Alternative Transportasi

Forum untuk mengobrol hal-hal bebas.
Bisa dibuka oleh visitor dan member.

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

User avatar
neo300400
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 227
Joined: 23 Nov 2007, 12:52

Re: Alternative Transportasi

Post by neo300400 »

€lj€p€ wrote: 16 Oct 2010, 13:23 Wow, posting terakhir Feb 2009... sudah lama juga ya...
Saya teruskan lagi deh cerita alternative transportasi ini...

Tahun ini saya dan keluarga bertukar tempat tinggal. Karena anak-2 sekolah di Jakarta, saya dan keluarga jadi tinggal di Jakarta Barat, tepatnya daerah Kemanggisan.
Jarak dari rumah ke sekolah mereka hanya antara 7-12 km dan kebetulan satu rute. Jadi urusan anak tidak masalah lah.. paling nanti urusan menjemput pada saat ada ekstra kurikulum atau les piano. Perjalanan istri terpaksa jauh (kantor tetap di Depok). Tetapi karena tidak harus setiap hari, jadi tidak terlalu berat. Saya ke kantor hanya sekitar 10 km. Alternative Transportasi bisa naik angkutan kota KWK NO.14 atau naik sepeda.
Sepeda ini mempunyai dua keuntungan. 1. Sebagai alternative transportasi 2. Sebagai sarana olah raga.

Sebelumnya, saya agak susah untuk berolah raga... waktu tinggal di Depok meskipun dekat dengan kolam renang, sarana fitness dan nyaman untuk jalan kaki, tetapi rasanya masih ada yang kurang. Jadi semua hanya angin-2 an. Istri saya membelikan alat fitness skywalker dan treadmill. Mungkin kalau ada di depan mata, saya akan lebih giat. Ternyata hanya pada waktu masih baru saja, saya menggunakannya. Sampai pada suatu saat ada alasan untuk tidak menggunakan, jadinya ya berhenti terus.

Mengenai sepeda. Sebelumnya sama sekali tidak ada pikiran untuk memiliki sepeda. Tetapi bulan April yang lalu, saat anak saya ulang tahun, dia minta dibelikan sepeda. Jadi saya keliling ke toko-2 sepeda mencari yang cocok untuk anak perempuan. Akhirnya dapat di Depok sepeda lipat warna putih. Sambil menunggu di set, saya ngobrol sama staf dan tanya sepeda yang cocok untuk Bapaknya heheee...
Sampai rumah, mulai search toko, forum lokal dan forum luar negeri... sampai dapat masukan yang cukup banyak. Saya kemudian memutuskan untuk membeli sepeda merk import karena saya bisa belajar dari forum-2 di luar negeri juga. Tetapi waktu tanya ke toko, saya ambil patokan.. sepeda yang paling murah yang cocok untuk pemula.
Karena saya sudah di wanti-2 oleh teman-2 bahwa di dunia sepeda ini racunnya banyak juga. Disini saya belajar kalau sepeda yang masih satu kelas tetapi harga berbeda, itu karena menggunakan komponen (group set) yang berbeda meskipun jenis frame nya sama. Jadi untuk mengantisipasi godaan racun, ya saya memutuskan untuk membeli yang paling murah saja tetapi di tingkat menengah. Setelah beberapa bulan, baru deh mulai terasa menyesal kenapa tidak sejak dulu bermain sepeda. Saya merasa ini jenis olah raga yang cocok karena kita yang sudah biasa mengulik (otak-atik) seperti di dunia otomotif, bisa tetap tersalurkan di dunia sepeda ini. Ada prenik-2, ada modifikasi dsb-2... Dan di dunia sepeda ini memang tidak terlepas juga dari fashion. Kalau jenis Mountain Bike, mungkin tidak terlalu heboh. Tetapi kalau kita lihat jenis fixie (gear hanya satu dan mati) yang bisa maju dan mundur tetapi tidak ada rem. Selain sepedanya juga sangat fancy, penunggangnya pun sangat modis. Jadi kalau acara hari Minggu itu benar-2 mencuci mata selain berolah raga. Bandingkan kalau olah raga di rumah heheheee...
Sepeda dikatakan mahal juga ada alasannya. Karena tergantung penggunaannya yaitu harus kuat tetapi tetap ringan. Nah jenis bahan yang digunakan itu yang membuat jadi mahal. Jadi kalau mau murah ya ada tetapi frame dari besi, lebih ringan ya dari aluminum (ini pun banyak jenisnya) dengan resiko harga lebih mahal. Kemudian ada titanium, ada carbon.
Sesuai dengan jenis penggunaannya juga ditentukan dari jenis frame nya ada road bike (sepeda balap), ada cross country, ada all mountain, ada downhill, ada free ride dsb. Bayangkan kalau salah menggunakan bahan. Bisa-2 pada saat kita menggunakan, framenya patah.
Helm juga lebih mahal dari helm pengendara motor. Pengendara sepeda khan semua energi dari badannya. Jadi ya harus ringan dan memberi angin untuk membatasi keringat. Jadi helm harus memenuhi semua syarat itu.

Teknologi juga tidak ketinggalan : ada innovasi dibidang suspensi, ada innovasi dibidang saddle dsb-2.. Jenis rem juga ada yang jenis disk ada yang biasa, ada yang kabel, ada yang hidrolik. Untuk menghindari terlalu banyak kabel yang malang melintang, speedometer atau alat pengukur kayuh an juga sudah menggunakan frekuensi alias wireless. Kalau kita ikuti perkembangan teknologi di dunia sepeda terlampir cuplikan yang saya scan dari majalah Mountain Bike Action edisi November 2010. Kita dapat melihat teknologi apa yang akan digunakan di tahun 2015.
Kita akan melihat rem wireless, integrated lampu depan, integrated GPS, transmisi CVT, jenis cat/lapisan film penyerap energi. Karena banyak peralatan wireless jadi perlu energi sementara kalau bawa accu khan tidak mungkin hehee.
Image
Image
Image
Image
Om apa kabar om?? semoga sehat selalu
User avatar
Ryan Steele
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 4284
Joined: 29 May 2007, 19:23
Location: Ke mana pun tugas negara membawaku

Re: Alternative Transportasi

Post by Ryan Steele »

neo300400 wrote: 18 Feb 2022, 09:36
€lj€p€ wrote: 16 Oct 2010, 13:23 Wow, posting terakhir Feb 2009... sudah lama juga ya...
Saya teruskan lagi deh cerita alternative transportasi ini...

-cut-
Om apa kabar om?? semoga sehat selalu
Maaf, om. Om €lj€p€ sudah berpulang beberapa tahun lalu. 2014 atau 2015, saya lupa.
Angelic Femalewear
Image <<<Click her to take a look of our collection
User avatar
neo300400
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 227
Joined: 23 Nov 2007, 12:52

Re: Alternative Transportasi

Post by neo300400 »

Ryan Steele wrote: 19 Feb 2022, 00:00
neo300400 wrote: 18 Feb 2022, 09:36
€lj€p€ wrote: 16 Oct 2010, 13:23 Wow, posting terakhir Feb 2009... sudah lama juga ya...
Saya teruskan lagi deh cerita alternative transportasi ini...

-cut-
Om apa kabar om?? semoga sehat selalu
Maaf, om. Om €lj€p€ sudah berpulang beberapa tahun lalu. 2014 atau 2015, saya lupa.
Innalillahiwainaillaihi roziun, semoga belaiu di terima si sisiNya dan diampuni segala dosanya.
Beliau orang baik, saya pernah merasakan kebaikan beliau.
User avatar
Ryan Steele
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 4284
Joined: 29 May 2007, 19:23
Location: Ke mana pun tugas negara membawaku

Re: Alternative Transportasi

Post by Ryan Steele »

neo300400 wrote: 21 Feb 2022, 08:50
Ryan Steele wrote: 19 Feb 2022, 00:00
neo300400 wrote: 18 Feb 2022, 09:36

Om apa kabar om?? semoga sehat selalu
Maaf, om. Om €lj€p€ sudah berpulang beberapa tahun lalu. 2014 atau 2015, saya lupa.
Innalillahiwainaillaihi roziun, semoga belaiu di terima si sisiNya dan diampuni segala dosanya.
Beliau orang baik, saya pernah merasakan kebaikan beliau.
Benar, om. Banyak dari kami merasa kehilangan.
Angelic Femalewear
Image <<<Click her to take a look of our collection
rakyatwkwkland
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 556
Joined: 01 Sep 2019, 16:45
Location: Jekardah
Daily Vehicle: K15B-4AT

Re: Alternative Transportasi

Post by rakyatwkwkland »

Wah, nubi baru tau ada trit begini :big_blushing:

Kalo ngeliat tulisan sharing suhu2 sekitar 13-14 tahun lalu, rasanya tinggal di masa kini bersyukur banget yakk... Ane skrg kalo mau naik transportasi umum bahkan tinggal naik dan turun di depan gerbang komplek dah ada transjakarta, tinggal jalan kaki 10 menit ke rumah. Transjak jg skrg rutenya dah banyak, armadanya jg banyak, kondisinya jelas jauhhhhh lebih layak daripada era 2000 akhir dan 2010 awal yg lalu. Mau naik kereta? Lupakan KRL ekonomi yg berdesakan dan urak2an di masa lalu, atapers dan tukang jualan di dalamnya... Skrg commuter line bukanlah KRL eko yg dulu, dah ada MRT LRT jg, buat orang cibubur dan bekasi bahkan jg bakal ketambahan lagi LRT jabodebek yg kabarnya akan operasi resmi agustus nanti...

Kalo sekarang disuruh hidup tanpa mobil dan motor pribadi pun, rasanya masih bisa banget. Kalo lagi gak buru2 dan mo ngirit, tinggal ngandalin transjak dan KRL, kalo lagi buru2 tinggal naik taksi ma ojek, panggil pake henpon jg dateng dia.

Kalo dulu, rasanya hampir gapernah kepikiran jadiin transportasi massal sbg daily driver :big_biglaugh:
User avatar
Ryan Steele
Full Member of Mechanic Engineer
Full Member of Mechanic Engineer
Posts: 4284
Joined: 29 May 2007, 19:23
Location: Ke mana pun tugas negara membawaku

Re: Alternative Transportasi

Post by Ryan Steele »

rakyatwkwkland wrote: 23 Feb 2022, 17:47 Wah, nubi baru tau ada trit begini :big_blushing:

Kalo ngeliat tulisan sharing suhu2 sekitar 13-14 tahun lalu, rasanya tinggal di masa kini bersyukur banget yakk... Ane skrg kalo mau naik transportasi umum bahkan tinggal naik dan turun di depan gerbang komplek dah ada transjakarta, tinggal jalan kaki 10 menit ke rumah. Transjak jg skrg rutenya dah banyak, armadanya jg banyak, kondisinya jelas jauhhhhh lebih layak daripada era 2000 akhir dan 2010 awal yg lalu. Mau naik kereta? Lupakan KRL ekonomi yg berdesakan dan urak2an di masa lalu, atapers dan tukang jualan di dalamnya... Skrg commuter line bukanlah KRL eko yg dulu, dah ada MRT LRT jg, buat orang cibubur dan bekasi bahkan jg bakal ketambahan lagi LRT jabodebek yg kabarnya akan operasi resmi agustus nanti...

Kalo sekarang disuruh hidup tanpa mobil dan motor pribadi pun, rasanya masih bisa banget. Kalo lagi gak buru2 dan mo ngirit, tinggal ngandalin transjak dan KRL, kalo lagi buru2 tinggal naik taksi ma ojek, panggil pake henpon jg dateng dia.

Kalo dulu, rasanya hampir gapernah kepikiran jadiin transportasi massal sbg daily driver :big_biglaugh:
Saya akui kalau di Jakarta sudah memadai, om. Tapi begitu Jakarta coret, cuma bisa elus dada, om :mky_01:

Kebetulan saya komuter dari Jakarta coret ke Jaksel. Akses dari rumah ke kantor beberapa kali transit, dan beda moda juga. Belum lagi jadwal keberangkatan sering tidak tepat waktu.

Sementara ini selama pandemi saya pakai kendaraan pribadi, karena lebih efisien waktu dan biaya. Bensin 1 hari pp lebih murah daripada ojol dari stasiun ke kantor dan sebaliknya.

Sayang nih, ada 1 rute Metro Mini yang bisa saya pergunakan dari stasiun ke kantor dan sebaliknya sudah gak ada armada lagi, dan PT. Transjakarta seperti tidak peduli untuk mengambil alih rutenya :big_bored:
Angelic Femalewear
Image <<<Click her to take a look of our collection
rakyatwkwkland
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 556
Joined: 01 Sep 2019, 16:45
Location: Jekardah
Daily Vehicle: K15B-4AT

Re: Alternative Transportasi

Post by rakyatwkwkland »

Ryan Steele wrote: 23 Feb 2022, 19:37
rakyatwkwkland wrote: 23 Feb 2022, 17:47 Wah, nubi baru tau ada trit begini :big_blushing:

Kalo ngeliat tulisan sharing suhu2 sekitar 13-14 tahun lalu, rasanya tinggal di masa kini bersyukur banget yakk... Ane skrg kalo mau naik transportasi umum bahkan tinggal naik dan turun di depan gerbang komplek dah ada transjakarta, tinggal jalan kaki 10 menit ke rumah. Transjak jg skrg rutenya dah banyak, armadanya jg banyak, kondisinya jelas jauhhhhh lebih layak daripada era 2000 akhir dan 2010 awal yg lalu. Mau naik kereta? Lupakan KRL ekonomi yg berdesakan dan urak2an di masa lalu, atapers dan tukang jualan di dalamnya... Skrg commuter line bukanlah KRL eko yg dulu, dah ada MRT LRT jg, buat orang cibubur dan bekasi bahkan jg bakal ketambahan lagi LRT jabodebek yg kabarnya akan operasi resmi agustus nanti...

Kalo sekarang disuruh hidup tanpa mobil dan motor pribadi pun, rasanya masih bisa banget. Kalo lagi gak buru2 dan mo ngirit, tinggal ngandalin transjak dan KRL, kalo lagi buru2 tinggal naik taksi ma ojek, panggil pake henpon jg dateng dia.

Kalo dulu, rasanya hampir gapernah kepikiran jadiin transportasi massal sbg daily driver :big_biglaugh:
Saya akui kalau di Jakarta sudah memadai, om. Tapi begitu Jakarta coret, cuma bisa elus dada, om :mky_01:

Kebetulan saya komuter dari Jakarta coret ke Jaksel. Akses dari rumah ke kantor beberapa kali transit, dan beda moda juga. Belum lagi jadwal keberangkatan sering tidak tepat waktu.

Sementara ini selama pandemi saya pakai kendaraan pribadi, karena lebih efisien waktu dan biaya. Bensin 1 hari pp lebih murah daripada ojol dari stasiun ke kantor dan sebaliknya.

Sayang nih, ada 1 rute Metro Mini yang bisa saya pergunakan dari stasiun ke kantor dan sebaliknya sudah gak ada armada lagi, dan PT. Transjakarta seperti tidak peduli untuk mengambil alih rutenya :big_bored:
Yes, kalo daerah penyangga sih emg yaa... gitu deh... Pemda/pemkotnya kayanya pada masa bodo ya sama mass transport daerah masing2... Cmn ngandelin transjakarta yg tujuannya buat ngangkut orang2 dari kota mereka masuk jkt doang...

Kalo jkt nya sendiri mmg udah jauuuuhhhh lebih baik dibanding dulu. At least komplek rmh ane di cengkareng jakbar pinggiran yg dah hampir tangerang ini skrg dah dilewatin transjak di depannya. Walau masih banyak perlu transit2 sih, tapi bagi ane ga terlalu masalah lah, soalnya transit skrg dah gak semengerikan dulu yg nunggu bus/kereta nya dateng aja lama bukan main. Sebelum kopit, rute harian ane cengkareng-menteng, kalo sama2 gak macet naik mobil/motor pribadi sekitar 1 jam, kalo naik transjak atau KRL sekitar 1,5 jam. Bagi ane masih acceptable lah. :big_smile]

Harapannya kedepan makin dikebut lah masalah transportasi massal ini. Ane suka ngikutin perkembangan MRT LRT di SSCI jd mayan tau lah drama2 di baliknya :big_biglaugh: So far yg paling mandek kayanya LRT jkt. Sejak kelar bangun rute yg secupluk itu dari 3 tahun yg lalu msh belon ada kelanjutannya jg itu fixnya mau lanjut ke mana lagi, mulai ground breaking kapan, dll
Post Reply