakkan kepala saya ke headrest. The take off feels quick! Torque steer pun terasa cukup besar di tangan saya, karena setir secara otomatis mengarahkan ke kanan pada awal akselerasi. Walaupun begitu, waktu yang saya dapatkan untuk 0-100 kpj adalah 9,5 detik menggunakan stopwatch handphone, yang mana biasa saja.. sama sekali tidak impresif. Mobil ini memiliki 150 HP/ 240 Nm, masih dibawah CX-5 2.5 yang 185 HP/250 NM (perbandingan harga terdekat), akan tetapi jangan lupa, Tiguan memiliki mesin 1100 cc lebih kecil, itupun masih bisa di tweaking banyak hanya via piggyback.
diveblues wrote: Image

Setelah itu saya coba manuver ringan ringan ditengah kemacetan kota Jakarta... Meh.. Transmisi DSG nya masih terasa jerky, sangat mengurangi driving experience. Handling mobil ini cukup superb, EPS nya sangat reaktif terhadap pergantian kecepatan dan selalu dapat memberikan berat yang tepat saat manuver. Walaupun penggantian arah nowhere as fast as a Golf, tapi akurasi setir sangat baik untuk ukuran SUV dengan feedback yang cukup baik. Saya rasa koneksi ekstra yang saya rasakan lewat setir ini sedikit banyak di karenakan ban Continental yang digunakan di unit ini. CrossContact UHP, memberikan grip yang luar biasa besar sehingga saat belok kencang sekalipun driver akan pede terus bejek gas karena percaya dengan grip yang diberikan oleh ban. Dalam beberapa kesempatan di dalam kota pun saya beberapa kali jalan 60 kpj sebelum akhirnya dalam jarak +- 10 meter dari kemacetan di depan saya baru injak rem, hanya untuk merasakan besarnya grip ban Continental ini. Dan walaupun begitu, ban ini tetap memberikan pantulan suspensi yang supple untuk Tiguan. Memang cenderung ke arah keras sekali, tapi semua terbayarkan dengan sangat baiknya performa yang ditawarkan dan sangat sinkronnya dengan karakter drivetrain, sampai pada level saya gak akan ganti ban comfort jika saya punya Tiguan.. Padahal sebelumnya beli CRV RE yang keras sedikit saja udah gatel mau ganti ban comfort dan silent, di CX-5 pun juga rasanya saya akan prefer menggunakan ban Touring yang comfort.


Kekurangan Tiguan paling besar jika dibandingkan CX-5 adalah body control-nya.. :e-wall: :e-wall: The steering is good, but the body roll is big, especially karena posisi duduk lebih tinggi, dan karena saya selalu lupa sedang berada di Tiguan, bukan Golf. Suara mesinnya pun tidak intriguing, malahan jelek menurut saya. Selain itu, remnya cukup buruk.. Setelah beberapa kali ngebut disertai manuver agak kasar, daya cengkeramannya jauh berkurang menjadi agak loss, dan ketika di parkir untuk di dinginkan brakepad belakang menempel di disc brake sehingga harus tekan gas agak dalam biar bisa maju lagi.. Cukup aneh, karena pada indepth kali ini saya tidak membawa mobil terlalu gila.. Mungkin komponen pengereman belum terlalu sesuai dengan iklim Indonesia atau gimana.. Entahlah.. :shrug:

KESIMPULAN

One SUV with a future historical engine. Steering yang hanya bisa disamai oleh CX-5, brand yang di Indonesia lebih prestisius dari Honda, dan sangat Jerman: functional, clean, and very well-made. Dengan displacement mesin yang kecil menjanjikan keiritan walau minimal harus Pertamax+, ruang yang cukup akomodatif, dan tentunya lebih aman dari banjir atau jalan rusak ketimbang small cars, menjadikan Tiguan sekilas seperti SUV yang layak dipilih.

Sayangnya, dengan harga 495 juta untuk versi Highline, apa yang ditawarkan tidak cukup menggiurkan. Interior yang sangat plain, fitur yang tidak menarik, transmisi DSG yang jerky, ride yang cenderung harsh, dan kemampuan rem yang dipertanyakan sudah cukup membuat saya berpikir bahwa Tiguan hanya produk medioker yang overpriced.. Akan sangat berbeda ceritanya jika harganya bisa sama dengan Mazda CX-5 2.5 L.

Jadi, kalau anda mau dapat semua hal baik yang dimiliki oleh Tiguan, buy a Golf Mk6.

Stig Score :
6 out of 10

HARGA
Highline 495 juta unit 2014.

RIVALS
Based on Class : CX-5 2.5, CRV 2.4
Based on Price : Hyundai Santa Fe 2.2 CRDi FWD

:thanks:
Anda sudah TEST DRIVE belum?...
User avatar
ZombiEE
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 11506
Joined: 17 Mar 2007, 14:20

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ZombiEE »

Pertamaaaxx
Outlander Sport
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 332
Joined: 18 Aug 2012, 20:29

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by Outlander Sport »

Keduaxx
Ayo cari inspirasi modifikasi kendaraan anda disini
User avatar
nescafe
Member of Mechanic Master
Member of Mechanic Master
Posts: 14304
Joined: 11 Apr 2008, 10:18
Location: jakarta

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by nescafe »

gawe go,, gawe.. ini malah bikin review.... :ngacir:
Permisii :ungg: ............................. :ngacir:
User avatar
axala
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2160
Joined: 16 Dec 2013, 07:24
Location: Indonesia

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by axala »

pejwan....

nampak mewah...bener2 european :big_chicken: :big_chicken: sayang TSI....pertaplus :mky_04: :mky_04: :mky_04:

semua cukup....semua ada...rear airvent...ampe meja...n HU yg terlihat megah nan terintegrasi..sayang.....TSI :mky_04: :mky_04:

apalagi DSG :mky_04: :mky_04:


mending ane beli santi.... :mky_03: :mky_03: sekarang dpt bonus HU versi europeannya...makin komplit :mky_03:
Pursuit of Perfection
User avatar
artoodetoo
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 5994
Joined: 26 Aug 2007, 10:43

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by artoodetoo »

review yg komplit :jempol:
sayangnya saya tidak berencana beli mobil ini ....
:tampar:
Monggo mampir ke blog saya http://yahyakurniawan.net
User avatar
AD74YA
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 9769
Joined: 13 Jun 2008, 02:51
Location: Pasar Minggu, Jakarta
Daily Vehicle: Toyota Alphard

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by AD74YA »

nescafe wrote:gawe go,, gawe.. ini malah bikin review.... :ngacir:
Pas istirahat nes... Malah kelewat jam makan siang..
Kampret...

@all: thank you..
Anda sudah TEST DRIVE belum?...
ola_comoesta
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 832
Joined: 19 May 2013, 17:00

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ola_comoesta »

ini dia yg kutunggu2 bowkwkwkwwk ntar baca lagi masih dijalan! hohohoh
User avatar
maskopat
Member of Mechanic Master
Member of Mechanic Master
Posts: 14358
Joined: 06 Nov 2008, 16:28
Location: in your heart

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by maskopat »

om helm, ane tunggu review yang 2.0TSI... dah 4motion soale... :big_grin:

btw, kapan neeh citroen?? :mky_06:
Dark Brownies with Cappuccino
Red and Gold
Lime Green
puteraadrian
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 195
Joined: 22 May 2008, 01:03

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by puteraadrian »

Mantap reviewnya.. Udah lama ditunggu2. Untuk harga segitu emg terlalu minim fitur. Padahal dulu 420 pertama launching ya..
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11847
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ChZ »

nice review om go :mky_02:

rasanya ane nggak terlalu asing baca review ente... beberapa udah teaser waktu kopdar kemaren :ngacir: :ngacir:
brakepad belakang menempel di disc brake sehingga harus tekan gas agak dalam biar bisa maju lagi.. Cukup aneh, karena pada indepth kali ini saya tidak membawa mobil terlalu gila.. Mungkin komponen pengereman belum terlalu sesuai dengan iklim Indonesia atau gimana.. Entahlah.. :shrug:
seperti yang ane rasakan di Golf TSI MK6... mobil terasa "males" kalo mau jalan dari posisi berhenti.... jadi itu karena rem nya ... :ungg: ane kirain gegara diisi RON92 ama salesnya jd kurang respon....

tapi begitu udah jalan... boom! :mky_02: powahhhh... TSI jas kik in yooo :ngacir: :ngacir: :ngacir: :big_slap:

jadi kesimpulannya Tiguan adalah Golf dengan extra ground clearance, extra bodyroll, dan extra price? :big_slap:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
User avatar
campoeran
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2782
Joined: 17 Oct 2002, 17:44
Location: surabaya rek
Contact:

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by campoeran »

VW harganya udah gak bersahabat :) . MK7 CBU udah tembus 53x jt di sby . yg CKD 480-490an
User avatar
Xous
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1233
Joined: 16 Nov 2009, 13:20
Location: Surabaya

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by Xous »

Nih dia review yg buat ane pas kopdar berasa duduk d bangku kul maning, mayan 1 sks.
User avatar
stevenanthony
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 548
Joined: 01 Feb 2014, 22:04

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by stevenanthony »

Nice review om ... Agak tergoda sama tiguan sih ane tapi gara2 merek vw dan kesan suv nya. Otherwise ane setuju mending golf hehehe
2015 Honda HR-V E CVT
mbahgeyot
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 99
Joined: 19 Dec 2012, 12:11

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by mbahgeyot »

makasih banyak om reviewnya... kayaknya masih worthed CX5 GT yah...
User avatar
AD74YA
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 9769
Joined: 13 Jun 2008, 02:51
Location: Pasar Minggu, Jakarta
Daily Vehicle: Toyota Alphard

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by AD74YA »

maskopat wrote:om helm, ane tunggu review yang 2.0TSI... dah 4motion soale... :big_grin:

btw, kapan neeh citroen?? :mky_06:
Susah oom kopat keknya.. Ane aja baru tau ada varian 2.0 TSi 4Motion Haldex... Memang ada yang mau beli ya?.........

Anyway, Tiguan 2.0 vs Q5 quattro review sounds.gut...

Nahhh... Itu dia... Dari.kemarin ane cari yang punya Citroen Deese kok kagak ade ye..... Naksir betul padahal...
puteraadrian wrote:Mantap reviewnya.. Udah lama ditunggu2. Untuk harga segitu emg terlalu minim fitur. Padahal dulu 420 pertama launching ya..
Jangankan dulu, Desember 2013 saja saya masih ditawarin 439 juta buat yang highline... Gila.banget harganya sekarang...
campoeran wrote:VW harganya udah gak bersahabat :) . MK7 CBU udah tembus 53x jt di sby . yg CKD 480-490an
Iyeeeupp... It isn't a volkswagen anymore, no? Hehehe
Anda sudah TEST DRIVE belum?...
User avatar
AD74YA
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 9769
Joined: 13 Jun 2008, 02:51
Location: Pasar Minggu, Jakarta
Daily Vehicle: Toyota Alphard

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by AD74YA »

ola_comoesta wrote:ini dia yg kutunggu2 bowkwkwkwwk ntar baca lagi masih dijalan! hohohoh
ChZ wrote:nice review om go :mky_02:

rasanya ane nggak terlalu asing baca review ente... beberapa udah teaser waktu kopdar kemaren :ngacir: :ngacir:


jadi kesimpulannya Tiguan adalah Golf dengan extra ground clearance, extra bodyroll, dan extra price? :big_slap:
Xous wrote:Nih dia review yg buat ane pas kopdar berasa duduk d bangku kul maning, mayan 1 sks.
Ini ni.. 3 orang modus... Ketuanya bro Ola... Sok2 an galau antara CX5-Tiguan... Terpaksa ane sedikit bahas... Ehhh... Dipancing kiri kanan jadi kelewatan.... Kebanyakan teaser dah pas kopdar...

Asem.

Untung review LCGC ane setelah ini ga ane teaser-in... :big_weee:
stevenanthony wrote:Nice review om ... Agak tergoda sama tiguan sih ane tapi gara2 merek vw dan kesan suv nya. Otherwise ane setuju mending golf hehehe
Terima kasih oom
mbahgeyot wrote:makasih banyak om reviewnya... kayaknya masih worthed CX5 GT yah...
In my opinion CX-5 menawarkan lebih banyak dari Tiguan dengan harga yang jauh lebih affordable.
Anda sudah TEST DRIVE belum?...
User avatar
madcat015
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 13575
Joined: 29 Nov 2012, 15:52
Location: Surabaya

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by madcat015 »

AD74YA wrote:Halo semua!.. Ini dia review yang ditunggu-tunggu sebagian member disini, dan mungkin juga beberapa silent reader SM. Mohon maaf sebelumnya atas waktu tunggu yang lama :big_sorry: , saya lagi penuh kerjaan akhir-akhir ini, mana pakai acara kopdar dulu di Surabaya (salahkan Madcat :big_weee: ). -cut-
Bughhhhhhh..... :ngacir: :ngacir: :ngacir:


Anyway, nice ripiu om helm... akhirnya spoiler di kopdar kemarin terjawab sudah... :mky_02:

*Dan entah kenapa, ane masih memikirkan tentang Skoda Yeti... kayaknya tuh mobil menyenangkan...* :mky_01:

Ane sempat liat VW Tiquan saat pameran bbrp bulan lalu, benar2 tidak ada yang menarik... plaaaaaiiiin. :big_sorry:

Kecuali TSI enjin nya... :big_grin:
Obey the mahakitteh. :big_cat:

Image

Image << Panic button for mere miserable mortals
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11847
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ChZ »

AD74YA wrote:
Ini ni.. 3 orang modus... Ketuanya bro Ola... Sok2 an galau antara CX5-Tiguan... Terpaksa ane sedikit bahas... Ehhh... Dipancing kiri kanan jadi kelewatan.... Kebanyakan teaser dah pas kopdar...

Asem.

Untung review LCGC ane setelah ini ga ane teaser-in... :big_weee:
lah harusnya kemaren ada yg nanya soal LCGC.... :big_slap:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
User avatar
imsus2c
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 6697
Joined: 31 Jul 2007, 21:11
Location: almost there...

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by imsus2c »

Nice as usual...

Btw, kenapa dial speedo-nya pakai mph yah? :ungg:
Image
si vis pacem para bellum - si vis bellum para pacem - si vis pacem para pactum
de gustibus et coloribus non est disputandum
listening before talking - reading before writing - doing before asking
User avatar
suvmania
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 233
Joined: 10 May 2013, 18:33

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by suvmania »

nais review, om helm...

menarik benar mobil ini, walau harganya terlalu mahal menurut ane..

di kota ane, Medan, udah liat sekitar 2 unit.. gak tau apa emang punya orang atau punya dealer lagi di TD :big_slap:

kalo ane pribadi sih.. go for CRV aja deh... :ngacir:

*jdar! *ditimpuk pake DSG
True Blue: Keep the Blue Flag Flying High
ola_comoesta
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 832
Joined: 19 May 2013, 17:00

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ola_comoesta »

sebelumnya nice review modhelm (manggilnya om bra ato om go? :e-think: ), Jelas dan menarik as usual, walupun rasany tidak sedetail biasanya IMO :mky_04: wkwkwkwkw (apa mungkin sudah kena teaser ya? :mky_03:

itu AC masih manual no climate? seriously? dulu sebelum ambil cx5, masihh 450an...sekarang Tiguan...errr :frm_bang_head: :frm_bang_head: dan emang yg sakit dimata material warna greynya, padahal arm rest sampe tuas transmisinya bahannya solid banget loh, entah plastik berapa tebal itu. Lepas dengan tiguan, karena merasa tidak berjodoh...dan..dlu pas liat rasanya HU bukan yg touchscreen gini deh heheh, dan kalo dah harga segitu jadi overpriced...wew

Sorry OOT...Yang benar2 membuat ane interest kali ini review adalah MQB. Canggihnya MQB ini implementasinya ituloh, untuk FWD, RWD, AWD dia siap ready. Dan ane melihat ini sebagai bentuk "handbook" / "guidance" buat new way of mass car-production , di satu sisi memang seperti om bilang cost-cutter dll. Menurut modhelm/reader lainnya kedepannya gimana nih mengenai MQB ini ? Topik yang sangat menarik menurut ane...Karena semuanya kesannya diberikan basic "handbook"/"guidance" yang sama, jadinya menurut ane pisau bermata 2 wkkwkwwkkwwk... Misalnya produksi mobil A, pake nih "guidance", terus pengganti A juga pake yg sama. Kalau hasilnya memuaskan oke, ketika hasilnya tidak memuaskan...errrr :big_childish:

Seharusnya implementasi MQB ini juga memudahkan konsumen. Karena secara tidak langsung sparepart yg digunakan antar varian tidak berubah jauh, sehingga harga sparepart pun semakin murah. Euro Car semakin terjangkau wkwkwkwkw. Tinggal apakah hasilnya kedepan sesuai ekspetasi, misal soul of the brand itself, dan how good their gonna tuning the rest of the parts....Mereka sudah diberikan "basic" yg sama tinggal mereka dipaksa menyesuaikan sisanya dengan "basic" tersebut. Yang ane takutkan, misalnya basicnya untuk A, namun varian B membutuhkan rigiditas lebih tinggi, apakah tambal sulam ya? atau korban "karakter" mobil tersebut?...belum lagi persamaan "basic" antar brand :frm_bang_head: . Pendekatan yg berbeda dengan mazda yg meminimalkan joint chasis (seperti review modhelm) untuk efisiensi dan lightweight, disini bisa dicustom tapi more a lot for any type of car, wider possibility of flexibility. Sorry kalo bahasanya kaco, nubz :mrgreen:

gimana menurut SMers?

kwkwkwkwkw kalo masalah "sok galau" itu benernya kebawa suasana aja, la wong ada madcat, ya kucing2an lah loh?! :big_biglaugh: wkwkwkwkwkwkw...lagian om jaman skrg perlu teaser loh, kalo g ada teaser, gimana tertarik. fufuffufu :ungg: layaknya penampilan front office penerima tamu sebagai "teaser" dalam-nya kayak apa.... :ngacir: . Harusnya LCGC ini pake sistem kayak MQB gini ya, biar hemat hehehe
FMEAKD
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1490
Joined: 26 Mar 2011, 13:18

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by FMEAKD »

hooo ternyata skoda yeti yang bisa ngangkut helicopter itu basis MQB ya
baru tau ane :mky_01:

sayang skoda gak ada di sini
User avatar
hosea
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 427
Joined: 27 Mar 2013, 09:05

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by hosea »

Bro Stig, thx review nya, bikin forum ini makin lengkap dan layak jadi referensi.

btw kok ga pernah review subaru ya (xv, new forester, impreza sedan, outback, brz). Pingin tau pendapat Bro ttg subaru.

thx
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11847
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Review VW Tiguan TSI Highline 2014

Post by ChZ »

ola_comoesta wrote:sebelumnya nice review modhelm (manggilnya om bra ato om go? :e-think: ), Jelas dan menarik as usual, walupun rasany tidak sedetail biasanya IMO :mky_04: wkwkwkwkw (apa mungkin sudah kena teaser ya? :mky_03:

itu AC masih manual no climate? seriously? dulu sebelum ambil cx5, masihh 450an...sekarang Tiguan...errr :frm_bang_head: :frm_bang_head: dan emang yg sakit dimata material warna greynya, padahal arm rest sampe tuas transmisinya bahannya solid banget loh, entah plastik berapa tebal itu. Lepas dengan tiguan, karena merasa tidak berjodoh...dan..dlu pas liat rasanya HU bukan yg touchscreen gini deh heheh, dan kalo dah harga segitu jadi overpriced...wew

Sorry OOT...Yang benar2 membuat ane interest kali ini review adalah MQB. Canggihnya MQB ini implementasinya ituloh, untuk FWD, RWD, AWD dia siap ready. Dan ane melihat ini sebagai bentuk "handbook" / "guidance" buat new way of mass car-production , di satu sisi memang seperti om bilang cost-cutter dll. Menurut modhelm/reader lainnya kedepannya gimana nih mengenai MQB ini ? Topik yang sangat menarik menurut ane...Karena semuanya kesannya diberikan basic "handbook"/"guidance" yang sama, jadinya menurut ane pisau bermata 2 wkkwkwwkkwwk... Misalnya produksi mobil A, pake nih "guidance", terus pengganti A juga pake yg sama. Kalau hasilnya memuaskan oke, ketika hasilnya tidak memuaskan...errrr :big_childish:

Seharusnya implementasi MQB ini juga memudahkan konsumen. Karena secara tidak langsung sparepart yg digunakan antar varian tidak berubah jauh, sehingga harga sparepart pun semakin murah. Euro Car semakin terjangkau wkwkwkwkw. Tinggal apakah hasilnya kedepan sesuai ekspetasi, misal soul of the brand itself, dan how good their gonna tuning the rest of the parts....Mereka sudah diberikan "basic" yg sama tinggal mereka dipaksa menyesuaikan sisanya dengan "basic" tersebut. Yang ane takutkan, misalnya basicnya untuk A, namun varian B membutuhkan rigiditas lebih tinggi, apakah tambal sulam ya? atau korban "karakter" mobil tersebut?...belum lagi persamaan "basic" antar brand :frm_bang_head: . Pendekatan yg berbeda dengan mazda yg meminimalkan joint chasis (seperti review modhelm) untuk efisiensi dan lightweight, disini bisa dicustom tapi more a lot for any type of car, wider possibility of flexibility. Sorry kalo bahasanya kaco, nubz :mrgreen:

gimana menurut SMers?

kwkwkwkwkw kalo masalah "sok galau" itu benernya kebawa suasana aja, la wong ada madcat, ya kucing2an lah loh?! :big_biglaugh: wkwkwkwkwkwkw...lagian om jaman skrg perlu teaser loh, kalo g ada teaser, gimana tertarik. fufuffufu :ungg: layaknya penampilan front office penerima tamu sebagai "teaser" dalam-nya kayak apa.... :ngacir: . Harusnya LCGC ini pake sistem kayak MQB gini ya, biar hemat hehehe
mod helm.. tuh bro ola mancing lagi :upss:

ane setuju dengan mod helm... yang bikin susah di MQB ini adalah mempertaruhkan jati diri sebuah merek.... apalagi VW Group bukan merek kemaren sore... nah ini yg susah... soalnya kalo basic chassis sama, feel dan ride quality juga kurang lebih sama...

ane nggak tau karena VW baru pernah coba Golf TSI MK6... apakah di Audi A3 ride quality nya sama juga kah? :big_childish:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
Post Reply