Page 1 of 20

[NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 08:08
by MaddMaxx
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berserta dengan PT Pertamina (Persero) akan melarang mobil mewah menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi dan penugasan seperti RON 90 atau Pertalite. Larangan mobil mewah menggunakan Pertalite sejatinya akan dilihat berdasarkan besaran Cubicle Centimeter atau CC-nya. Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala BPH Migas, erika Retnowati.

Saat ini BPH Migas dan Pertamina sedang menyusun petunjuk teknis mengenai kriteria kendaraan yang berhak membeliPertalite sekaligus menggodok revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Erika Retnowati mengatakan kriteria yang termasuk dalam kategori mobil mewah nantinya akan merujuk dari besarnya CC yang dimiliki mobil tersebut. Namun demikian ia belum merinci secara detail besaran CC yang dimaksud.

"Memang pada saat kami membahas banyak perdebatan dan kami sampai pada kesimpulan akan ditetapkan pada CC-nya. Kenapa? Kami melihat konsumsinya, karena CC-nya besar maka akan mengkonsumsi BBM yang banyak dan mereka itu dirancang untuk tidak konsumsi Pertalite dengan spesifikasi mesin dan bahkan lama-lama akan merusak mesin juga," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (6/6/2022).

Untuk mendorong terlaksananya kebijakan ini, BPH Migas, kata Erika, akan menggandeng pihak Universitas Gadjah Mada (UGM). Khususnya yang akan melakukan kajian-kajian, kriteria, yang akan ditentukan dari besarnya CC.

Saat ini data kriteria yang berhak membeli Pertalite sudah ditangan. Erika bilang, bahwa data konsumen tersebut sudah ditentukan. Kelak, jika kebijakan ini berjalan, konsumen akan menggunakan aplikasi dalam pembelian bensin Pertalite itu.

"Jadi kami tidak menggunakan data-data seperti Kemensos, tapi kami meminta siapa yang ditetapkan untuk didaftarkan dan registrasi melalui aplikasi digital. Sehingga operator bisa tahu, apakah konsumen tersebut sudah terdaftar dan berhak membeli Pertalite," ungkap Erika.

Menurut Erika, sejak Pertalite ditetapkan sebagai JBKP, maka volume dan harga jual Pertalite ini sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga tidak semua orang dapat mengkonsumsi BBM sejuta umat masyarakat Indonesia tersebut.

"Pertalite ini harganya masih di bawah harga keekonomian dan pemerintah harus memberikan kompensasi dan diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu. Mobil mewah tentu tak diperkenankan," kata

Anggota Komite BPH Migas, Saleh Abdurrahman sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya hingga kini masih membahas kriteria apa saja yang dapat mengkategorikan suatu mobil dapat dinilai sebagai mobil mewah.

Misalnya apakah dilihat dari besarnya CC yang dimiliki, tahun pembuatan dan sebagainya. Hal ini dilakukan agar pengkategorian mobil mewah dapat mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Masih dibahas kriteria tersebut agar mudah dipahami dan diimplementasikan di lapangan," kata Saleh kepada CNBC Indonesia, Selasa (31/5/2022).

Meski demikian, menurut Saleh saat ini BPH Migas sedang mengoptimalkan fitur layanan digital yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) yakni aplikasi MyPertamina. Khususnya dalam pembelian BBM jenis Solar subsidi dan penugasan seperti Pertalite.

Menurut Saleh setiap transaksi pembelian BBM jenis Pertalite ke depan rencananya akan diintegrasikan dengan aplikasi MyPertamina. Sehingga masyarakat yang berhak membeli Pertalite harus registrasi terlebih dahulu pada sistem aplikasi tersebut.

"Sekali lagi kalau nanti digitalisasi MyPertamina sudah full implemented, semua penerima subsidi harus register," ujarnya.

sumber: https://www.cnbcindonesia.com/news/2022 ... ari-cc-nya

Sy pribadi sgt setuju, asalkan pihak aplikator alias mypertamini bisa independen dr segala kepentingan. tp kalo nanti masih ada pihak2 yg dengan mudah dapat akses ke bbm subsidi padahal ga berhak mah bakar aja spbu nya :big_peace: :big_peace: :big_grin: :big_grin:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 08:54
by kendibocor
Kok itu cuma nyebutin pertalite? Wah kebo2 tukang minum biosol bakalan berjaya nih :big_grin:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 09:06
by well
kendibocor wrote: 07 Jun 2022, 08:54 Kok itu cuma nyebutin pertalite? Wah kebo2 tukang minum biosol bakalan berjaya nih :big_grin:
mestinya sih secara otomatis solar busuk jg akan diberlakukan hal yg sama

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 09:14
by riisesky
kemarin isi solbus di pom 31 juga udah dicatetin plat nomer nya dan max sekali isi 60 liter

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 09:17
by MaddMaxx
kendibocor wrote: 07 Jun 2022, 08:54 Kok itu cuma nyebutin pertalite? Wah kebo2 tukang minum biosol bakalan berjaya nih :big_grin:
ada om disebut itu solar subsidi. kalo beneran dibatesin gini, kejayaan inofa disel metik bisa berakhir itu :big_think:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 09:25
by ibar78
minggu maren nova ma forti lama isi ga ada tuh petugase nyatet2 lat nomor...kita lihatin mereka pada ngelihat ke arah lain...hahhahaha

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 09:34
by kendibocor
MaddMaxx wrote: 07 Jun 2022, 09:17
kendibocor wrote: 07 Jun 2022, 08:54 Kok itu cuma nyebutin pertalite? Wah kebo2 tukang minum biosol bakalan berjaya nih :big_grin:
ada om disebut itu solar subsidi. kalo beneran dibatesin gini, kejayaan inofa disel metik bisa berakhir itu :big_think:
Oh iya deh hahaha..
Ya kita lihat saja gimana. Kalo cuma dilarang (ma beli brp liter/bulan) kayaknya sih aman2 aja. Kalo full dilarang ya siap2 deh turun tahta

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 10:04
by dori2802
di SPBU dilarang pakai Smartphone, tapi disuruh pakai Mypertamina, atau bayar pakai EDC yg wireless (GSM jg).
:big_childish:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 10:07
by Suryaputra
dori2802 wrote: 07 Jun 2022, 10:04 di SPBU dilarang pakai Smartphone, tapi disuruh pakai Mypertamina, atau bayar pakai EDC yg wireless (GSM jg).
:big_childish:
I just noticed this blunder rules.

harusnya diperjelas, dilarang pakai HP deket nozzle bbm :big_biglaugh: :big_biglaugh: :big_biglaugh:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 10:48
by nyotsaeba
Yg paling bener, semua device edc nya harus special insulated, ane pernah masuk pabrik dimana ada section yg isinya highly flammable material (metanol kl ga salah), kl smp meledak ya abis lah tu sepabrik2 nya.

Nah semua brg elektronik ga boleh dibawa disitu, bahkan HT aja mesti yg special insulated punya, bisa 7-8 jt an (gugel aja explosion proof walkie talkie).

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 10:56
by Miracle9000
riisesky wrote: 07 Jun 2022, 09:14 kemarin isi solbus di pom 31 juga udah dicatetin plat nomer nya dan max sekali isi 60 liter
ini udah dari tahun lalu

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:04
by ctopher7
kalo sehari boleh 60 liter mah masih berjaya lah cumi darat

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:31
by ChZ
"Memang pada saat kami membahas banyak perdebatan dan kami sampai pada kesimpulan akan ditetapkan pada CC-nya. Kenapa? Kami melihat konsumsinya, karena CC-nya besar maka akan mengkonsumsi BBM yang banyak dan mereka itu dirancang untuk tidak konsumsi Pertalite dengan spesifikasi mesin dan bahkan lama-lama akan merusak mesin juga," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (6/6/2022).
serius gak ada nih orang yang ngerti mobil di pemerintahan kita ? jaman udah turbo gdi, dia masih bahas cc mesin.

sekarang mobil baru reguler nyaris gak ada yang mesinnya di atas 2 liter.

3 liter - 4 liter itu udah super luxury / performance car.

ya kalo gini sih gak heran STM masih prakteknya pake kijang karbu.

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:37
by kendibocor
ChZ wrote: 07 Jun 2022, 14:31
"Memang pada saat kami membahas banyak perdebatan dan kami sampai pada kesimpulan akan ditetapkan pada CC-nya. Kenapa? Kami melihat konsumsinya, karena CC-nya besar maka akan mengkonsumsi BBM yang banyak dan mereka itu dirancang untuk tidak konsumsi Pertalite dengan spesifikasi mesin dan bahkan lama-lama akan merusak mesin juga," ujarnya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Senin (6/6/2022).
serius gak ada nih orang yang ngerti mobil di pemerintahan kita ? jaman udah turbo gdi, dia masih bahas cc mesin.

sekarang mobil baru reguler nyaris gak ada yang mesinnya di atas 2 liter.

3 liter - 4 liter itu udah super luxury / performance car.

ya kalo gini sih gak heran STM masih prakteknya pake kijang karbu.
Mudah2an diatas 3000cc baru ga boleh pake bbm subsidi :upss:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:39
by Salvanost
Aturan limit aja semua yg bisa isi pertalite 20 liter
Ga full tank? Isi pertamax

Kalau limit 60liter perhari ya sama aja bohong

Ini mah adu2an make pertalite vs anggaran subsidi pemerintah tetap meledak

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:47
by ChZ
kendibocor wrote: 07 Jun 2022, 14:37
Mudah2an diatas 3000cc baru ga boleh pake bbm subsidi :upss:
cc kecil boleh isi bensin subsidi...

calon calon ngelarisin bengkel neh siap siap stok injektor, fuel filter, fuelpump, dan busi :mky_03:
Salvanost wrote: 07 Jun 2022, 14:39 Aturan limit aja semua yg bisa isi pertalite 20 liter
Ga full tank? Isi pertamax

Kalau limit 60liter perhari ya sama aja bohong

Ini mah adu2an make pertalite vs anggaran subsidi pemerintah tetap meledak
kalo bener 60 liter, makin jelas klo orang pemerintah gak ada yang ngerti mobil. apa dikira tangki mobil makin gede cc makin bagong yah? gak ngerti apa skrg tangki mobil pada imut-imut 50 liter aja sekarang udah jarang :big_biglaugh:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:56
by DOHC
Ujung2nya jg bakal pake cara yg udah udah waktu berangus premium

Harga tetep ga naek

Tapi pelan2 nozzle pertalit dan biosolar makin sikit

Lama2 ilang total



Rejim yg pintarrrrr

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 14:58
by thestoneroses
Tadi pagi isi pertalite 72 liter. Belum ada tanda apa apa, bayar greng pergi.

Emang mobilnya tua sih, mungkin kasihan juga kalau dibatasi. Haha

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:05
by Kent
saya sebagai pengisi Pertalite and Biosolar setuju semua di atur.
karena klo misalnya negara yg subsidi jg gk wajar sih, duit siapa jg yg di pake buat subsidi.

cuman ttp filosofi nya isi aja paling murah yg beredar.
tp klo udah di limit y ikutin saja, aturan nya pakai MyPertamina sudah sgt gampang.
dulu mungkin sulit, sejak pandemic semua arah digital dan lbh gampang control nya.
dibuat aturan yg clear, hanya angkutan saja yg di subsidi (lbh tepat sasaran)

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:06
by vipere
mustinya batasin pake tahun aja..tahun 2010 ke atas dilarang. :ngacir:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:12
by ak4ng
Kent wrote: 07 Jun 2022, 15:05 saya sebagai pengisi Pertalite and Biosolar setuju semua di atur.
karena klo misalnya negara yg subsidi jg gk wajar sih, duit siapa jg yg di pake buat subsidi.

cuman ttp filosofi nya isi aja paling murah yg beredar.
tp klo udah di limit y ikutin saja, aturan nya pakai MyPertamina sudah sgt gampang.
dulu mungkin sulit, sejak pandemic semua arah digital dan lbh gampang control nya.
dibuat aturan yg clear, hanya angkutan saja yg di subsidi (lbh tepat sasaran)
Yg ada angkotnya alih profesi jadi tukang angkut pertalite, jual pinggir jalan 10rb dijamin banyak yg nyamber, lha pertamax nya 12500 :big_biglaugh: aplg solar, gap nya 2x lipat, beli goceng jual 8-9rb laris manis :upss:

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:31
by sintoni
kendibocor wrote: 07 Jun 2022, 14:37
Mudah2an diatas 3000cc baru ga boleh pake bbm subsidi :upss:
Kalau menurut ane diatas 2.5 sih om. Hahaha.

Kalau 2.5 berarti trio ladder masih bisa dong ya? Kecuali ANF 2.8.

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:35
by Kent
ak4ng wrote: 07 Jun 2022, 15:12
Yg ada angkotnya alih profesi jadi tukang angkut pertalite, jual pinggir jalan 10rb dijamin banyak yg nyamber, lha pertamax nya 12500 :big_biglaugh: aplg solar, gap nya 2x lipat, beli goceng jual 8-9rb laris manis :upss:
bandel pasti ada.
begini pasti ada, tp setidaknya ratio uang besar nya ke save.
kita pakai solar industri, yg lain jg msh aja ada yg beli biosolar (tp hanya kecil sekali kira-kira <20% biosolar)

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 15:55
by Indratom
oo pantes ipah listriknya disimpen dulu, nunggu yang bensin/solar nya turun takhta, atoyot gituloh

Re: [NEWS] Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi Solar dan Pertalite

Posted: 07 Jun 2022, 16:16
by bm9792ct
Source
https://www.idxchannel.com/economics/se ... residen-ri

Sejarah Kenaikan Harga BBM di Masing-Masing Kepemimpinan Presiden RI

Selasa, 12 April 2022 15:25 WIB

Tak hanya kali ini, kenaikan harga jual BBM pada dasarnya sudah rutin terjadi di Indonesia dari ke masa-masa.

Sejak tanggal 1 April 2022 lalu pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) telah memutuskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax menjadi Rp12.500 per liter. Kenaikan dilakukan seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia akibat meningkatnya permintaan pasar, sehingga membuat pasokan yang tersedia menjadi rebutan.

Tak hanya kali ini, kenaikan harga jual BBM pada dasarnya sudah rutin terjadi di Indonesia dari ke masa-masa. Sejak era kepemimpinan Soeharto di tahun 1991, misalnya, harga BBM naik dari level Rp150 per liter menjadi Rp550 per liter. Harga BBM kita naikkan juga kembali naik pada 1993 menjadi Rp700 per liter.

Kejadian serupa terulang di tahun 1998. Kala itu, harga BBM meningkat menjadi Rp1.200 per liter. Meningkatnya harga BBM, terutama pada 1998, karena adanya krisis ekonomi yang dahsyat. Diketahui pula, Presiden Soeharto lengser di tahun tersebut usai mendapat protes keras dari mahasiswa.

Satu-satunya presiden yang tidak menaikkan harga BBM adalah B.J Habibie. Melansir idxchannel, Habibie justru menurunkan harga BBM, dari Rp1.200 per liter, menjadi hanya Rp1.000 per liternya. Setelah masa jabatan Habibie selesai dan digantikan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, harga BBM kembali turun menjadi Rp600 per liter. Sayangnya, harga BBM dinaikkan menjadi Rp1.150 per liter pada Oktober 2000. Tak lama, harganya naik lagi menjadi Rp1.450 per liter.


Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri memegang kendali negara, harga BBM yang semula Rp1.450 per liter, melambung menjadi Rp1.550 per liter. Pada tahun 2003, harga BBM kembali melonjak menjadi Rp1.800 per liter. Masuk ke masa pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), harga BBM tercatat mengalami kenaikan sebanyak 3 kali. Di masa awal pemerintahannya, SBY menaikkan harga BBM menjadi Rp1.820 per liter. Lalu naik lagi menjadi Rp2.400 pada 1 Maret 2005. Selang 7 bulan, SBY memutuskan harga BBM naik, yaitu jadi Rp4.500 per liter.

Melansir Sindonews, harga BBM di masa SBY cukup fluktuatif. Terutama, menjelang akhir masa jabatannya. Pada tahun 2008, misalnya, harga BBM meningkat menjadi Rp 8 ribu per liter. Kemudian, turun menjadi Rp5 ribu per liter di tahun yang sama. Memasuki tahun 2009, harga BBM kembali mengalami penurunan menjadi Rp 4.500 per liter. Akan tetapi, kembali melonjak di tahun 2013 ke level Rp6.500 per liter.


Bagaimana dengan Era Jokowi?

Mengutip data yang dipublikasikan dalam laporan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) bertajuk “Perjalanan Reformasi Ekonomi Indonesia 1997 – 2016”, Jokowi merupakan presiden yang tergolong berani melakukan reformasi radikal. Dirinya secara signifikan memotong subsidi BBM demi mengurangi beban fiskal yang ada. Tepat pada 18 November 2014, pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, yakni premium menjadi Rp8.500 per liter. Sementara itu, harga solar bersubsidi juga naik ke angka Rp7.500 per liter. Jokowi juga menghapus subsidi terhadap BBM premium. Namun, ia memberikan subsidi sebesar Rp1.000 per liter untuk solar.

Penghapusan subsidi BBM ini tentunya menuai pro dan kontra. Banyak pihak, baik masyarakat, pengamat, dan elite politik khawatir pencabutan subsidi ini akan berakibat pada lonjakan barang dan jasa. Hal ini pun akan mengakibatkan naiknya angka kemiskinan.

Melansir jurnal berjudul “Dampak Pencabutan Subsidi BBM Bagi Keuangan Negara Indonesia dalam Perspektif Good Governance”, pemerintahan Jokowi dianggap mengabaikan prinsip good governance atau tata kelola pemerintahan yang baik. Pencabutan subsidi BBM ini diketahui tidak dikonsultasikan terlebih dahulu kepada DPR. Meskipun, kebijakan ini adalah hak sepenuhnya Presiden, namun prosesnya dianggap kurang transparan.

Sama halnya dengan era SBY, harga BBM di era Jokowi juga mengalami fluktuasi. Di tahun 2015, harga BBM mengalami penurunan, dari level Rp8.500 per liter, menjadi Rp7.600 per liter untuk jenis premium. Hal serupa juga terjadi untuk BBM jenis solar, yang turun ke level Rp7.250 per liter. Angka tersebut bertahan hingga 2016, sebelum akhirnya turun menjadi Rp 6.950 per liter. Di tahun 2017, harga BBM kembali mengalami penurunan di angka Rp6.550 per liter dan stagnan sampai 2018.

Penyebab Umum dan Dampak Naiknya Harga BBM

Melihat kenaikan harga BBM di setiap era kepemimpinan presiden, umumnya penyebab naiknya harga BBM dipicu oleh tingginya kenaikan harga minyak dunia. Suplai BBM juga tidak mencukupi, padahal permintaannya tinggi. Di samping itu, 92% dari naiknya harga BBM dikarenakan harga bahan bakunya yang melambung. Pada tahun 2021, harga CPO adalah 60 dolar AS per barel. Namun, angkanya jauh meningkat menjadi 118 dolar AS per barel di tahun ini.

Kenaikan harga BBM Pertamax, menurut pemerintah, dilakukan dengan memperhitungkan daya beli masyarakat. Ditambah lagi, penyesuaian harga Pertamax menjadi sebesar Rp12.500 ini dinilai masih di bawah nilai keekonomian. Jika mengikuti acuan Kepmen ESDM No 62 Tahun 2020, harga keekonomian Pertamax di bulan April semestinya lebih tinggi dari Rp14.526 per liter, sehingga harganya bisa jadi Rp16.000 per liter. Akan tetapi kenaikan harga Pertamax lebih rendah Rp3.500 dari harga keekonomiannya. Hal ini agar masyarakat tidak terlalu berat merasakan dampaknya.

Meskipun terkesan sangat memberatkan, kenaikan BBM bisa memberi dampak positif. Masyarakat diharapkan banyak yang beralih ke transportasi publik. Dengan begitu, angka kemacetan, terutama di Jakarta, dapat segera ditekan.

Sisi negatifnya, kenaikan BBM tentu membuat harga barang dan jasa ikut terkerek naik. Selain itu, seperti yang sudah disinggung tadi, kenaikan BBM juga berimbas pada peningkatan angka kemiskinan lantaran pengangguran bertambah. Hal ini bisa saja berpengaruh pada meningkatnya angka kriminalitas di masyarakat. Terakhir, kenaikan harga BBM bisa mengakibatkan inflasi terhadap perekonomian Indonesia.