Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Mau review kendaraan yang ada? Silakan post disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

Post Reply
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

Intro
Akhir tahun 2014, Berawal dari kebutuhan crossover SUV A/T, tapi spesifik cari yang diesel. Waktu itu pilihan umum seperti CR-V atau X-Trail bermesin bensin dan hanya 2 baris. Kata temen yang naik CR-V gen 3, CR-V dalam kota sangat boros, kalo dibanding mobil saya yg waktu itu Yaris 2010. Karena saya kerja di alat berat, sudah biasa kerja diesel, dan saya paham betul umumnya mesin diesel lebih efisien dari bensin, apa tidak ada crossover SUV diesel, bersasis monokok?

Ada Hyundai Santa Fe tapi waktu itu sangat jarang di jalan, dan harganya mencapai 500 juta saat Fortuner masih 400 jutaan. Atau kalo mau diesel di bawah 350 juta ya mobil sejuta umat innova GNKI tipe G atau V diesel A/T, bermesin 2.5 2KD-FTV bertenaga 102 PS. Test drive dan ya gitulah rasa bantingannya, terutama goyangan kiri kanannya yang bikin mual. Itu juga yang bikin saya ga tertarik ke SUV ladder frame seperti Pajero Sport atau Fortuner. Saya ga perlu sasis truk yang limbung dan live axle yang ga nyaman. saya ingin sasis seperti sedan atau wagon, suspensi independen,irit, namun dengan ground clearance yang cukup untuk menlintasi pantura yang belum tersambung tol.

Setelah google, ketemulah Chevrolet Captiva. saya pelajari speknya. 163 PS? gede banget untuk mobil seharga 350 jutaan. Torsi 400 Nm? Edan, ngalah2in Pajero Sport Dakkar lama di 360 Nm. Transmisi 6 speed tiptronik? mobil Jepang mentok 4-5 speed waktu itu. Chassis monokok, ground clearance tinggi, suspensi independen. This ticks all the boxes, I thought. Jadi test drive di Chevrolet Sun Motor di Sulawesi, Surabaya, nego-nego, dan akhirnya sampailah sebuah Chevrolet Captiva di garasi rumah.

7 tahun berjalan, Captiva ini masih jadi mobil tempur saya. 120 ribu km sudah ditempuh oleh mobil ini. ke Barat hingga ke Lampung, ke Selatan hingga ke Pelabuhan Ratu, Dieng Yogya, Blitar, Bromo, Ijen, Bali sudah dicapai mobil ini. Ada suka dan duka selama pelihara mobil ini. Mulai dari pamitnya Chevrolet dari Indonesia, sempet part susah dicari dan mahal, hingga berangsur-angsur kembali normal, sampai aftermarket mulai membanjiri pasar.

Background
Captiva yang belum rebadge dari Wuling Almaz lahir dari GM Theta platform yang konsepnya muncul tahun 2004. Dikembangkan oleh Daewoo yang trus menjadi GM Korea. Generasi pertama lahir tahun 2006, lalu masuk Indonesia tahun 2008. Generasi ini umumnya disebut sebagai NFL (Non Facelift), kode family C100. Bermesin VM Motori RA 420 1991cc SOHC diesel 150 ps torsi 320 nm, dan GM Family II 2.4 bensin 171 ps torsi 220 nm. Transmisi otomatis Aisin 55-51LE 5 speed atau 5 speed manual.

Tahun 2011 generasi 2 lahir dengan kode family C140. Di sini dikenal dengan FL (facelift) 1. Meski facelift, mesinnya berubah untuk diesel menjadi GM Z20 LNP DOHC 161 ps torsi 360 nm, sementara yg bensin tetap sama. Bagian depan mendapat perubahan, sementara bagian belakang tetap mirip NFL. Transmisi otomatis menggunakan transmisi GM 6T40 6 speed.

Tahun 2014 Captiva di facelift lagi, di sini dikenal menjadi FL2. mesin dieselnya ada peningkatan sedikit menjadi 163 ps, torsi naik menjadi 400 nm. Di sini bagian depan sama, namun bagian belakang diupdate. Detil updatenya akan direview di bawah.

Tahun 2016 Captiva di facelift lagi, di sini disebut FL3. yang mesin bensin distop. Sekali lagi bagian depan yang diupdate, sementara bagian belakang masih mirip FL2. Inilah generasi Captiva terakhir di Indonesia, walaupun di luar negeri nama Captiva dilanjutkan dengan merebadge Wuling Almaz.

Exterior

Image

karena umur produksi Captiva lumayan panjang dari 2008 sampai FL3 terakhir 2017, secara model udah keliatan uzur. Meski begitu, tetap enak dilihat mata. Di NFL & FL1, kaca belakang dapat dibuka terpisah dengan pintu bagasi. Sejak FL2 jadi paten. Gantinya di FL2 dapat LED rear fog lamp dan Full LED rear light. Cukup keren sih. Rear fog lamp itu berguna banget waktu hujan deras, supaya kita ga ikut2an nyalain hazard yang sering dikritik pakar safety driving. Lalu knalpot dari standar dual muffler dengan tip trapesium. Bagusnya dual muffler ini fungsional, bukan fake.
Captiva juga sudah dilengkapi roof rail, tinggal tambah cross bar untuk masang roofbox.

Image

Fitur-fitur dan interior

Image

Ya kalo dibanding mobil sekarang ya spartan bgt, tapi untuk mobil 350 juta tahun itu dah lumayan. Stir tilt dan teleskopik, lengkap dengan kontrol audio dan AC. Diameter setir besar, jadi kalo manuver ruang sempit agak jauh puterannya, tapi kalo buat perjalanan jauh jadi nyaman.

head unit LCD dot matrix dengan bluetooth dan USB, walopun spartan tapi buatan Clarion, jadi kualitas audio dengan 4 speaker dan 2 subwoover cukup jernih. bluetooth bisa dikoneksikan baik dengan iphone maupun android, walopun ada merek hp yang agak buggy. Meski begitu HP saya Realme cukup oke dipair via bluetooth, dapat menerima telepon maupun Whatsapp call dengan baik.
Yang saya suka itu tombol2 baik di head unit maupun A/C gede2. Nyetir seminggu saja sudah ga perlu liat posisi tombol2. Dan dengan mobil sekarang yang serba touchscreen, rasanya pake tombol itu enak bgt, ga perlu pandangan lepas dari jalan untuk ganti suhu A/C atau ganti channel radio. Tombol tombol serba gede itu karena di negara dingin, tombol2 ini harus nyaman dioperasikan driver yang pake gloves.

Nah fitur yang jarang dipunya mobil merek lain bahkan di mobil 500 jutaan, itu A/C dual zone dengan heater. kalo suhunya disetel max, itu bener2 angin hangat yang keluar dari A/C. Yap, Captiva dilengkapi heater core, sehinga SANGAT NYAMAN mengunjungi daerah dingin seperti Dieng atau Ijen.

Transmisi sudah dilengkapi tiptronik (mode manual). Tuas cukup digeser di kiri, gigi 1-3 untuk kecepatan di bawah 40 km/jam, gigi 4 dibuka mulai kecepatan 40 km/jam, gigi 5 kecepatan 60 km/jam, dan gigi 6 80 km/jam. Di odometer ada indikator transmisi P-R-N-D, dan 1-6 bila mode manual aktif. Enaknya tuasnya ini cukup gede dan pas di tangan. Ga kekecilan dan ga kegedean. Tombol ECO untuk mode irit di sisi kiri tuas transmisi, ini di NFL tombolnya disebut mode snow (salju).
mulai FL1 rem parkir sudah EPB, dengan auto release. Jadi kalo di macet di tanjakan, tinggal di gas release sendiri parking brakenya.

Jok untuk saya yang 178 cm sih pas, tapi untuk istri saya yg 159 cm berasa kegedean. Kepala istri saya ga nyampe di headrest. Ya karena Captiva waktu itu mobil global ya, dijual juga untuk pasar Australia, Eropa, dan Amerika dengan berbagai brand GM yang lain (Holden, Opel, Vauxhall). Jadi proporsinya pas untuk bule.

Laci depan (glovebox) dilengkapi lampu, nyaman ngambil barang dari laci malem2.

Baris kedua dapat dilipat 40-60 dan dapat dilipat rata dengan baris ketiga. Enaknya juga karena FWD baris kedua ini rata tidak ada punuk lantainya. Sehingga ruang kaki baris kedua sangat nyaman. Headrest juga lengkap 3 biji sehingga orang yg ditengah tetap nyaman, ga merasa dianaktirikan kayak di beberapa merek lain.

Lucunya baris ke-2 ini ga dapet blower, tapi yg dapat blower malah baris ke-3. Kalo baris ke-3 ga dipake, blower saya arahkan miring ke depan.

Captiva saya ini standardnya tidak ada DRL, tapi ada auto on/off. Gelap dikit atau mendung lampu auto-nyala. Kalo di Eropa sih berguna banget karena banyak tunnel, tapi di sini jadi aneh soalnya sore dikit lampu sudah nyala sendiri. Bisa dimatikan sih.

Minusnya di FL 1-2 belum ada electric retractable mirror, masih manual. belum ada tombolnya padahal motornya sudah terpasang :big_slap: . Saya tambah pasang sendiri di bengkel. Selain itu cruise control juga kurang tombol saja, tinggal tukar dengan dengan kontrol A/C di setir.
Belum ada kamera mundur, wajar untuk mobil tahun segitu, kamera mundur belum umum jadi fitur standar. Saya tambah sendiri yang bareng berfungsi sebagai dashcam.
Antenanya model printed glass di kaca kiri belakang, radio receptionnya kurang bagus. Gambarannya kalau biasa dengar radio SS mobil biasa sampe Lawang baru kresek-kresek, saya lewat Lawang sudah ga kedengaran. Udah gitu kalo arah pulang karena antenanya di belakang mobil jadi kresek2 trus sampe Pandaan baru jelas.
Nah untuk captiva sampe tahun 2014, lamp switch kebalik dengan mobil jepang yaitu di kiri, wiper switch di kanan. Jadinya 'maksa' driver nyetir 2 tangan.
Jok baris ketiga walopun nyaman tapi sempit. Jok baris 2 tidak dapat dimaju mundurkan.

Safety
standar 2 airbag dan rem ABS,EBD, BA, serta pintu side impact beam. ya kalo pake seatbelt insya Allah selamat lah. rear disc brake juga yg bikin saya pilih ambil captiva waktu itu. karena waktu itu hampir semua merek mobil 3 baris di bawah 400 juta dapatnya tromol. Ini terbukti kepake di jalur-jalur ekstrem yang sering bikin rem overheat seperti Cangar, Mojokerto. Kalo ngopi2 deket jalur darurat waktu hari libur, pasti ada aja yg masuk ke jalur darurat. Kadang-kadang netizen mentingin bisa nanjak, lupa kalo rem mumpuni atau tidak.

Driving
Mesin powerful di kelasnya dan torsi 400 nm itu bikin tanjakan terasa enteng. Turbo agak ngelag sih, terutama di bawah 2000 rpm, tapi sebentar saja. Suspensi kaku tapi ga sekaku CR-V. Cukup enak dipake jarak jauh menhajar jebakan betmen pantura. Di jalur yang sama dulu waktu masih pake Jazz GE8 bisa benjol ban atau velg bengkok, captiva saya hajar saja. Suspensi macpershon depan dengan stabilizer, dan multilink belakang dengan stabilizer, artinya kalau ban kiri masuk lubang, ban kanan tidak terpengaruh, sehingga body olengnya minim. Tikungan juga lumayan enak, di tikungan yang tajam saat SUV tinggi mentok berani di bawah 50 km/jam, saya bisa di 60 km/jam.Handling saya bisa bilang setara dengan medium crossver SUV Jepang yang bobotnya lebih ringan.

Shock belakang aslinya self auto-levelizer , bikin mobil ga berasa mendongak dengan beban, dengan toleransi +/- 1 cm. Kalo sudah jebol mahal parah, rata-rata owner lain ganti ke yg non-levelizer. Saya biasa pake biosolar, mungkin kalo pake dex lebih enak larinya.

Fuel Consumption
Saya pakai biosolar maupun dex tidak ada bedanya. Rata-rata full tank saya isi 58 liter (Rp. 300.000) itu untuk 500 km an kalo dalkot. kalo lukot mungkin bisa 600 km (tapi saya ga pernah kalo lukot sampe lampu warning nyala, paling tinggal 1/4 isi lagi). Saya isi full dari Surabaya, sampe Denpasar itu masih ada 1/4 di jarum BBM. Walopun nih FWD, diesel, 6 speed yang secara teori harusnya irit, ternyata Captiva ini ga irit-irit amat, tapi ya ga boros juga sih.

Maintenance Selama Ownership
1. Gentong - momok Captiva owner se-Indonesia. Karena saya pakai solar yang waktu itu sulfurnya 3000 ppm, dealer pake oli dexos 2, dan saya memperlakukan Captiva seperti mobil jepang. Akhirnya kemakan silinder saya. Dimulai tiba-tiba indikator low pressure oil nyala. Untung sudah dekat rumah. Saya tambahin oli dan kalongnya lumayan banyak, masuk 1,5 liter. Saya coba klaim dan Alhamdulillah klaim garansi diterima tanpa heboh2. waktu itu dijadwal mobil akan dikerjakan 2 bulan kemudian dan makan 2 bulan pula pengerjaaanya. Blok mesin dikorter ulang, piston ganti, metal metal ganti. Gratis. Belakangan saya ngobrol sama bengkel spesialis Captiva di Surabaya, rata-rata habisnya kisaran 16-18 jutaan.
Terdiri dari:
ring piston set = 3,6 juta
piston: 1,45 juta x 4 = 5,8 juta
gasket set = 2.55 juta
metal duduk = 875 ribu
metal jalan = 1,315 juta
Filter & oli
jasa korter
jasa bengkel

2. Ganti bushing tuas kabel transmisi, ini cepat ato lambat pasti pecah, karena aslinya plastik. Tiap bengkel spesialis Captiva pasti udah prepare bushing bubut dari metal sebagai gantinya.
3. Selang manifold turbo standar gampang robek, saya diganti bengkel spesialis pake selang hidrolik 1,5 dim, jauh lebih awet dan bikin tarikan lebih responsif.
4. Ganti Kompresor A/C, Evap, dan valve, dan ongkos kerja: 9.5 juta
5. Shock depan jebol, ganti mando 2.5 juta per set. Bushing arm depan juga cepat kalah Captiva ini, kira2 umurnya 50 ribu km.
6. Throttle body mati, ganti copotan 2.3 juta
7. Roller, tensioner dan damper pulley bunyi 3 juta
8. Aki lumayan mahal karena harus model 60030 (DIN 100) 100 ah.
9. Ban ukuran standar paling murah Dunlop Grantrek AT22 235/60 R17, 950 ribuan 1 biji. Bisa sih pindah ke ukuran yang lebih umum 225/65 R17 kalo mau lebih murah.

Tips maintance yang selama ini saya lakukan:
1. Ganti oli+filter di 7000 km - 8000 km, ganti filter solar per 2x ganti oli. Oli 5w-30 atau 5w-40 dengan ACEA A/B atau API CJ ke atas.
2. Selalu bawa OBD di mobil, sewaktu-waktu lampu check engine nyala bisa segera ditangani.
3. Ganti oli transmisi 3 kali ganti ganti oli. Oli transmisi yang fresh bikin transmisi awet.

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
fl4b1e
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 261
Joined: 27 Dec 2015, 22:18

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by fl4b1e »

Wah mantap banget reviewnya Om! luar biasa.. komplit dan jelas!

Kebayang banget memelihara Captiva kayak melihara anak sendiri.

bedanya kalau spin diesel 52 liter Dex, bisa sampai jarak 600-700an km.

Dahulu pas masih melihara adiknya Captiva Chevi Spin Diesel, ganti aki yang DIN juga abis 2.4 jutaan.
AC itu saya habis banyak juga, ganti kompresor ke Denso habis 5 jutaan dan extra fan habos hampor 2 jutaan karena pasang dudukan baru.

Pernah TD naik Captiva sih kesan saya nyaman. Sampai ayah saya tanya ke saya, kenapa gak ganti Captiva saja Spinnya?..

Akhirnya, nguliklah saya cjannel youtube kayak Obengnya Proleevo. Kalau Santa Fe, mmm.. beda kelas, diatas Captiva memang, demikian pula biaya pemeliharaan kaki-kakinya..

Namun, akhirnya memutuskan tuk memperioritaskan biaya sekolah anak dibanding beli Captiva second.. maklum mobil lmpv 7 seater baru buat saya sebagai pengguna gak usah mikirin ganti oli dan spare part sampai 50 ribu km:) serta mengingat lagi pandemi tahiun lalu dan mobil sering jadi garage queen :)

Great review Om!
ariswp
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 181
Joined: 19 Dec 2016, 15:39

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by ariswp »

Yang varian 2.4 bensin sepertinya lebih "safe bet" ya? Meskipun bakal lebih boros dan lemot, tapi ada gak sih varian 2.4 yg FL1 dan keatasnya, kalo yang 2.4 PFL kadang masi ketemu di daerah2
Present
R20A 5AT 08
R18Z CVT 17
L12B CVT 17

Past
G15B 5MT 00
K20A 5MT 03
J20A 5MT 08
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

fl4b1e wrote: 24 Mar 2022, 06:20 Wah mantap banget reviewnya Om! luar biasa.. komplit dan jelas!

Kebayang banget memelihara Captiva kayak melihara anak sendiri.

bedanya kalau spin diesel 52 liter Dex, bisa sampai jarak 600-700an km.

Dahulu pas masih melihara adiknya Captiva Chevi Spin Diesel, ganti aki yang DIN juga abis 2.4 jutaan.
AC itu saya habis banyak juga, ganti kompresor ke Denso habis 5 jutaan dan extra fan habos hampor 2 jutaan karena pasang dudukan baru.

Pernah TD naik Captiva sih kesan saya nyaman. Sampai ayah saya tanya ke saya, kenapa gak ganti Captiva saja Spinnya?..

Akhirnya, nguliklah saya cjannel youtube kayak Obengnya Proleevo. Kalau Santa Fe, mmm.. beda kelas, diatas Captiva memang, demikian pula biaya pemeliharaan kaki-kakinya..

Namun, akhirnya memutuskan tuk memperioritaskan biaya sekolah anak dibanding beli Captiva second.. maklum mobil lmpv 7 seater baru buat saya sebagai pengguna gak usah mikirin ganti oli dan spare part sampai 50 ribu km:) serta mengingat lagi pandemi tahiun lalu dan mobil sering jadi garage queen :)

Great review Om!
Makasih om. Kalo yang depan sih sama saja. Yang belakang itu sekarang ada yang Mando levelizer itu 3,7 juta 1 biji, atau 7,2 juta sepasang. Kalo yang non levelizer lebih murah.
ariswp wrote: 24 Mar 2022, 08:05 Yang varian 2.4 bensin sepertinya lebih "safe bet" ya? Meskipun bakal lebih boros dan lemot, tapi ada gak sih varian 2.4 yg FL1 dan keatasnya, kalo yang 2.4 PFL kadang masi ketemu di daerah2
Iya sih om. Yang 2.4 FL lebih jarang, saya cuma pernah liat sekali di Surabaya. Mungkin waktu itu pasarnya sama kayak saya, cari sasis monokok tapi diesel. Kalo diesel sudah overhaul justru lebih tahan dari barunya om. Karena mesin dikorter, dibuatkan liner baru yang disok sebagai dinding silinder. Kalo blok aslinya sleeveless seperti mobil modern kebanyakan tanpa liner, cuma coating. Temen-temen Captiva udah pada tau jangan pake dexos2 / ACEA-C3 dengan BBM sini. Setelah overhaul dan ganti oli yang umum dipake mobil diesel justru lebih tahan. Saya malah pernah pake pertamina meditran SX 15W-40, oke-oke saja tapi lebih kasar waktu start. Jadi saya balik ke 5w-30 atau 5w-40 om, cuma yang ACEA A/B atau API-CJ.
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
rakyatwkwkland
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 541
Joined: 01 Sep 2019, 16:45
Location: Jekardah
Daily Vehicle: K15B-4AT

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by rakyatwkwkland »

Mantabs reviewnya oom, lengkap sangat! :off_good_job:

Ternyata kalo liat cerita ownershipnya, piara captiva diesel ga horor2 amat kalo kata ane mah.
Mungkin kalo pake dex, bisa lebih tenang lagi kali ya.
Pboyz97
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 3679
Joined: 09 Oct 2016, 22:14
Location: East Jakarta
Daily Vehicle: ANKI G Diesel AT 2018

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by Pboyz97 »

nice review om

dulu om saya pernah piara nih tipe sama warna sama tapi tahun 2013 pemakaian januari 2014, sebelum akhirnya 2019 dijual diganti ANR TRD AT ampe skrg, karena waktu itu pabrik chevy tutup yg disusul sm ATPM nya cabut. plusnya mobil ini desain, fitur, driving feel, tarikan dan handlingnya yg mantep. so far 5 tahun pake sih gaada masalah yg aneh2, cuma sevis rutin dan ganti oli aja, odometernya juga pas dijual masih di 43rban kalo gasalah + bbm selalu pake dex dari baru, cuma minusnya ya part lebih mahal dibanding merek jepang, brand image, atpmnya udh cabut + row 3nya yg gak lega2 amat menurut saya
Past:
2006 yaris/2009 GE8/2010 CRV/2013 CX5/2017 Xpander/2019 yaris /2015 avanza/2017 avanza/ 2018 avanza/2021 avanza/2018 CX5/2018 VRZ/2018 HRV
Now:
2019 CRV/2018 RX300/2018 ANKI
FR6
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 362
Joined: 26 Jul 2017, 16:52
Location: Jakarta
Daily Vehicle: LMPV

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by FR6 »

silentIm2 wrote: 24 Mar 2022, 08:21
Iya sih om. Yang 2.4 FL lebih jarang, saya cuma pernah liat sekali di Surabaya. Mungkin waktu itu pasarnya sama kayak saya, cari sasis monokok tapi diesel. Kalo diesel sudah overhaul justru lebih tahan dari barunya om. Karena mesin dikorter, dibuatkan liner baru yang disok sebagai dinding silinder. Kalo blok aslinya sleeveless seperti mobil modern kebanyakan tanpa liner, cuma coating. Temen-temen Captiva udah pada tau jangan pake dexos2 / ACEA-C3 dengan BBM sini. Setelah overhaul dan ganti oli yang umum dipake mobil diesel justru lebih tahan. Saya malah pernah pake pertamina meditran SX 15W-40, oke-oke saja tapi lebih kasar waktu start. Jadi saya balik ke 5w-30 atau 5w-40 om, cuma yang ACEA A/B atau API-CJ.
di korter itu di bubut Om?
dibuat liner baru maksudnya dipakein liner kah?
atau bore di gedein trs ring piston nya upsize?
maap kepo Om, tertarik miara juga soalnya :mky_01:
oh iya, fuel injection pump sama injector ada yg bermasalah gak di kalangan user badak diesel ini?
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

FR6 wrote: 28 Mar 2022, 08:15
silentIm2 wrote: 24 Mar 2022, 08:21
Iya sih om. Yang 2.4 FL lebih jarang, saya cuma pernah liat sekali di Surabaya. Mungkin waktu itu pasarnya sama kayak saya, cari sasis monokok tapi diesel. Kalo diesel sudah overhaul justru lebih tahan dari barunya om. Karena mesin dikorter, dibuatkan liner baru yang disok sebagai dinding silinder. Kalo blok aslinya sleeveless seperti mobil modern kebanyakan tanpa liner, cuma coating. Temen-temen Captiva udah pada tau jangan pake dexos2 / ACEA-C3 dengan BBM sini. Setelah overhaul dan ganti oli yang umum dipake mobil diesel justru lebih tahan. Saya malah pernah pake pertamina meditran SX 15W-40, oke-oke saja tapi lebih kasar waktu start. Jadi saya balik ke 5w-30 atau 5w-40 om, cuma yang ACEA A/B atau API-CJ.
di korter itu di bubut Om?
dibuat liner baru maksudnya dipakein liner kah?
atau bore di gedein trs ring piston nya upsize?
maap kepo Om, tertarik miara juga soalnya :mky_01:
oh iya, fuel injection pump sama injector ada yg bermasalah gak di kalangan user badak diesel ini?
iya om, dikorter itu dibubut, trus dipakein liner. diameter tetap standar, sesuai diameter piston (spek bore x stroke). saya fuel injection pump tidak pernah masalah, 1 injektor dulu pernah 1 kali masalah waktu habis overhaul. ganti control valve saja Rp. 650 ribu. kontaminasi mungkin, soalnya waktu overhaul kan jalur solarnya dibuka. Kalo FUP jarang, injektor yg sering sih ada saja yg ngeluh, terutama waktu pindah dex ke solar. Cuma injektornya bisa direbuilt, ga perlu ganti full 1 assy selama solenoidnya ga rusak (jarang), paling sering kalo ga control valve ya nozzle. Kadang2 direset bisa, karena istilahnya ECU perlu belajar dengan BBM baru.
Yang sering juga itu air radiator terisi oli, karena user jarang cek tangki expansion radiator, akhirnya oil coolernya rembes oli.

Kalo inspeksi perlu scan OBD, karena captiva ini CE jangan dibiarkan.
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
ricz
New Member of Mechanic Master
New Member of Mechanic Master
Posts: 12176
Joined: 23 Jan 2013, 17:18
Location: Indonesia

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by ricz »

Nice review om...

Captiva ini sebenarnya mobil yang seperti "love hate relationship" either you love it, or you hate it. Love nya seperti ini adalah monokok diesel yg cukup enak dikendarai dan harganya terjangkau, hatenya ya biaya service yang bagi sebagian orang cukup mencekik leher dan maintenancenya yg agak perlu effort dan biaya ekstra...

Btw soal oli, saya baru tau ternyata lebih cocok dikasih oli diesel biasa seperti yg biasa kita pakai untuk mobil diesel jepang drpd rekomendasi GM (dexos2). Soalnya hopeng saya ada miara kurleb 2 tahun ini mobil, dia biasa make oli kalo gak Bardahl atau gak Liquimoly (sama2 SAE 5w30) dan diganti per 5000 km. Dia blg katanya bengkel langganan dia rekomen disuru pake yg TBN tinggi... :mky_01:
2011 C207
2013 RM3
2021 GUN165R
User avatar
acil08
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 51
Joined: 22 Jan 2019, 18:57
Location: Tangerang
Daily Vehicle: CB150R K15
Contact:

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by acil08 »

Wah ada juga akhirnya yang review Badak, keren om!
Saya juga punya captiva bensin, tapi dulu pernah punya diesel tapi gentong, karena saya ga mau ribet dengan berbagai jamu akhirnya ambil lagi badak bensin yang manual. Memang mobil ini agak tricky dalam perawatannya, pada dasarnya mobil ini sangat nyaman dan enak untuk roadtrip. Tapi kalo belinya dapat barang kurang baik memang akan banyak PR, karena banyak sensor dan piranti lainnya. Kalo miara badak selalu siapin OBD scanner buat jaga-jaga biar aman.

Saya akhir tahun lalu solo trip dari Jakarta-Medan PP pakai, total trip 4100km dengan muatan 4 orang dan barang full mentok di belakang. Gada masalah berarti di perjalanan, hanya saja ketika di daerah jambi saya melewati banjir cukup tinggi mungkin 80 90 cm, stlah melewati muncul logo SVS. Saya sempat panik, untungnya saya selalu bawa OBD scanner, ternyata sensor ABS kanan di belakang error dan juga sensor speednya, saya coba clear aman, sampai jakarta saya langsung ganti sensor ABSnya dan aman.

Intinya kalau sudah make Captiva pasti sulit untuk pindah ke lain hati, salam badak lovers.
KNWOLEDGE=HORSPOWER :big_comfort:
Please visit https://www.instagram.com/garasi.gaxi/
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

ricz wrote: 30 Mar 2022, 00:26 Nice review om...

Captiva ini sebenarnya mobil yang seperti "love hate relationship" either you love it, or you hate it. Love nya seperti ini adalah monokok diesel yg cukup enak dikendarai dan harganya terjangkau, hatenya ya biaya service yang bagi sebagian orang cukup mencekik leher dan maintenancenya yg agak perlu effort dan biaya ekstra...

Btw soal oli, saya baru tau ternyata lebih cocok dikasih oli diesel biasa seperti yg biasa kita pakai untuk mobil diesel jepang drpd rekomendasi GM (dexos2). Soalnya hopeng saya ada miara kurleb 2 tahun ini mobil, dia biasa make oli kalo gak Bardahl atau gak Liquimoly (sama2 SAE 5w30) dan diganti per 5000 km. Dia blg katanya bengkel langganan dia rekomen disuru pake yg TBN tinggi... :mky_01:
Thanks om.. persis yang om bilang, kalo pas sehat bikin nagih, jadi hobi weekend jalan tipis2 ke luar kota, soalnya ya itu BBM irit tapi bantingan nyaman. Tapi kalo rusak memang biaya partnya harus dibandingkan ke mobil yang sekelas. Yang jelas memang tidak bisa dibandingkan dengan toyota, harus sedikit2 tahu ilmunya kalo pelihara Captiva. Kadang2 juga part replacement baik OEM atau non OEM justru lebih kuat dari barunya, mengapa? Karena waktu mobil ini produksi, mungkin GM mengejar cost reduction sehingga beberapa part mutunya dikurangi, dengan harapan sampe masa garansi selesai itu part masih tahan. Kalo sudah lewat garansi kan tanggungan owner. Kalo di Captiva itu yang terasa ya part2 non mesin yang ga esensial, kayak selang turbo tadi, cepat robek. atau bushing yang umurnya lebih cepat dari penggantinya. atau ban bawaan yang lebih cepat habis daripada ban gantinya. Aki lebih cepat mati daripada aki gantinya. Shockbreaker bawaan lebih cepat bocor dari aftermarket gantinya.
acil08 wrote: 30 Mar 2022, 10:15 Wah ada juga akhirnya yang review Badak, keren om!
Saya juga punya captiva bensin, tapi dulu pernah punya diesel tapi gentong, karena saya ga mau ribet dengan berbagai jamu akhirnya ambil lagi badak bensin yang manual. Memang mobil ini agak tricky dalam perawatannya, pada dasarnya mobil ini sangat nyaman dan enak untuk roadtrip. Tapi kalo belinya dapat barang kurang baik memang akan banyak PR, karena banyak sensor dan piranti lainnya. Kalo miara badak selalu siapin OBD scanner buat jaga-jaga biar aman.

Saya akhir tahun lalu solo trip dari Jakarta-Medan PP pakai, total trip 4100km dengan muatan 4 orang dan barang full mentok di belakang. Gada masalah berarti di perjalanan, hanya saja ketika di daerah jambi saya melewati banjir cukup tinggi mungkin 80 90 cm, stlah melewati muncul logo SVS. Saya sempat panik, untungnya saya selalu bawa OBD scanner, ternyata sensor ABS kanan di belakang error dan juga sensor speednya, saya coba clear aman, sampai jakarta saya langsung ganti sensor ABSnya dan aman.

Intinya kalau sudah make Captiva pasti sulit untuk pindah ke lain hati, salam badak lovers.
Bener om, selalu bawa OBD scan hahaha. Ada ketenangan hati saat lampu CE itu mati ya om.
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
carlzeiss
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 438
Joined: 04 Jul 2016, 23:27

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by carlzeiss »

Pernah naik captiva diesel temen sih emg seenak itu larinya, di pintu tol gas dalam ban spinning padahal isi 5 org semobil, sebadak itu tenaganya

Skrg pakai sendiri penerus captiva yaitu si mamaz dan bimgung buat gantiin mamaz tp dengan kenyamanan dan teknologi mamaz 😢
GE 8 RS - 2012
GB 3 PSD - 2010
GB 3 PSD - 2014
RU 1 E CVT - 2015
1TR-FE V - 2014
RU 1 S CVT - 2015
DD 1 E CVT - 2019
MK3 1.5 T - 2019
Heru_T
Visitor
Visitor
Posts: 5
Joined: 02 Feb 2011, 10:22

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by Heru_T »

Very detailed review Om..mobil ini mmg enak.

Just share, pernah piara yg NFL th 2010 Diesel AWD, beli th 2011. Gara2 kepincut pake nyobain punya saudara yg diesel keluaran pertama 2008,
Trus pas muncul FL1, wkt itu yg muncul bensin duluan, diesel nya nyusul.
Di SUN Motor ada sisa 2 ekor AWD warna Grey dan Silver, MY2010, ditawarin dg diskon gede ya sdh ambil yg Grey.
Populasi AWD ini termasuk jarang.

Mobil ini cocok bgt, karena utk workhorse dan sesekali keluar kota buat sy nyaman skl.
AWD sih tdk ada benefit yg pasti utk track sehari2 di aspal, kl di pasir atau offroad ringan mgkn efek nya oke.
Secara AWD nya automatic on demand, jd ga tau kapan aktif atau tdk nya.. haha..

Pakai dari 2011-2017 jalan sampai 156rb km so far aman2 aja, pake Dexlite (mostly) dan Dex, jarang banget biosolar
Oli pake Dexos2 (awal2 pake Total 5W-40), sampai sy lepas tdk ada repair berat, kecuali ganti bos klep di cyl no3.
Gejalanya mesin pincang. Tp utk sampai diagnosa itu yg butuh 3 bln an, dg 3 bengkel berbeda.
Ada bengkel yg bilang ini krn camshaft nya kena. Sy sampe pesen camshaft (noken as) ke Thailand atau Korea ya lupa..
eh trus coba pindah bengkel ke Samanhudi.
Akhirnya di beres samanhudi ketemu kompresi lemah di cyl no3, part nya sih murah gak sampe 150rb. cm ongkos turun setengah nya yg mahal :(

Selain itu aman2 aja sih, kadang kangen juga bawa captiva lagi

PS : Kl ada yg perlu camshaft SOHC Captiva NFL boleh kontak, masih ada sy simpan krn ga jadi pake, NOS.
User avatar
dream_theater
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 352
Joined: 03 Dec 2009, 09:31
Location: Semarang
Daily Vehicle: Xpander exceed AT

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by dream_theater »

Nice review om.. :big_exellent:
Jadi inget dulu adik saya pernah miara captiva FL1, sering buat mudik jkt-malang. Saat maen ke jkt, saya pernah pake seharian dan handlingnya bikin ketagihan...maklum saat itu di rumah cuma pegang chevy gadungan alias panther touring bensin... :mky_01: Sampai rumah, baru nyadar kalo transmisinya ada mode tiptronik....lah, koq tadi gak nyoba ya.. :big_slap: Lha gimana, gak pake tiptronik aja tenaganya udah buas..
Sayang kini captivanya udah dijual karena gak tahan indent spare partnya yg lama (walau masih garansi) karena mobil dipakai harian.
User avatar
acil08
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 51
Joined: 22 Jan 2019, 18:57
Location: Tangerang
Daily Vehicle: CB150R K15
Contact:

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by acil08 »

silentIm2 wrote: 30 Mar 2022, 12:24
ricz wrote: 30 Mar 2022, 00:26 Nice review om...

Captiva ini sebenarnya mobil yang seperti "love hate relationship" either you love it, or you hate it. Love nya seperti ini adalah monokok diesel yg cukup enak dikendarai dan harganya terjangkau, hatenya ya biaya service yang bagi sebagian orang cukup mencekik leher dan maintenancenya yg agak perlu effort dan biaya ekstra...

Btw soal oli, saya baru tau ternyata lebih cocok dikasih oli diesel biasa seperti yg biasa kita pakai untuk mobil diesel jepang drpd rekomendasi GM (dexos2). Soalnya hopeng saya ada miara kurleb 2 tahun ini mobil, dia biasa make oli kalo gak Bardahl atau gak Liquimoly (sama2 SAE 5w30) dan diganti per 5000 km. Dia blg katanya bengkel langganan dia rekomen disuru pake yg TBN tinggi... :mky_01:
Thanks om.. persis yang om bilang, kalo pas sehat bikin nagih, jadi hobi weekend jalan tipis2 ke luar kota, soalnya ya itu BBM irit tapi bantingan nyaman. Tapi kalo rusak memang biaya partnya harus dibandingkan ke mobil yang sekelas. Yang jelas memang tidak bisa dibandingkan dengan toyota, harus sedikit2 tahu ilmunya kalo pelihara Captiva. Kadang2 juga part replacement baik OEM atau non OEM justru lebih kuat dari barunya, mengapa? Karena waktu mobil ini produksi, mungkin GM mengejar cost reduction sehingga beberapa part mutunya dikurangi, dengan harapan sampe masa garansi selesai itu part masih tahan. Kalo sudah lewat garansi kan tanggungan owner. Kalo di Captiva itu yang terasa ya part2 non mesin yang ga esensial, kayak selang turbo tadi, cepat robek. atau bushing yang umurnya lebih cepat dari penggantinya. atau ban bawaan yang lebih cepat habis daripada ban gantinya. Aki lebih cepat mati daripada aki gantinya. Shockbreaker bawaan lebih cepat bocor dari aftermarket gantinya.
acil08 wrote: 30 Mar 2022, 10:15 Wah ada juga akhirnya yang review Badak, keren om!
Saya juga punya captiva bensin, tapi dulu pernah punya diesel tapi gentong, karena saya ga mau ribet dengan berbagai jamu akhirnya ambil lagi badak bensin yang manual. Memang mobil ini agak tricky dalam perawatannya, pada dasarnya mobil ini sangat nyaman dan enak untuk roadtrip. Tapi kalo belinya dapat barang kurang baik memang akan banyak PR, karena banyak sensor dan piranti lainnya. Kalo miara badak selalu siapin OBD scanner buat jaga-jaga biar aman.

Saya akhir tahun lalu solo trip dari Jakarta-Medan PP pakai, total trip 4100km dengan muatan 4 orang dan barang full mentok di belakang. Gada masalah berarti di perjalanan, hanya saja ketika di daerah jambi saya melewati banjir cukup tinggi mungkin 80 90 cm, stlah melewati muncul logo SVS. Saya sempat panik, untungnya saya selalu bawa OBD scanner, ternyata sensor ABS kanan di belakang error dan juga sensor speednya, saya coba clear aman, sampai jakarta saya langsung ganti sensor ABSnya dan aman.

Intinya kalau sudah make Captiva pasti sulit untuk pindah ke lain hati, salam badak lovers.
Bener om, selalu bawa OBD scan hahaha. Ada ketenangan hati saat lampu CE itu mati ya om.
betul om, tapi karena udah jadi hal yang lumrah CE nyala atau SVS rasa paniknya berkurang karena emang harus begitu kalo miara badak om siap sedia dengan OBD scanner, penyakitnya rata2 itu itu aja sih ya om
KNWOLEDGE=HORSPOWER :big_comfort:
Please visit https://www.instagram.com/garasi.gaxi/
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

Nambahin foto isi 5150. Sudah 120 ribu km isi ini, 70 ribu sejak servis boring.
Image
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
ngalih
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 527
Joined: 25 Jan 2017, 07:29
Location: lenteng agung jakarta
Daily Vehicle: Trooper

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by ngalih »

Yg FL apakah ada versi AWD disini om?
ngalih
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 527
Joined: 25 Jan 2017, 07:29
Location: lenteng agung jakarta
Daily Vehicle: Trooper

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by ngalih »

silentIm2 wrote: 08 Apr 2022, 23:16 Nambahin foto isi 5150. Sudah 120 ribu km isi ini, 70 ribu sejak servis boring.
Image
Loh bisa biosolar to. Katanya bikin gentong
silentIm2
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 721
Joined: 02 Feb 2015, 10:47

Re: Long term review Chevrolet Captiva Diesel 2014

Post by silentIm2 »

ngalih wrote: 09 Apr 2022, 09:25
silentIm2 wrote: 08 Apr 2022, 23:16 Nambahin foto isi 5150. Sudah 120 ribu km isi ini, 70 ribu sejak servis boring.
Image
Loh bisa biosolar to. Katanya bikin gentong
Makanya itu gara2 oli DEXOS2(Standar GM, dulu resminya dealer). Kalo pake oli DEXOS2 baru wajib dex, karena olinya tipe ACEA C3 LOW SAPS. LOW SAPS artinya TBN rendah, biasanya max TBN 7, sehingga olinya cepet kalah lawan sulfur biosolar. Sebenarnya ini oli untuk mobil yang pake DPF biar DPFnya ga cepet buntu.

Saya pake oli yang lebih umum, 5w-30 atau 5w-40, ACEA A/B atau API CJ, seperti Shell helix HX7 atau HX8, Q8 5w-40 excel diesel. Trus ganti olinya sekitar 7000-8000 km saja. Selama ini aman aman saja.

Terus biosolar sekarang sulfurnya tidak seperti biosolar tahun 2015. Katanya di forum fortuner konten sulfurnya antara 0,06- 0,1% max (600 - 1000 ppm), tergantung feedstock pertamina impor dari mana. Jauh di bawah spek dulu 3500 PPM. Apalagi sekarang wajib Euro 4, biosolar pasti tambah rendah sulfurnya.
ngalih wrote: 09 Apr 2022, 09:25 Yg FL apakah ada versi AWD disini om?
Ada om. tapi memang barangnya jarang.
Past: 1NZ-FE XP90, EX250-J, L15A GE8
Current: Z20 NLP C140
Post Reply