Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Ingin membahas hal-hal umum mengenai mobil dan otomotif, silakan bahas disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

akulemu
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 276
Joined: 13 Jun 2012, 16:11
Location: Persebaya sampe tuek
Daily Vehicle: Venturer + cx9 sky + mobilio rs mt

Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by akulemu »

Image

Saya mengaku saya emosional meresponi perkembangan teknologi otomotif yang perlahan mengarah ke pure electric. Di review CX9 viewtopic.php?f=19&t=30201, ketika saya oot mengatakan "I don't believe in EV" sebenarnya saya sedang tidak terima saja bahwa highly probably I have to submit to the inevitable era of electric vehicle.

Setelah mengambil nafas beberapa saat, saya beranggapan bahwa sejujurnya masa depan pengembangan teknologi combustion memang tidak terlihat cerah. Kalaupun hari ini masih ada sinarnya, sebetulnya asalnya dari matahari senja yang mau terbenam. Just like all earthlings that would ultimately evaporate.

Image

Teknologi pembakaran, yang umurnya sudah mencapai 1½ abad, bagian yang mau di tweak sudah tidak banyak. Kalau di istilah ekonominya ialah seluruh pain point nya sudah ter identified, sehingga yang mau di solve atau dikembangkan sudah habis di telaah berbagai ilmuwan lintas generasi. 2/4/6 strokes, spark/compression ignited, inline, v line, w line, rotary, turbocharger, supercharger, air/water cooled, fossil/bio fuel, gas, hydrogen, coal, iron/aluminum cast, 1-16 cylinder. Ini saja belum menyebutkan evolusi di bagian transmisi. Kalau diumpamakan game, level hero nya sudah maxed out, sehingga playernya sudah harus ganti game atau bahkan beli hape baru untuk mau move forward.

Oleh sebab itu tidak mengherankan kalau hari ini top ten car manufacturers sudah main dua kaki pada lineup produksinya, ICE dan EV. Prius saja sudah dimulai sejak 1997, padahal saat itu masih sebuah masa dimana higher class still equals bigger displacement, masa dimana semua orang malah lagi asik-asiknya menikmati raungan mesin V12 Formula 1, the godfather of all F1 engine, before the eco pathetic-sounded 1.6 litre turbocharged V6 lawn mower engine introduced years later.

Image
1st generation Prius

Langkah para pabrikan besar tersebut jamak dicibir oleh petrolheads sebagai pengkhianatan dan dianggap sangat ambil gampangnya saja. Namun setelah berpikir lebih fair dan jernih, ternyata saya sangat bisa memahami mereka. Rupanya pekerjaan saya sendiri ada di bidang yang sedikit banyak bisa dimiripkan fase teknologinya dengan otomotif, yaitu kemasan berbahan kertas.

Simply saying, industri masal pembuatan kertas umurnya sudah mencapai 200 tahun. Mesin cetak tahun '50 an masih relevan untuk dipakai memproduksi today's goods. That shows how squeezed the development of its tech nowadays. Sehingga secara garis besar persaingan antar supplier sudah tidak berseni lagi selain siapa yang memiliki penawaran harga yang lebih murah.

Image
Early paper machine. Supplier saya masih pakai mesin dari tahun 1920. 100 years old!

Image
1950 German printing machine. Still properly run.

Image
Demi tidak tergerus jaman, saya beli ini.

Jadi sama seperti para pabrik mobil yang tetap ingin menjaga eksistensi, saya sebagai pelaku bisnis kemasan juga ingin tetap eksis. Maka sejak 2012 saya mulai main dua kaki di dua bidang, sekaligus kalau memang diperlukan beralih sepenuhnya ke produk kedua tersebut yang pengembangan teknologinya masih relatif muda, sehingga banyak unknown tweak yang bisa di explore untuk efisiensi sekaligus menghadapi persaingan.





Kembali ke otomotif. Pabrikan mobil bukannya tidak berusaha sama sekali mempertahankan posisi ICE sebagai dapur pacu yang undeniable. Yang saya tahu Mazda dengan Skyactive X nya. Mereka dipuji petrolheads karena keberaniannya mengambil a very unpopular decision dan dianggap masih sangat niat mengembangkan sisi internal combustion yang masih bisa di explore.

Yang mereka lakukan singkatnya ialah pengapian yang menggabungkan fungsi busi layaknya bensin dan kompresi tinggi ala pengapian diesel. Long story short, the best of both worlds. Gasoline horsepower + diesel torque. Sounds too good to be true, but it is. Rasanya bisa dicicipi sedikit di 2.5l turbo CX9, it has a diesel-like launch.

Image
Image

Namun yang bikin saya kembali kedubrak ialah rupanya mereka telah meluncurkan juga EV bernama MX-30. Mazda sebagai my last resort of ICE defender pun compromised. But who can blame them? I'd do the same damn thing if I'm in the car industry. Siapa juga pedagang yang mau terlindas perubahan jaman? Untuk hal yang jauh lebih tidak prinsip seperti fashion dan hiburan saja saya berkeras mengikuti trend, let alone for livelihood.

Image
Image
Kinda séxy

Bagaimana dengan oil industry? Are they now sitting helpless like a sheep on the way to be slaughtered in the butcher house? Saya tidak tahu banyak tentang oil countries di luar. Yang saya sedikit tahu ialah tanah airku Indonesia yang telah resmi meluncurkan bahan bakar jenis B100 dan D100. Dengan jajaran direksi Pertamina baru yang lebih berintegritas, program ini bisa mendatangkan morale boost bagi diesel maniacs terlepas bahwa announcement bisa dimasalkan distribusi nya baru pada 2024. https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/2020 ... -pada-2024

Kita bisa setuju bahwa pertahanan terakhir untuk masih termotivasi memperjuangkan combustion engine ialah alasan fuel economy & fuel price. Sebab banyak kritikan untuk EV tertuju pada sisi perawatan dan penggantian baterai yang akan surmount all the eco numbers it promises. https://www.zigwheels.ph/car-news/5-rea ... xpensive-2

Yang dilakukan Pertamina paling tidak memberikan angin segar bahwa cheap diesel oil akan terus ada, ditambah reputasi sebagian besar mesin diesel yang berkeliaran di nusantara mampu menelannya dan terbukti irit dan tetap tangguh di rentang waktu yang panjang.

Image
Image
Image
Image

Namun lagi-lagi sebelum saya terlalu emosional dengan harapan pribadi, saya kembali bergumam. Setahu saya hanya Indonesia yang memiliki wacana mem-booming-kan sawit dan ethanol gas. Kalau kilang minyak sebuah negara hanya menjual pada market lokal dikarenakan publik internasional sudah tidak ada demand sebab sudah beralih ke ion battery, apakah bisa sustain? Saya tahu jumlah rakyat lokal ialah 270 juta and growing, yes it counts for something.

Oke katakanlah demand lokal cukup banyak, namun faktor lain yang tidak memihak juga sangat besar cengkraman pengaruhnya. Contoh tekanan internasional, betapa banyaknya pejabat pemerintahan lokal tak berintegritas bisa dibeli begitu saja kebijakannya oleh korporasi luar negeri. Belum ditambah tren aturan pemerintah yang memang hanya sepanjang masa jabatannya. Year of politics, 2024, is approaching and it might as well be the end of that cheap diesel program.

I want to have faith in all the efforts and means done by my car brand Mazda and my current local govt. But when the odds are so many against you, it is hard to.

Image







Lithium ion powered car. Is it so inevitable like sunrise or sunset?

Kalau saya ingat-ingat lagi, telepon nirkabel sebenarnya sudah jauh ada di tahun 70an akhir untuk sipil. Begitu juga komputer jinjing, sudah tersedia untuk di beli publik di sekitar masa yang sama. Namun apa yang membuatnya tidak langsung meledak? Tidak setelah puluhan tahun setelahnya?

Price point. Sebelum paling tidak 20 tahun sejak peluncuran perdananya di publik, harga yang ditawarkan hanya untuk sebagian kecil penghuni bumi. Lalu diawal dekade 90an, ketika satelit makin berceceran mengorbit bumi, the wireless era dawned the earth. The global supply chain with China providing cheap labors made the price gradually suit almost all the human on earth. And suddenly me who hadn't reach puberty yet in the 90s, owned a cellphone and was able make a quick call from anywhere like a high ranked wallstreet guy back in the 80s.

Image
Image

Dengan tidak bahagia, saya harus akui proses yang sama sedang undergo pada EV. Hari ini harganya saja belum cocok dengan saya. But when the pricetag and its practicality hit my common sense, saya prediksi idealisme saya membela ICE hari ini would just fly out of the window. So much for my skyactive reviews.

Saya salut pada Toyota yang melihat masa depan dengan mengedepankan pilihan lebih dari satu. 1997 adalah timing yang bisa dibilang tak terpikirkan oleh siapapun untuk mengarang mobil listrik masal, flying cars maybe. Tapi saya belajar bahwa tanpa adanya alternatif berpikir, hidup akan mudah kaget and unprepared for the inevitable alternate scenario.

Image

Ketika kita sudah objektif saja, serta sudah berekspektasi akan the real truth, it's still rarely an easy stuff to welcome. Even uglier for the denial-prone like myself. Kendaraan listrik buat saya, a mega propaganda that are becoming the ugly truth. Berita baiknya adalah even if it's ugly, it's the truth.

Ketika dalam pekerjaan saya dituntut berubah karena margin dan persaingan makin tidak sehat, dan artinya harus melakukan suntikan dana besar untuk revolusi, rasanya juga tidak enak sekali. It's been ok for 20-30 years, why it's happening to me now?? Sebuah pertanyaan retorika lintas generasi yang classic dan ga perlu dijawab. Bahkan saya bisa membayangkan pertanyaan yang sama menghantui para pimpinan car industries dan menyadari bahwa their 100 y/o basic engine principle is actually not eternal and can be obsolete soon.

Saya tidak suka EV, tapi ketidaksukaan saya hari ini tidak akan cukup menahan diri saya membelinya suatu saat nanti, karena bertahan adalah posisi yang jelek di bidang apapun. Mungkin sudah saatnya SM memberikan subforum tambahan khusus untuk EV supaya threads serupa ga berserakan. If our hate for EV doesn't make it go away, it's best to take a deep breath & embrace it willingly.

Image
Cars have soul.
b0ku
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1591
Joined: 12 Jul 2013, 11:18
Daily Vehicle: DAKAR 2012 AND 2013 GE8 TYPE S

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by b0ku »

ditunggu aja karena sebenernya yang beli EV sekarang banyak coba2x ujung2xnya cuma beli 1x abis itu kapok ganti ke ICE lagi :ngacir:

ya liat aja nasib HYBRID sekarang :wkkk:
User avatar
pradit_d
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 767
Joined: 30 Oct 2011, 21:37

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by pradit_d »

Biar waktu yg menjawab. Klo emang trend nya ke arah sana n nantinya jadi umum digunakan termasuk infrastrukturnya udh bener2 siap n terasa normal, ya kenapa ga. Klo buat ane untuk skrg sih ga dulu, masih jadi teknologi yg berasa mahal soalnya.
:big_peace:
b0ku
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1591
Joined: 12 Jul 2013, 11:18
Daily Vehicle: DAKAR 2012 AND 2013 GE8 TYPE S

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by b0ku »

pradit_d wrote: 07 Feb 2021, 15:21 Biar waktu yg menjawab. Klo emang trend nya ke arah sana n nantinya jadi umum digunakan termasuk infrastrukturnya udh bener2 siap n terasa normal, ya kenapa ga. Klo buat ane untuk skrg sih ga dulu, masih jadi teknologi yg berasa mahal soalnya.
sebenernya murah beli G WIZZ aja :ngacir:

Image
dregon
New Member of Junior Mechanic
New Member of Junior Mechanic
Posts: 20
Joined: 23 Feb 2019, 20:38
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Avanza

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by dregon »

satu sisi memang terasa propaganda. karena EV pakai sumber energi dari batubara/minyak juga. meski ada juga yang dari renewable energy (solar/wind). pernah ada artikelnya, sebenernya carbon footprint dari EV lebih besar dari ICE.

di sisi lain EV ngasih instant torque. Tesla model 3. mobil seharga C class di US bisa ngasih akselerasi 0-100kph dalam 3-4 detik. setara sama supercar. mestinya dianggap lebih fun to drive ?

saya pribadi sih gak bakalan mau jadi early adopter. gak mau ngerasain repotnya nyari colokan charger pas roadtrip. pusing kalau lupa nge charge EV. kalau ICE kan tinggal ngabisin 5-10menit di SPBU udah beres
Shonen
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 563
Joined: 27 Jan 2013, 20:34

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by Shonen »

sebenernya yang skrg diperdebatkan kan infrastrukturnya ga ada...kalo entar ada di pusat perbelanjaan tempat colokan...juga masalah solved...skrg jadi early adopter rada malas karena memang ga fungsional dan ga praktis krn mesti cari2 colokan in case baterai mau abis...tapi pln mulai bikin banyak spklu dan di rumah jg skrg ada yang meteran khusus + diskonan dari pln...ga perlu nambah daya ke rumah cukup pasang meteran khusus dr pln...
Klo itu ujung2nya pake batu bara dari fosil segala macem lah dari dulu nikmatin listrik ga pernah comment jadi ngurusin bahan bakar fosil skrg ya non sense..toh kalo orang beralih ke ev co dari kendaraan kan hilang...kmaren psbb dari rumah langit biru tuh skrg ngga lagi karena udah pada keluar...
yaa ujung2nya yang teriak2 ga mungkin lah, nanti juga beralih dengan sendirinya kaya dulu banyak ngeraguin bisnis online cem cerita jack ma skrg semuanya pake online :big_biglaugh:
dunia ga bisa dilawan palingan ya cpt atau ngganya aja nanti kita pun akan ikut dengan sendirinya krn dunia selalu changing :upss:
propaganda ya ngga lah jelas...kalo klasifikasinya jatuhnya propaganda ya teknologi propaganda donk spt yang di atas dunia itu selalu berubah dan berkembang
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11442
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by ChZ »

"mega propaganda".

hard truth to swallow tapi harus diakui memang EV mulai gaining traction dan popularity... demand slowly increasing walau belum sampai 10% global market demand. tp begitu nanti small cheap EV mulai merajalela ya pastinya itu akan terlihat di statistik. walau yah kita tau lah klo orang yang cukup kritis sebenarnya EV wasn't as environmental as it seems, just another way of making money...

mgkn salah satu convenience yang akan dijual EV nantinya adalah kemudahan charging anywhere anytime. bayangin setiap pagi starting your day dengan fully charged car tanpa harus sulit2 memikirkan tagihan bensin (tagihan listrik terbukti lebih murah perbulan). adoption bakal lebih mudah dari mobil krn pemiliknya rata-rata tinggal di lokasi yang listrik rumahnya relatif tidak byar-pet.

walaupun saya akan lebih prefer lebih massal orang pake motor listrik, cape tiap nongkrong outdoor keganggu banyak alay bawa motor mio atau nmeki kebut-kebutan ga jelas. urusan noise motor jauh-jauh-jauh lebih tidak menyenangkan daripada mobil 4-silinder generik yang relatively makin senyap.

yang jelas kalo ride-sharing services udah bisa ditopang dengan electric anything (motorcycle/car) ya pastinya bisa lebih murah lagi secara cost. EV sekarang sudah terbukti bisa utk transport perkotaan.

tapi utk cross-city border msh nanti dulu... hyundai yang rajanya EV saja masih jualan SUV kingkong segede palisade bermesin diesel...

biarlah gas cars jadi niche... sama seperti classic rock band spt Beatles dan Queen jadi musik khusus yang bisa menikmati aja di tengah gempuran Kpop... :big_smoking:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
qushay20019
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 868
Joined: 06 Dec 2016, 03:50
Location: Makassar

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by qushay20019 »

Pertanyaan terbesarnya adalah berapa biaya penggantian batere kalo udah soak. Dan bukan cuma biaya finansial, melainkan juga dampak sosial, biologis, & khususnya lingkungan akibat peningkatan drastis demand litium & rare earth metal lain
Suka Amsoil Signature Series? Mari ke:
Toped: https://tokopedia.link/olibagusmks
IG: www.instagram.com/olibagusmks
KSG88
New Member of Senior Mechanic
New Member of Senior Mechanic
Posts: 156
Joined: 11 Apr 2019, 17:26
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Toyota
Contact:

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by KSG88 »

Indo mah cocok hybrid dulu. Masih menikmati keuntungan mesin ICE seperi tinggal isi bensin, servis dan sparepart kayak biasa, namun dengan keiritan KM/L 2x sd 3x lebih irit dr mesin bensin biasa.

Soal batere, kalo mobil hybrid kan kecil tuh ukuran baterenya dibanding yg full EV. 5 tahun lagi akan semakin murah yg tadinya diatas 50 juta mungkin jadi hanya 20 juta, dimana kalo diganti tiap 5 tahun maka biaya = 4 juta per tahun kebayar oleh komsumsi bensin yg jauh lebih irit pula.
mr_mytplx
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1249
Joined: 20 Apr 2009, 13:17

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by mr_mytplx »

TLSA itu too big to fail.
rakyatwkwkland
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 462
Joined: 01 Sep 2019, 16:45
Location: Jekardah
Daily Vehicle: K15B-4AT

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by rakyatwkwkland »

Trit oom akulemu ini memang mantap2, suka mengandung hal2 yg sangat menarik buat dibahas. Mantap oom, lanjutkeun :off_good_job: :big_exellent:

Kalo dibilang EV ini propaganda atau engga, jawabannya mungkin bisa iya bisa tidak. Rasanya gak semudah itu menggerakan dunia hanya dengan sekedar propaganda.

Saat ini kan beberapa isu EV kalau untuk operasional adalah harganya yg mahal dan biangnya adalah baterai yg nantinya kalo ganti juga mahal. Belon lagi ngecasnya lama dan charging station kalo di Indo masih dikit. Masalahnya kan teknologi terus berkembang. Sama seperti yg dikatakan oom TS di atas dulu HP mah barang mewah, bisa nelpon sambil mobile itu keren, lah sekarang ente dengan budget murah meriah udah bisa punya perangkat yg bisa lebih dari sekedar telepon sms dan internetan sambil mobile, itu perangkat bahkan bisa ngertiin ente maunya apa macam kasih alarm, ramalan cuaca, bahkan asisten pribadi macam 'OK Google', 'Hi Siri', dan 'Hey Cortana'. Sama seperti mobil, gak menutup kemungkinan di masa depan harga baterai makin murah, dengan kapasitas yang makin besar bahkan jangan2 bisa sampe 2-3x lipatnya range mobil ICE, dengan kecepatan charge yg secepat kilat pulak (HP aja sekarang fast charging tuh udah umum), dan charging station makin menjamur. Lah kalo udah gitu mah kalo buat operasional harian, nikmat mobil listrik manalagi yang akan kau dustakan? Gimana2 itu listrik per kwh nya jauuhh lebih murah dari premium dan bahkan bio solar 5150 :big_love: . Belon lagi efisiensinya gara2 regenerative braking yang menangkap energi kinetik saat deselerasi dan di konvert balik jadi listrik yang tentunya gabisa dilakukan mobil ICE :big_love: . Ditambah lagi EV gaperlu tuh yg namanya ganti oli mesin, ganti busi, dll :big_love: . Gimana2 jg yg diganti rutin di EV tuh lebih dikit dari ICE. Ane rasa kalau case nya udah begini gabakalan lagi ada yang mau milih ICE buat harian, bisa tekor bandar brooo buat biaya operasional. Ini ane ngomong dari segi ops harian ya, bukan dari sisi petrolhead, soalnya kan ga semua petrolhead duidnya unlimited.

Karakternya EV sendiri, banyak yg bilang EV soul less lah ga ada suaranya (yg menurut pendapat pribadi ane argumen yg cukup aneh, ente mau nyari suara atau mau nyari kecepatan?), dll. Itu menurut ane hanya masalah kebiasaan aja. Suara mesin juga makin hari makin halus kan, gak makin berisik? Yang menurut ane pribadi jadi kekurangan besar dari EV sih top speednya, kalah jauh dari bensin. Tapi masalahnya dulu diesel jg kalah top speed bukan dari bensin, sekarang sudah makin mendekati tuh. Untuk saat ini sih sebenernya EV itu cocok buat orang yg doyan nyetir geradakan di dalam kota. Torsinya yg gede macam diesel, ditambah lagi kurva torsi puncaknya yg flat, rasanya bakalan jadi mimpi indah buat orang yg doyan mobil yang 'pedal gas ditoel dikit langsung ngacir :mky_04: '. Tidak untuk yg doyan ngejar top speed dan doyan sama mobil yg rev happy. Again ini masalah selera. Dengan berkembangnya teknologi jg ga menutup kemungkinan di masa depan ICE lovers ada yg murtad ke EV, macam gasoline lovers yg jadi diesel lovers.

Bicara 'eco friendly', menurut ane justru yg jadi masalah besar EV adalah di baterainya. Urusan sumber energi menurut ane still much better EV daripada ICE. Kalo banyak yg bilang 'kan pembangkit listriknya jg pake bahan bakar fosil...', iya betul, tapi masalahnya gimana2 itu EV enjinnya sendiri lebih efisien dari ICE. Lagi2 kemampuan regeneratif brakingnya lah yang bikin dia jadi efisien. ICE mana bisa begitu? Justru menurut ane yg perlu dihighlight adalah baterainya. Bagaimana dengan penambangan bahan bakunya, pengolahan baterai yg udh koit, dll, mencemari lingkungannya seberapa parah? Lebih parah mana kalu dibandingkan dengan pencemaran dari penambangan minyak bumi?. Isu baterai ini akan menjadi lebih baik kalau ternyata di masa depan umur baterai bisa semakin panjang dan pengolahan baterai bekas bisa dilakukan dengan baik tanpa mencemari lingkungan.

Apakah EV adalah mimpi buruk bagi petrolheads? Entahlah, kita belum tahu kedepannya akan seperti apa berkembangnya EV ini. Kalo untuk saat ini mungkin ya bagi sebagian besar speed lovers. Top speed EV jika dibandingkan dengan gasoline yg horsepowernya sama, biasanya akan lebih rendah karena dilimit. Belon lagi karakter tenaga dan torsinya yang merata hampir di semua putaran, bagi sebagian orang itu membosankan... Tapi mungkin tidak buat yang emang doyan nyari akselerasi atau doyan nge drag race...

Kalo ane sendiri sebenernya welcome2 saja sama semua jenis engine. Gasoline hayuk, diesel juga hayuk, hybrid boleh, EV boleh, e-powah jg boleh. Masing2 tentunya punya kelebihan dan kekurangannya.

Last but not least, pesan ane buat yg saat ini belum bisa menerima kenyataan mengenai keberadaan EV, gak suka atau sebal atau benci itu wajar2 saja dan normal2 saja. Asal semuanya itu dilakukan dalam dosis yang wajar, jangan berlebihan. Tidak perlu sampai menghujat mencaci maki berlebihan segala macam. Karena kalo ternyata di masa depan ente sendiri harus menggunakan EV (atau bahkan berubah jadi EV lovers), ngejilat ludah sendiri itu malu lhoo... Nanti tinggal ane aja yang tertawa terbahak2 dari kejauhan ngeliat kelakuan haters macam itu :mky_07: Nanti casenya macam prius di US yang dihina2 ginilah gitulah, pelan2 juga orang mulai mencintainya. Atau yang dulu 'manual till I die' dan hina2 matic begini begitu katanya pake matic lemahlah, gaada seninya lah, pindah giginya kalah cepet lah, boros lah, sekarang jangan2 orang yg ngomong begitu skill quick shiftingnya udah kalah jauh daripada transmisi AT kekinian macam DCT, atau kakinya udah kalah pinter buat eco driving dibandingkan transmisi AT kekinian macam CVT...

Itu semua cuma opini pribadi ane doang, maap kalo kepanjangan, correct me if i'm wrong :big_smile]

Edit tambahan : kalo menurut ane justru yang jadi mimpi buruk adalah mobil otonom (yang full nyetir sendiri ya, bukan sekedar fitur otonomnya saja macam safety sense dan adaptive CC, kalo yg itumah ane demen2 aja soalnya bisa dinyalain pas lagi butuh dan kalo lagi pingin mainan tinggal matiin). Kalo ternyata mobil yang bisa kita setir sendiri udah masuk kategori barang eksklusif dengan harga yang mahal, matilah bagi kita penikmat nyetir tapi kantong pas2an...
Last edited by rakyatwkwkland on 07 Feb 2021, 21:35, edited 1 time in total.
eriwow
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 46
Joined: 12 Oct 2018, 12:33
Location: Jakarta Selatan
Daily Vehicle: VW Tiguan

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by eriwow »

Kalau kita fokus soal dunia otomotif, maka saya pikir EV vs ICE ini hampir mirip kasusnya dgn fenomena 2 pedal vs 3 pedal. Jaman pertama2 saya pake metik selalu mendengar bisikan2 seperti ini:
1. Harga... wah metik mah mahal dan kl jebol harganya sama dgn beli mobil baru
2. Ketahanan... metik mah 2 tahun ajah pasti jebol dah. Benerinnya susah
3. Sensasi... apa sih enaknya pake metik? Real men use 3 pedals
4. Tenaga.. metik mah hanya buat mobil kecil... mobil gede mah ambyar...
Bla...bla....

Nah di 2021 ini 80-90% kendaraan baru pasti pake metik menggeser secara pasti si 3 pedal.
Karena apa? Karena manusia pada dasarnya mau perubahan.... mau maju dan ogah mandek di satu tempat. Yg abadi didunia ini hanya perubahan. Ini yg gak bisa ditahan oleh apapun. Kenapa kapitalis bisa langgeng? Karena mereka welkom dengan sesuatu yg baru selama itu menguntungkan buat mereka.

Apa yg bisa di eksplor dari ICE? Mereka muter2 disitu2 terus.... yg paling maju hanya skyactive x. Itupun masih bermain di kompresi dan pengapian. Okelah kalo itu buat kaum petrolhead. Tapi untuk skala global dimana EV bisa lebih menawarkan lebih banyak celah yg bisa dimasuki maka larinya akan ke EV karena disinilah org2 muda berkumpul dan berlomba untuk bikin perubahan.

Apalagi dengan kemajuan AI...

Sementara saya mah mau beli mobil listrik sama genset kecil buat ngisi aki kl pas tekor...
User avatar
b8099ok
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 2794
Joined: 18 Nov 2009, 11:14
Location: Jakarta
Daily Vehicle: 2020 All New Xpander Pickup

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by b8099ok »

Untuk EV sptnya msh perlu upgrade infrastruktur lbh acceptable utk akomodir kebutuhan EV. Sementara yg msh bisa diterima sptnya nissin kicks (elektrik dengan genset).
Bbrp hari lalu sempet test drive, honestly its good. But not now. Let the market decide.
Tune and drive! :big_love:
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11442
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by ChZ »

Karakternya EV sendiri, banyak yg bilang EV soul less lah ga ada suaranya (yg menurut pendapat pribadi ane argumen yg cukup aneh, ente mau nyari suara atau mau nyari kecepatan?), dll. Itu menurut ane hanya masalah kebiasaan aja. Suara mesin juga makin hari makin halus kan, gak makin berisik? Yang menurut ane pribadi jadi kekurangan besar dari EV sih top speednya, kalah jauh dari bensin. Tapi masalahnya dulu diesel jg kalah top speed bukan dari bensin, sekarang sudah makin mendekati tuh. Untuk saat ini sih sebenernya EV itu cocok buat orang yg doyan nyetir geradakan di dalam kota. Torsinya yg gede macam diesel, ditambah lagi kurva torsi puncaknya yg flat, rasanya bakalan jadi mimpi indah buat orang yg doyan mobil yang 'pedal gas ditoel dikit langsung ngacir :mky_04: '. Tidak untuk yg doyan ngejar top speed dan doyan sama mobil yg rev happy. Again ini masalah selera. Dengan berkembangnya teknologi jg ga menutup kemungkinan di masa depan ICE lovers ada yg murtad ke EV, macam gasoline lovers yg jadi diesel lovers.
sebenarnya tidak bisa dibenturkan bahwa "ente ngejar suara apa nyari kecepatan" karena bagi driving enthusiast dua-duanya sama pentingnya. suara itu bagian dari experience mengemudi. itulah kenapa pabrikan mobil investing sangat besar untuk engine notes bahkan konfig tertentu dipertahankan spt V8 di american trucks dan pony cars, atau V12 di Ferrari dan Lamborghini, Boxer6 di Porsche... kenapa Lexus repot-repot outsource ke Yamaha buat bikin V10 LFA supaya bisa niru lengkingan F1 engine.

beberapa mesin bahkan sudah menjadi icon yang tak tergantikan misalnya JZ-engine toyota (sampai banyak yang bodoh bilang kenapa "BMW" Supra ngga pakai JZ lagi, lah mesinnya aja udah pensiun, tong), RB-engine/VR-Engine nissan, K-engine dan B-engine Honda...

ofc mobil pelan yang cuma suaranya kenceng doang juga tidak menyenangkan, tapi sebaliknya berlaku juga : kenceng tanpa suara juga rasanya aneh. makanya buat pabrikan seperti lamborghini, ferrari, porsche mereka akan stick dengan ICE as long as they can. Ya porsche punya taycan tapi itu barang baru bukan cayman atau 911 yang di elektrikkan. mereka masih cukup percaya diri buat bertahan dengan 911 bensin.

di motorcycle saja kenapa walau sudah banyak motor canggih tapi die-harder harley fans tetap lebih suka teknologi "jadul" nan berisiknya...

ini hanya sebagian kecil contoh. kalau orang bilang ICE muter disitu-situ aja mereka salah, 100+ years adalah bukti bahwa ICE is an art in itself, it has become an icon and pop-culture even some, a cult seperti american V8.

saya ngga liat apakah battery bisa mewarisi spirit yang sama. mosok nanti bakal ada perang antara fanboy tesla battery vs samsung battery? hahahaha... EV kan katanya pengembangannya lebih ke arah software bukan hardware. jd kayaknya ya less of a concern juga bodo amat battery siapa yang suplai. kode batterynya apaan.

diesel itu failed untuk rise and gain traction, popularitynya hanya berjalan sebentar sejak volkswagen dieselgate disusul kasus-kasus serupa oleh BMW dan Mercedes juga akhirnya banyak orang mulai skeptis dengan diesel. apalagi rise of small turbocharged gasoline yang punya karakter setara diesel bikin akhirnya marketnya balik ke bensin turbo lagi.

di indonesia yaaa popularitasnya merely karena solar 5150 dan sangat kuat di tune maupun disiksa.

saya ngga tau apakah popularitas EV ini justru malah nantinya bisa enhance kekurangan2 di gasoline powered motor yang malah backfired ke dirinya sendiri : they embrace each other pada akhirnya.

untuk electric cars... sy lihat indonesia kalo buru-buru mau lompat langsung ke electric ini jg bisa causing a lot of problems. misalnya kebut penggarapan infrastruktur charging dimana-mana, sekilas ini harmless tp berkorelasi dengan kebutuhan akan listrik yang semakin meningkat di kota besar terutama... kebutuhan listrik meningkat dengan ketergantungan listrik kita yang masih pada batu bara artinya pertanyaan besar dengan isu lingkungan spt lokasi powerplants dan pertambangan.

lalu sanggup ngga PLN men-suplai kebutuhan daya listrik dengan ada 20% mobil saja di jakarta yang pakai listrik? walaupun charging mobil pasti tidak di peak hour tp bagaimanapun berarti kan kebutuhan listrik tetap meningkat tho? belum kita bicara waktu musim mudik libur akhir taun dll.

saat ini blom ada negara yang punya bayangan itu krn populasi EV masih less than 5% global. jeremy clarkson juga sempat bahas ini.

klo kota kecil sih masih lama lah pake EV beli mazda saja masih mikir.

dan yang ironi : di tengah rising nya EVs, pabrikan jepang justru bersemangat bikin sportcars. toyota bahkan daftarin paten untuk new Celica, nissan yang katanya inovatif soal listrik bikin new Fairlady, pertanyaannya kenapa sekarang dimana orang "sepertinya" sudah ditch the idea dan katanya moving to electric?

artinya selain main dua kaki, japanese brand mungkin masih having faith bahwa there is enthusiasm out there yang tidak boleh mati.

kalau tidak mau dilihat sebagai ironi, saya akan happy melihat bahwa mobil-mobil sport akan preserving the ICE market and going niche.
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
User avatar
iwidiyanto
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 617
Joined: 30 Oct 2011, 18:48
Location: Antar Kota Antar Propinsi

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by iwidiyanto »

bagi mayoritas org, kendaraan itu tidak lebih dari sekedar alat untuk perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain. mengenai bentuk, energi yg digunakan, sepertinya ngga akan dipusingkan. Dulu ada yg pake tandu tenaga manusia, kuda, sapi, bahkan gajah, kemudian muncul pak james watt dengan ketel uapnya dst. Perubahan adalah sebuah keniscayaan, meskipun romantisme masa lalu kadang menjadi sesuatu yg sangat dirindukan bagi yang pernah mengalaminya. Di area yg lain, anak2 sekarang mana tau bagaimana nikmatnya mencari stasiun radio dari benua lain menggunakan radio SW di jaman yg serba digital saat ini. Di lain hal, ketika saya coba cari2 di radio sw skrg, ternyata juga banyak yg sudah tutup siarannya, beralih ke digital. Jadi, memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh kita/saya selain menerima perubahan itu sendiri.

*maaf malah ngelantur ke luar bahasan otomotif hahaha
Andaru
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 28
Joined: 08 Apr 2020, 07:37
Location: Jember
Daily Vehicle: Honda Scoopy

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by Andaru »

Menurut saya salah 1 yg menyebabkan semakin cepat meningkatnya trend EV adalah peraturan di negara2 maju seperti EU, kalo tidak salah tahun 2025 sudah diusulkan pelaksanaan EURO7 dimana EURO6 saja sepertinya sudah ketat sekali aturannya untuk mengembangkan ICE
User avatar
jar-jit-no
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 734
Joined: 29 Nov 2012, 12:58
Location: Malang city

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by jar-jit-no »

POV yg sangat menarik om akulemu

Analoginya tepat banget bandingin HP jaman dulu dan skrg. Begitu harganya masuk common sense, BOOM
EV cars jg skrg masih di fase yang sama..ganjalan utamanya soal HARGA dan INFRASTRUKTUR (charging station). Ketika 2 persoalan itu terpecahkan, infrastruktur lengkap, harganya masuk common sense (harga jual, battery replacement) akan bisa jadi BOOM jg..

sangat mungkin terjadi dalam 10-20 years from now
4A91 4at - Slow Driver
User avatar
setsuka09
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 559
Joined: 26 Jun 2015, 16:04

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by setsuka09 »

Sy ga mau bahas lagi soal ICE vs EV, liat saja dalam dekade ini ( bisa aja sebeum dekade ini selesai ) sperti apa market otomotif lokal & global..

Dari sekian banyak pertimbangan soal mintenance harga charging dst, yg mau sy tambahkan disini disruptive yg dibawa EV kemarket selain bidang energy & transportasi yaitu AI, kemampuan EV ke depan yg di "agung" kan para supporter EV yaitu autopilot, FSD, alias mobil jalan otomatis dari poin A ke B tanpa campur tangan driver.

Inilah salah satu faktor yg membuat pamor EV meningkat, saat ini blm ada yg mencapai level 5 autonomous driving alias full jalan sendiri di jual komersial di market selain versi beta testing terbatas, dan jujur sy agak skeptis jg u/ implementasi massal fitur satu ini bukan dari sisi teknologi tapi lebih ke regulasi, pasti akan ada & tentu perlu UU aturan baru yg beradaptasi dgn teknologi ini, dan regulasi ini sepenuhnya ditentukan kesigapan & kematangan berpikir para regulator / pemerintah masing2 domain..kebayang kan betapa "sigapnya" & cekatannya regulator di bbrp wilayah.

Dan yg lebih kontroversial lagi yaitu sistem subscribtion u/ menjalankan fitur tsb yg skemanya sdh dijelaskan secara garis besar oleh Tesla, update terakhir Ford yg akan kolaborasi dgn Google & Apple dgn Hyundai KIA akan ikut meramaikan pertempuran adu feature ini, campur tangan mega tech companies akan mempercepat akselerasi adopsi massal dr EV secara global, terlepas soal harga yg sedikit dibahas diatas itu pada wktnya tdk akan jd masalah krn harga akan semakin terjangkau, yg bisa membuat ini terjadi ya karena skema subscribtion ini, simpel nya pakai subsidi silang, kl yg follow perkembangan tech pasti tau skema bisnis smartphone skrg jg mulai beralih kesini.

Jadi kl ditanya apakah ini propaganda massal globalis?
Jawaban saya bukan...ini sudah jadi gerakan global..
pengendiesel
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1308
Joined: 22 May 2016, 11:20

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by pengendiesel »

mr_mytplx wrote: 07 Feb 2021, 19:49 TLSA itu too big to fail.
Seriously? As for me, nothing is too big to fail, absolutely nothing.

Kalo ngeliat sejarah panjang negara2 di dunia, banyak kok dari kekuatan super power yang fail, apalagi cuma sekedar TSLA, gak ada yang gak mungkin :big_peace:
User avatar
Jose
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 434
Joined: 02 Jan 2008, 12:19
Location: Southern Batavia
Daily Vehicle: Toyota Camry V6 35Q Mitsubishi Xpander Chevrolet Trax
Contact:

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by Jose »

MOMENTUM

Saya pernah nonton film semi dokumenter independen yg kalau tidak salah berjudul Fahrenheit, disitu diperlihatkan betapa sulitnya orang bahkan pabrikan mobil mengembangkan mobil listrik. Bukan karena resources nya tidak ada, tapi karena tekanan dari Rezim penguasa global yaitu para Raksasa2 Oil & Gas.

Long story short, sampailah kita di zaman digitalisasi, desrupsi or whatever you says, dimana selain Microsoft, muncul raksasa2 baru dari sektor IT dan terapannya seperti Google, Apple, Samsung, Facebook, Amazon, Tencent dan....Tesla.

Tidak seperti sebelumnya, sejak Tesla hadir, pengembangan mobil2 EV seakan tidak ada yg membendung. Dan sampailah kita ke masa..

COVID-19

Dimana dampak paling parah adalah semua industri yang hidup dari pergerakan, dan menggunakan bahan bakar fosil. Industri oil & gas seperti seorang raja yang kerajaannya dihajar habis-habisan dari berbagai arah, dan tinggal menunggu waktu untuk di dethrone

Buktinya, isu-isu hijrah ke EV makin masif dilakukan di banyak negara semenjak badai Covid ini terjadi

Yes, REZIM penguasa Global sedang berganti
Increase speed = increase Risk
mr_mytplx
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 1249
Joined: 20 Apr 2009, 13:17

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by mr_mytplx »

pengendiesel wrote: 08 Feb 2021, 08:52
mr_mytplx wrote: 07 Feb 2021, 19:49 TLSA itu too big to fail.
Seriously? As for me, nothing is too big to fail, absolutely nothing.

Kalo ngeliat sejarah panjang negara2 di dunia, banyak kok dari kekuatan super power yang fail, apalagi cuma sekedar TSLA, gak ada yang gak mungkin :big_peace:
Coba di googling lg om arti too big to fail di konteks wall street. :big_okay:
Jose wrote: 08 Feb 2021, 08:55 MOMENTUM

Saya pernah nonton film semi dokumenter independen yg kalau tidak salah berjudul Fahrenheit, disitu diperlihatkan betapa sulitnya orang bahkan pabrikan mobil mengembangkan mobil listrik. Bukan karena resources nya tidak ada, tapi karena tekanan dari Rezim penguasa global yaitu para Raksasa2 Oil & Gas.

Long story short, sampailah kita di zaman digitalisasi, desrupsi or whatever you says, dimana selain Microsoft, muncul raksasa2 baru dari sektor IT dan terapannya seperti Google, Apple, Samsung, Facebook, Amazon, Tencent dan....Tesla.

Tidak seperti sebelumnya, sejak Tesla hadir, pengembangan mobil2 EV seakan tidak ada yg membendung. Dan sampailah kita ke masa..

COVID-19

Dimana dampak paling parah adalah semua industri yang hidup dari pergerakan, dan menggunakan bahan bakar fosil. Industri oil & gas seperti seorang raja yang kerajaannya dihajar habis-habisan dari berbagai arah, dan tinggal menunggu waktu untuk di dethrone

Buktinya, isu-isu hijrah ke EV makin masif dilakukan di banyak negara semenjak badai Covid ini terjadi

Yes, REZIM penguasa Global sedang berganti
kl pergantian rezimnya damai sih ga masalah. tp kl rezim lama tak mau menyerahkan kekuasaan tanpa berperang itu yg masalah.
b0ku
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1591
Joined: 12 Jul 2013, 11:18
Daily Vehicle: DAKAR 2012 AND 2013 GE8 TYPE S

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by b0ku »

jar-jit-no wrote: 08 Feb 2021, 08:17 POV yg sangat menarik om akulemu

Analoginya tepat banget bandingin HP jaman dulu dan skrg. Begitu harganya masuk common sense, BOOM
EV cars jg skrg masih di fase yang sama..ganjalan utamanya soal HARGA dan INFRASTRUKTUR (charging station). Ketika 2 persoalan itu terpecahkan, infrastruktur lengkap, harganya masuk common sense (harga jual, battery replacement) akan bisa jadi BOOM jg..

sangat mungkin terjadi dalam 10-20 years from now
masalahnya gak ada hp tua yang harganya naek berkali2x lipat dari harga baru yang ada HP makin tua makin jadi sampah , beda sama mobil ada beberapa yang makin tua malah makin jd barang mewah dan mahal :wkkk:

ud berapa taon ini harga mobil tua makin mengilla kemaren aja saya baru liat COPET c2 kondisi busuk asal gelinding dijual 1/2m di amrik....

coba aja nonton tv2x education & knowledge acaranya gak jauh2x dari mobil tua sama mesin V8 :wkkk: kenapa?? karena audiencenya lebih suka liatin gituan kalo bahas EV 1 episode juga kelar dan gak menarik....:ngacir:

gak bisa di samain sama HP banyak faktor ICE itu terlalu nyaman dan kadang jualan emosi selama loe cuma ngandelin tech batre gak bakalan EV maju karena kurang convinent kalo mau berkembang power sourcenya musti di ganti dulu.....hidrogen, reactor fusi??? mungkin mr fushion atau arc reactor kek di film2x kayalan???? :big_think:
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11442
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by ChZ »

b0ku wrote: 08 Feb 2021, 09:12 masalahnya gak ada hp tua yang harganya naek berkali2x lipat dari harga baru yang ada HP makin tua makin jadi sampah , beda sama mobil ada beberapa yang makin tua malah makin jd barang mewah dan mahal :wkkk:

ud berapa taon ini harga mobil tua makin mengilla kemaren aja saya baru liat COPET c2 kondisi busuk asal gelinding dijual 1/2m di amrik....

coba aja nonton tv2x education & knowledge acaranya gak jauh2x dari mobil tua sama mesin V8 :wkkk: kenapa?? karena audiencenya lebih suka liatin gituan kalo bahas EV 1 episode juga kelar dan gak menarik....:ngacir:

gak bisa di samain sama HP banyak faktor ICE itu terlalu nyaman dan kadang jualan emosi selama loe cuma ngandelin tech batre gak bakalan EV maju karena kurang convinent kalo mau berkembang power sourcenya musti di ganti dulu.....hidrogen, reactor fusi??? mungkin mr fushion atau arc reactor kek di film2x kayalan???? :big_think:
itu dia yang gw bilang irony, justru ketika lagi rame dibahas EV malah ni nama nama lama macem Celica ama Fairlady akan dibangkitkan lagi... not to mention yang udah-udah macem NSX dan Supra. Amerika masih bikin mesin-mesin V8 gila dan akan terus begitu.

otomotif itu sektor yang unik. satu sisi dia appliance kaya genset beroda, di sisi lain dia juga barang yang hidup dari lifestyle, hobby, heritage. V8 V10 V12 itu bkn sekedar istilah teknikal tapi juga sudah menjadi heritage. manual transmission walau dibilang udah hampir punah tapi coba lihat enthusiasm ketika honda civic type R muncul pake only manual, atau subaru WRX STI misalnya...

ponsel beda. saya crita sedikit waktu awal BB muncul itu saya sebenernya ga terlalu into the hype. lihat bentuknya BB ga suka, batrenya boros ga kayak nokia saya... tapi yang inevitable adalah ketika saya akhirnya pakai BB karena beberapa fitur non-aksesibel di nokia jadul saya. bbrp grup kelas di SMA koordinasi dan info semua pakai BBM...

dulu saya jg ngotot ga suka hp touch screen... ya akhirnya harus living with it dengan segala inconvenience nya karena memang "kebutuhan" komunal (everyone uses it). until today I still think touch screen sucks, ngetik sering salah dan kalo hpnya mati total ga bisa diapa-apain ya sudah it's dead. bawa ke service center.

tp kalo sekomplek saya semua pakai TESLA misalnya apakah saya juga akhirnya harus beli satu juga ? I don't think so. saya tetep bisa stick dengan honda civic saya selama pom bensin masih ada. saya ngga perlu buying the hype bahkan ketika diiming-imingi kemudahan subsidi because I don't like it. apalagi indonesia yang mana mobil masih barang mewah.

satu-satunya yang bisa bikin kita beralih ke EV total adalah ketika pom bensin hilang total. itu yang bikin kita bener-bener gak ada pilihan kayak oil crisis di '70s. itupun sejak oil crisis apa amerika berubah total ya tidak juga... V8 big trucks tetap menduduki posisi terlaris kok.

masalahnya pom bensin sulit - kalau hampir tidak mungkin punah. iya mobil bisa jadi electric, kebutuhan lain tetep butuh minyak tho ? pom bensin akan punah ketika there is literally no demand for it - business model berubah (mungkin jadi SPKLU), tp kapan ? entahlah... maybe not for the next 10-20 years.

kalaupun pom bensin akhirnya berkurang pada akhirnya mungkin beli pertamax turbo pake jerigen pesen lewat tokopedia atau nanti beli mobil sekalian beli subscription bensin dikirim tiap bulan ke depan rumah :big_biglaugh:

yang kedua ya ketika tidak ada mobil bensin baru lagi dijual. makanya akhirnya "curang" dengan merencanakan total ban utk new ICE car sales. ini pun kayaknya tdk akan berjalan mulus...
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
pengendiesel
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1308
Joined: 22 May 2016, 11:20

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by pengendiesel »

mr_mytplx wrote: 08 Feb 2021, 09:08
pengendiesel wrote: 08 Feb 2021, 08:52
mr_mytplx wrote: 07 Feb 2021, 19:49 TLSA itu too big to fail.
Seriously? As for me, nothing is too big to fail, absolutely nothing.

Kalo ngeliat sejarah panjang negara2 di dunia, banyak kok dari kekuatan super power yang fail, apalagi cuma sekedar TSLA, gak ada yang gak mungkin :big_peace:
Coba di googling lg om arti too big to fail di konteks wall street. :big_okay
Waduh, ampun suhu!! Saya belum pernah ke jalan dinding itu :big_biglaugh:

Mungkin bisa share povnya om sehingga bilang TSLA is too big to fail. Mulai dari definisi too big to fail itu sendiri menurut om seperti apa, serta data dan fakta yang mendukung sehingga TSLA bisa dikategorikan ke kelompok tsb. Sapa tau saya jadi tertarik memasukkan TSLA ke portfolio :big_peace:

Soalnya buat saya, sekedar harga saham ngelipat 5x dan lagi diagung2kan oleh semua orang, gak otomatis jadi too big to fail.
b0ku
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 1591
Joined: 12 Jul 2013, 11:18
Daily Vehicle: DAKAR 2012 AND 2013 GE8 TYPE S

Re: Electric Vehicle. Globalism Mega Propaganda or Petrolhead's Ugly Truth?

Post by b0ku »

ChZ wrote: 08 Feb 2021, 10:05
b0ku wrote: 08 Feb 2021, 09:12 masalahnya gak ada hp tua yang harganya naek berkali2x lipat dari harga baru yang ada HP makin tua makin jadi sampah , beda sama mobil ada beberapa yang makin tua malah makin jd barang mewah dan mahal :wkkk:

ud berapa taon ini harga mobil tua makin mengilla kemaren aja saya baru liat COPET c2 kondisi busuk asal gelinding dijual 1/2m di amrik....

coba aja nonton tv2x education & knowledge acaranya gak jauh2x dari mobil tua sama mesin V8 :wkkk: kenapa?? karena audiencenya lebih suka liatin gituan kalo bahas EV 1 episode juga kelar dan gak menarik....:ngacir:

gak bisa di samain sama HP banyak faktor ICE itu terlalu nyaman dan kadang jualan emosi selama loe cuma ngandelin tech batre gak bakalan EV maju karena kurang convinent kalo mau berkembang power sourcenya musti di ganti dulu.....hidrogen, reactor fusi??? mungkin mr fushion atau arc reactor kek di film2x kayalan???? :big_think:
itu dia yang gw bilang irony, justru ketika lagi rame dibahas EV malah ni nama nama lama macem Celica ama Fairlady akan dibangkitkan lagi... not to mention yang udah-udah macem NSX dan Supra. Amerika masih bikin mesin-mesin V8 gila dan akan terus begitu.

otomotif itu sektor yang unik. satu sisi dia appliance kaya genset beroda, di sisi lain dia juga barang yang hidup dari lifestyle, hobby, heritage. V8 V10 V12 itu bkn sekedar istilah teknikal tapi juga sudah menjadi heritage. manual transmission walau dibilang udah hampir punah tapi coba lihat enthusiasm ketika honda civic type R muncul pake only manual, atau subaru WRX STI misalnya...

ponsel beda. saya crita sedikit waktu awal BB muncul itu saya sebenernya ga terlalu into the hype. lihat bentuknya BB ga suka, batrenya boros ga kayak nokia saya... tapi yang inevitable adalah ketika saya akhirnya pakai BB karena beberapa fitur non-aksesibel di nokia jadul saya. bbrp grup kelas di SMA koordinasi dan info semua pakai BBM...

dulu saya jg ngotot ga suka hp touch screen... ya akhirnya harus living with it dengan segala inconvenience nya karena memang "kebutuhan" komunal (everyone uses it). until today I still think touch screen sucks, ngetik sering salah dan kalo hpnya mati total ga bisa diapa-apain ya sudah it's dead. bawa ke service center.

tp kalo sekomplek saya semua pakai TESLA misalnya apakah saya juga akhirnya harus beli satu juga ? I don't think so. saya tetep bisa stick dengan honda civic saya selama pom bensin masih ada. saya ngga perlu buying the hype bahkan ketika diiming-imingi kemudahan subsidi because I don't like it. apalagi indonesia yang mana mobil masih barang mewah.

satu-satunya yang bisa bikin kita beralih ke EV total adalah ketika pom bensin hilang total. itu yang bikin kita bener-bener gak ada pilihan kayak oil crisis di '70s. itupun sejak oil crisis apa amerika berubah total ya tidak juga... V8 big trucks tetap menduduki posisi terlaris kok.

masalahnya pom bensin sulit - kalau hampir tidak mungkin punah. iya mobil bisa jadi electric, kebutuhan lain tetep butuh minyak tho ? pom bensin akan punah ketika there is literally no demand for it - business model berubah (mungkin jadi SPKLU), tp kapan ? entahlah... maybe not for the next 10-20 years.

kalaupun pom bensin akhirnya berkurang pada akhirnya mungkin beli pertamax turbo pake jerigen pesen lewat tokopedia atau nanti beli mobil sekalian beli subscription bensin dikirim tiap bulan ke depan rumah :big_biglaugh:

yang kedua ya ketika tidak ada mobil bensin baru lagi dijual. makanya akhirnya "curang" dengan merencanakan total ban utk new ICE car sales. ini pun kayaknya tdk akan berjalan mulus...
emang mafia batrey itu lebih parah maenannya palagi mereka lagi diatas angin maen isu lingkungan musti ada yang bawa isu lingkungan nikel juga nih biar pada tau gak sclean yang digebor2x kan apalagi toxic batre bisa ngerusak tanah :ngacir:

dari segi goverment lebih gampang kontrol penduduknya pada rese lsg cut power grid aja lumpuh semua penduuknya gak bisa gerak apalagi yang baru charging 5% :wkkk:

dengan curangnya kendaraan militer mereka pake combustion semua karena bisa di hajar sana sini :ngacir:
Post Reply