Chevrolet stop jualan di Indonesia

Ingin membahas hal-hal umum mengenai mobil dan otomotif, silakan bahas disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

Post Reply
User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2238
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by PRBS »

adi100 wrote: 30 Sep 2021, 20:29
PRBS wrote: 01 Jun 2020, 18:36
Michaelktp wrote: 01 Jun 2020, 17:54

Yup sudah pasti itu next 10 years hahaha.
Mengikuti kebiasaan GM Global yang memang jago mix platform dan mesin dari brand anak usahanya. Paling mudah terlihat pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang serasa 1 platform dengan mesin 1.3 D Multijet dari Fiat.
Memang banyak sekali Opel Blazer swap engine dengan diesel Panther bahkan saya pernah dengar Opel Blazer swap dengan mesin diesel Mitsubishi L300 dan fine-fine saja hehehe. Luar biasa sebenarnya brand ini dan turunannya karena terasa universal banget.
Itu semua pasti karena rasa penasaran bagaimana performa Opel Blazer jika bermesin diesel secara Opel Blazer CKD Indo DM sejak tahun 1996 tidak ada mesin diesel. PT. GMI beralasan takut kalau Blazer diesel akan menggangu penjualan Chevrolet Trooper dan itu alasan tak logis. Oleh karena itu 2 varian Opel Blazer yang dirakit di Pondok Ungu Plant semuanya dirakit dengan mesin bensin dari Holden displacement 2.2L
Padahal yang sebenarnya adalah ironi karena benih perpecahan Aliansi GM-Isuzu perlahan mulai terjadi dengan Isuzu meluncurkan Panther tanpa rebadge Chevycars dan Blazer brand Opel bukan Chevrolet. Selain tanpa varian mesin diesel juga teknik marketing yang salah besar secara brand Opel lebih identik dengan sedan bukan SUV.
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
Daripada repot-repot engine swap mesin blazer, belum lagi susah ngurus surat-suratnya (bensin ke diesel), apa gak mending beli dmax kondisi bahan / eks proyek, udh pd murah. Sekitaran 40-50jt udh dpt, setelah itu, beli bodi blajer di kampakan, 20-25jt dapatlah. Apalagi, chasis dmax juga durable , mengingat ini mobil angkutan, bawa bodi blajer yg tebel seharusnya bukan masalah. Poin plusnya, surat-surat aman, karna bawaan diesel dan apalagi sdh 4x4
ga semudah itu body blazer ditaruh di chassis dmax.. apa jarak as roda dmax dengan as roda blazer sama? kalaupun beda (let say slightly diffrnt 2-5cm), lalu adjust sana sini, itu udah aneh bin wagu.. dudukan mesin, body mounting, blablabla juga perlu experiment..

jauh lebih proper dan sensible kalau udah ada unit blazer tinggal di swap mesin aja.. fokusnya tinggal placement mesin baru ke engine bay blazer aja (mounting dkk), setidaknya body tetap blazer as it is, ga perlu pusing mikirin adjust apa2 lg... mahal murahnya tinggal ditentukan dari mesin yg mau dipakai..

lain cerita kalau punya dmax trus mau ganti body mu-x, mungkin masih bisa, as long 1 chassis.. :big_grin: :big_grin:
Post Reply