Chevrolet stop jualan di Indonesia

Ingin membahas hal-hal umum mengenai mobil dan otomotif, silakan bahas disini...

Moderators: F 272, b8099ok, ginting, FRD, artoodetoo, y_anjasrana

User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2239
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by PRBS »

Michaelktp wrote: 01 Jun 2020, 17:54
ginting wrote: 29 May 2020, 23:02
Michaelktp wrote: 29 May 2020, 18:22
Exactly, Chevy memang sempat menjadi brand mainstream di Indo DM sebelum performa penjualannya terus menurun dan sampai ke titik nadir sekarang ini. Juga dikarenakan hubungqn aliansi dengan Isuzu yang terus merenggang sejak Isuzu gagal di USDM ditambah inefisiensi di HQ Detroit dengan banyaknya brand mobil tidak produktif dibawah naungan GM Global. Lengkap sudah gejala kehancuran GM Global saat itu dan sekarang bisa dilihat pada jaman now ini.
GC Chevycars selain yang D-Cab dan SUV memang ceper. Bisa dilihat pada yang segmen MPV: Spin dan Orlando yang lebih rendah daripada kompetitornya oleh karena irtu enak dipacu karena CoD / hambatan angin yang lebih kecil dari GC tinggi hahaha.
Chevy LUV memang mobil kuda beban pada masanya sesuai dengan namanya: Light Utility Vehicle. Walaupun begitu memang ini bukanlah produk asli GM Global secara LUV rebadge total dengan Isuzu Faster. Secara sejak 1972 GM Global membeli 34% saham Isuzu Japan sehingga berhak menggunakan platform dan mesin-mesin diesel Isuzu yang terkenal sangat robust dan reliable. Sejak itu saham GM di Isuzu terus bertambah dari 34% sampai diatas 50%. Isuzu bersedia karena iming-iming akses langsung ke pasar terbesar D-Cab dan Light Truck Vehicle di USDM. Sayangnya penjualan Isuzu di USDM tidak pernah sesuai harapan bahkan Isuzu akhirnya quit dari USDM akhir dekade 1980an Akibatnya aliansi mereka mulai terus menegang terlihat dari usaha Isuzu mulai berjalan sendiri dengan menelurkan produk (Panther) dan mengubah logo brand sejak awal dekade 1990 an walaupun beberapa produk mereka tetap rebadge. Hubungan terus menurun dan GM Global mulai menjual saham di Isuzu secara bertahap sambil mencoba berpaling ke Daewoo awal dekade 2000an. Akhirnya turning point terbesar terjadi juga dengan Aliansi GM-Isuzu resmi berakhir pada tahun 2016. Ini juga menandakan berakhir total sudah kiprah GM Global di ASEAN DM sejak 1972 dengan quit dari Thai DM dan menjual Rayong Plant. Penguasa saham mayoritas di Isuzu berganti dikendalikan oleh Mitsubishi Corp. Sayonara GM Global.
Terlihat strategi rebadge sudah dilakukan GM Global antara Chevy dengan Isuzu di ASEAN DM sejak tahun 1972. Strategi yang jauh lebih awal 30 tahun dari saat triple elips merebadge Daicars yang baru mulai tahun 2003 di Indo DM setelah Daihatsu Japan kolaps. Aliansi triple elips Daihatsu terlihat seperti pengulangan sejarah saja antara Isuzu - GM Global dengan perbedaan posisi Daihatsu yang jauh lebih lemah dibandingkan Isuzu saat itu.
Selarang kan banyak tuh Opel Blazer swap engine dengan mesin Panther.
Mungkin sepuluh tahun lagi banyak Trailblazer swap engine mesin MUX atau DMAX wkwkkww
:mky_07: :mky_07: :mky_07: :mky_07:
Yup sudah pasti itu next 10 years hahaha.
Mengikuti kebiasaan GM Global yang memang jago mix platform dan mesin dari brand anak usahanya. Paling mudah terlihat pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang serasa 1 platform dengan mesin 1.3 D Multijet dari Fiat.
Memang banyak sekali Opel Blazer swap engine dengan diesel Panther bahkan saya pernah dengar Opel Blazer swap dengan mesin diesel Mitsubishi L300 dan fine-fine saja hehehe. Luar biasa sebenarnya brand ini dan turunannya karena terasa universal banget.
Itu semua pasti karena rasa penasaran bagaimana performa Opel Blazer jika bermesin diesel secara Opel Blazer CKD Indo DM sejak tahun 1996 tidak ada mesin diesel. PT. GMI beralasan takut kalau Blazer diesel akan menggangu penjualan Chevrolet Trooper dan itu alasan tak logis. Oleh karena itu 2 varian Opel Blazer yang dirakit di Pondok Ungu Plant semuanya dirakit dengan mesin bensin dari Holden displacement 2.2L
Padahal yang sebenarnya adalah ironi karena benih perpecahan Aliansi GM-Isuzu perlahan mulai terjadi dengan Isuzu meluncurkan Panther tanpa rebadge Chevycars dan Blazer brand Opel bukan Chevrolet. Selain tanpa varian mesin diesel juga teknik marketing yang salah besar secara brand Opel lebih identik dengan sedan bukan SUV.
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
User avatar
fabreguz
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 806
Joined: 17 Jan 2011, 13:32
Location: Paragon City

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by fabreguz »

jendral motor cabut dari endo karna kalah dgn slogan raja dijel: fake fanter vinter...cring... cring.... cring.... cring.... cring cring cring :wkkk: :wkkk: :wkkk: :wkkk: :wkkk: :mky_07: :mky_07: :mky_07: :big_biglaugh: :big_biglaugh: :big_biglaugh: :big_biglaugh:
Don't Imageate
sukerdan02
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 209
Joined: 20 Jul 2017, 11:19
Location: Semarang
Daily Vehicle: Trooper

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by sukerdan02 »

PRBS wrote: 01 Jun 2020, 18:36
Michaelktp wrote: 01 Jun 2020, 17:54
ginting wrote: 29 May 2020, 23:02

Selarang kan banyak tuh Opel Blazer swap engine dengan mesin Panther.
Mungkin sepuluh tahun lagi banyak Trailblazer swap engine mesin MUX atau DMAX wkwkkww
:mky_07: :mky_07: :mky_07: :mky_07:
Yup sudah pasti itu next 10 years hahaha.
Mengikuti kebiasaan GM Global yang memang jago mix platform dan mesin dari brand anak usahanya. Paling mudah terlihat pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang serasa 1 platform dengan mesin 1.3 D Multijet dari Fiat.
Memang banyak sekali Opel Blazer swap engine dengan diesel Panther bahkan saya pernah dengar Opel Blazer swap dengan mesin diesel Mitsubishi L300 dan fine-fine saja hehehe. Luar biasa sebenarnya brand ini dan turunannya karena terasa universal banget.
Itu semua pasti karena rasa penasaran bagaimana performa Opel Blazer jika bermesin diesel secara Opel Blazer CKD Indo DM sejak tahun 1996 tidak ada mesin diesel. PT. GMI beralasan takut kalau Blazer diesel akan menggangu penjualan Chevrolet Trooper dan itu alasan tak logis. Oleh karena itu 2 varian Opel Blazer yang dirakit di Pondok Ungu Plant semuanya dirakit dengan mesin bensin dari Holden displacement 2.2L
Padahal yang sebenarnya adalah ironi karena benih perpecahan Aliansi GM-Isuzu perlahan mulai terjadi dengan Isuzu meluncurkan Panther tanpa rebadge Chevycars dan Blazer brand Opel bukan Chevrolet. Selain tanpa varian mesin diesel juga teknik marketing yang salah besar secara brand Opel lebih identik dengan sedan bukan SUV.
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
Itu sih karena ga nyesuaiin final gearnya.. Kalau final gear disesuaikan enak juga kok.. Apalagi swap nya pake 4jb atau 4jg, wkkwkwkw..
Juga mesin bensin blazer yang ada disini itu gak sesuai peruntukannya.. Mesin blazer 2.2 itu aslinya mesin sedan yang posisinya transverse, tapi dipaksakan jadi longitudinal.. karakter torsinya juga ga cocok buat SUV, maka itu rasio final gearnya aneh.. beda dengan mesin bensin trooper yang karakternya low end torque banget, walaupun boros.. karakternya mirip mesin 2.4 terrani
sementara blazer diesel itu memang tidak ada dari sananya.. blazer hanya ada mesin bensin v6 4300cc vortec untuk pasar amerika..
tapi kalau blazer ckad tahun 96 dan takut mengganggu pasar trooper harusnya ga beralasan, karena trooper sendiri terakhir CKD tahun 96..

trooper sendiri, jaman akhir2 masa edarnya jadi anak tiri.. waktu ada trooper gen 2 keatas mau dimasukkan, sementara garmak motor sudah nonaktif dan mau dimasukkan lewat brand isuzu, isuzu yang takut jualannya panther terganggu, disamping harganya yang kelewat mahal.. Trooper / bighorn gen 3 yang sempat masuk beberapa puluh unit saat itu harganya sudah 200an juta (sebelum krismon 98)

trooper sendiri diluar, swap mesin dmax udah banyak, karena memang seplatform juga.. favoritnya sih mesin 4JJ1.. Kalau trooper lokal mau pasang dmax, walaupun dudukan gampang, tapi wiring nya yang repot
User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2239
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by PRBS »

sukerdan02 wrote: 02 Jun 2020, 14:36
PRBS wrote: 01 Jun 2020, 18:36
Michaelktp wrote: 01 Jun 2020, 17:54

Yup sudah pasti itu next 10 years hahaha.
Mengikuti kebiasaan GM Global yang memang jago mix platform dan mesin dari brand anak usahanya. Paling mudah terlihat pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang serasa 1 platform dengan mesin 1.3 D Multijet dari Fiat.
Memang banyak sekali Opel Blazer swap engine dengan diesel Panther bahkan saya pernah dengar Opel Blazer swap dengan mesin diesel Mitsubishi L300 dan fine-fine saja hehehe. Luar biasa sebenarnya brand ini dan turunannya karena terasa universal banget.
Itu semua pasti karena rasa penasaran bagaimana performa Opel Blazer jika bermesin diesel secara Opel Blazer CKD Indo DM sejak tahun 1996 tidak ada mesin diesel. PT. GMI beralasan takut kalau Blazer diesel akan menggangu penjualan Chevrolet Trooper dan itu alasan tak logis. Oleh karena itu 2 varian Opel Blazer yang dirakit di Pondok Ungu Plant semuanya dirakit dengan mesin bensin dari Holden displacement 2.2L
Padahal yang sebenarnya adalah ironi karena benih perpecahan Aliansi GM-Isuzu perlahan mulai terjadi dengan Isuzu meluncurkan Panther tanpa rebadge Chevycars dan Blazer brand Opel bukan Chevrolet. Selain tanpa varian mesin diesel juga teknik marketing yang salah besar secara brand Opel lebih identik dengan sedan bukan SUV.
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
Itu sih karena ga nyesuaiin final gearnya.. Kalau final gear disesuaikan enak juga kok.. Apalagi swap nya pake 4jb atau 4jg, wkkwkwkw..
Juga mesin bensin blazer yang ada disini itu gak sesuai peruntukannya.. Mesin blazer 2.2 itu aslinya mesin sedan yang posisinya transverse, tapi dipaksakan jadi longitudinal.. karakter torsinya juga ga cocok buat SUV, maka itu rasio final gearnya aneh.. beda dengan mesin bensin trooper yang karakternya low end torque banget, walaupun boros.. karakternya mirip mesin 2.4 terrani
sementara blazer diesel itu memang tidak ada dari sananya.. blazer hanya ada mesin bensin v6 4300cc vortec untuk pasar amerika..
tapi kalau blazer ckad tahun 96 dan takut mengganggu pasar trooper harusnya ga beralasan, karena trooper sendiri terakhir CKD tahun 96..

trooper sendiri, jaman akhir2 masa edarnya jadi anak tiri.. waktu ada trooper gen 2 keatas mau dimasukkan, sementara garmak motor sudah nonaktif dan mau dimasukkan lewat brand isuzu, isuzu yang takut jualannya panther terganggu, disamping harganya yang kelewat mahal.. Trooper / bighorn gen 3 yang sempat masuk beberapa puluh unit saat itu harganya sudah 200an juta (sebelum krismon 98)

trooper sendiri diluar, swap mesin dmax udah banyak, karena memang seplatform juga.. favoritnya sih mesin 4JJ1.. Kalau trooper lokal mau pasang dmax, walaupun dudukan gampang, tapi wiring nya yang repot
Memang blazer di indo (versi lokal) itu gado2 kok (walaupun 1 GM ya).. body chevrolet, merk opel, mesin holden.. untuk weight to rationya juga memang ga cocok menopang bobot 2 ton..

Mesin blazer vortec yg ada di indo juga mesin jadul tahun 80an kok.. nothing to impressed at all performanya.. malah banyak yg udah rusak di states sana..

Komunitas blazer masih rame karena simply blazer (lampu tahu sampe lampe tumpuk) itu gagah bgt.. not to mention blazer brazil ya, saya pribadi ga selera..

Komunitas blazer banyak yg rela swap ke mesin panther simply demi bisa berjalan (dan irit) aja mobilnya, bukan untuk gaining speed.. btw, final gear dicocokin juga ttp bolot kok pake mesin panther kapsul.. eventho dia diesel, powernya ga sebanding buat bobot 2 tonnya.. mau cocok memang harusnya swap pakai 4JG2 (Trooper V6)
Michaelktp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 590
Joined: 02 Nov 2013, 15:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by Michaelktp »

PRBS wrote: 02 Jun 2020, 17:06
sukerdan02 wrote: 02 Jun 2020, 14:36
PRBS wrote: 01 Jun 2020, 18:36
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
Itu sih karena ga nyesuaiin final gearnya.. Kalau final gear disesuaikan enak juga kok.. Apalagi swap nya pake 4jb atau 4jg, wkkwkwkw..
Juga mesin bensin blazer yang ada disini itu gak sesuai peruntukannya.. Mesin blazer 2.2 itu aslinya mesin sedan yang posisinya transverse, tapi dipaksakan jadi longitudinal.. karakter torsinya juga ga cocok buat SUV, maka itu rasio final gearnya aneh.. beda dengan mesin bensin trooper yang karakternya low end torque banget, walaupun boros.. karakternya mirip mesin 2.4 terrani
sementara blazer diesel itu memang tidak ada dari sananya.. blazer hanya ada mesin bensin v6 4300cc vortec untuk pasar amerika..
tapi kalau blazer ckad tahun 96 dan takut mengganggu pasar trooper harusnya ga beralasan, karena trooper sendiri terakhir CKD tahun 96..

trooper sendiri, jaman akhir2 masa edarnya jadi anak tiri.. waktu ada trooper gen 2 keatas mau dimasukkan, sementara garmak motor sudah nonaktif dan mau dimasukkan lewat brand isuzu, isuzu yang takut jualannya panther terganggu, disamping harganya yang kelewat mahal.. Trooper / bighorn gen 3 yang sempat masuk beberapa puluh unit saat itu harganya sudah 200an juta (sebelum krismon 98)

trooper sendiri diluar, swap mesin dmax udah banyak, karena memang seplatform juga.. favoritnya sih mesin 4JJ1.. Kalau trooper lokal mau pasang dmax, walaupun dudukan gampang, tapi wiring nya yang repot
Memang blazer di indo (versi lokal) itu gado2 kok (walaupun 1 GM ya).. body chevrolet, merk opel, mesin holden.. untuk weight to rationya juga memang ga cocok menopang bobot 2 ton..

Mesin blazer vortec yg ada di indo juga mesin jadul tahun 80an kok.. nothing to impressed at all performanya.. malah banyak yg udah rusak di states sana..

Komunitas blazer masih rame karena simply blazer (lampu tahu sampe lampe tumpuk) itu gagah bgt.. not to mention blazer brazil ya, saya pribadi ga selera..

Komunitas blazer banyak yg rela swap ke mesin panther simply demi bisa berjalan (dan irit) aja mobilnya, bukan untuk gaining speed.. btw, final gear dicocokin juga ttp bolot kok pake mesin panther kapsul.. eventho dia diesel, powernya ga sebanding buat bobot 2 tonnya.. mau cocok memang harusnya swap pakai 4JG2 (Trooper V6)
Opel Blazer dengan 4JG2 pasti lebih match power to weight rationya hehehe.
Di USDM memang tidak ada Blazer diesel apalagi mayoritas konsumen USDM anti diesel dan pemuja mesin bensin displacement besar. Secara mesin 2.5L-3.0L saja masih dianggap mesin liliput jelas beda langit dan bumi dengan displacement kebangsaan Indo DM yang 1.3L-1.5L karena sudah Blueprint market leader dengan LMPV sejuta umatnya pasca krisis 1998.
Pra 1998 jelss jauh lebih baik selera dan pilihan displacement mesin mobil di Indo DM.
Yang dibilang bro PRBS benar juga secara Opel Blazer Indo DM adalah mobil gado-gado dari 3 negara. Contoh jaman now pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang juga "korban" eksprerimen mix platform dan mesin dari GM Gobal seperti Opel Blazer Indo DM dulunya.
Semua bisa dilakukan di Pondok Ungu Plant secara reaktivasi lagi setelah GM Global CKD Chevy Spin pada tahun 2013. Pondok Ungu Plant sempat defunct tahun 2005 dan sejak tahun 2002 PT. GMBI kembali CKD Blazer dengan brand Chevrolet di Indo DM tapi tetap dengan mesin bensin Holden 2.2L. Sepemahaman dengan bro sukerdan02 kalau ini pilihan mesin yang salah besar karena mesin sedan Opel tapi dipaksakan masuk ke body gambot SUV yang tidak 1 platform sehingga pasti tidak match power to weight rationya. Apalagi bobot Blazer saja hampir 2,3 ton sehingga walau Blazer diswap ke mesin diesel Panther juga pasti tetap lemot. Memang bisa jadi top speed mentok 100 km/jam karena bobot Panther masih jauh dibawah 2 ton. Poin yang terpenting: FC irit bisa jalan dengan tampilan Blazer yang gagah berkarakter macho khas American styles tapi timeless.
Montir BeRes Chevy langganan saya bilang sering dititipi pesanan kalau ada body Opel/ Chevy Blazer yang mau dijual. Tentu apalagi kalau bukan untuk swap ke mesin diesel dan untuk eksperimen swap diesel ini mobil paling the best katanya. Tentu makna the bestnya untuk mobil jaman jebot hahaha
User avatar
PRBS
Member of Mechanic Engineer
Member of Mechanic Engineer
Posts: 2239
Joined: 06 Mar 2011, 21:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by PRBS »

Michaelktp wrote: 03 Jun 2020, 16:19
PRBS wrote: 02 Jun 2020, 17:06
sukerdan02 wrote: 02 Jun 2020, 14:36
Itu sih karena ga nyesuaiin final gearnya.. Kalau final gear disesuaikan enak juga kok.. Apalagi swap nya pake 4jb atau 4jg, wkkwkwkw..
Juga mesin bensin blazer yang ada disini itu gak sesuai peruntukannya.. Mesin blazer 2.2 itu aslinya mesin sedan yang posisinya transverse, tapi dipaksakan jadi longitudinal.. karakter torsinya juga ga cocok buat SUV, maka itu rasio final gearnya aneh.. beda dengan mesin bensin trooper yang karakternya low end torque banget, walaupun boros.. karakternya mirip mesin 2.4 terrani
sementara blazer diesel itu memang tidak ada dari sananya.. blazer hanya ada mesin bensin v6 4300cc vortec untuk pasar amerika..
tapi kalau blazer ckad tahun 96 dan takut mengganggu pasar trooper harusnya ga beralasan, karena trooper sendiri terakhir CKD tahun 96..

trooper sendiri, jaman akhir2 masa edarnya jadi anak tiri.. waktu ada trooper gen 2 keatas mau dimasukkan, sementara garmak motor sudah nonaktif dan mau dimasukkan lewat brand isuzu, isuzu yang takut jualannya panther terganggu, disamping harganya yang kelewat mahal.. Trooper / bighorn gen 3 yang sempat masuk beberapa puluh unit saat itu harganya sudah 200an juta (sebelum krismon 98)

trooper sendiri diluar, swap mesin dmax udah banyak, karena memang seplatform juga.. favoritnya sih mesin 4JJ1.. Kalau trooper lokal mau pasang dmax, walaupun dudukan gampang, tapi wiring nya yang repot
Memang blazer di indo (versi lokal) itu gado2 kok (walaupun 1 GM ya).. body chevrolet, merk opel, mesin holden.. untuk weight to rationya juga memang ga cocok menopang bobot 2 ton..

Mesin blazer vortec yg ada di indo juga mesin jadul tahun 80an kok.. nothing to impressed at all performanya.. malah banyak yg udah rusak di states sana..

Komunitas blazer masih rame karena simply blazer (lampu tahu sampe lampe tumpuk) itu gagah bgt.. not to mention blazer brazil ya, saya pribadi ga selera..

Komunitas blazer banyak yg rela swap ke mesin panther simply demi bisa berjalan (dan irit) aja mobilnya, bukan untuk gaining speed.. btw, final gear dicocokin juga ttp bolot kok pake mesin panther kapsul.. eventho dia diesel, powernya ga sebanding buat bobot 2 tonnya.. mau cocok memang harusnya swap pakai 4JG2 (Trooper V6)
Opel Blazer dengan 4JG2 pasti lebih match power to weight rationya hehehe.
Di USDM memang tidak ada Blazer diesel apalagi mayoritas konsumen USDM anti diesel dan pemuja mesin bensin displacement besar. Secara mesin 2.5L-3.0L saja masih dianggap mesin liliput jelas beda langit dan bumi dengan displacement kebangsaan Indo DM yang 1.3L-1.5L karena sudah Blueprint market leader dengan LMPV sejuta umatnya pasca krisis 1998.
Pra 1998 jelss jauh lebih baik selera dan pilihan displacement mesin mobil di Indo DM.
Yang dibilang bro PRBS benar juga secara Opel Blazer Indo DM adalah mobil gado-gado dari 3 negara. Contoh jaman now pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang juga "korban" eksprerimen mix platform dan mesin dari GM Gobal seperti Opel Blazer Indo DM dulunya.
Semua bisa dilakukan di Pondok Ungu Plant secara reaktivasi lagi setelah GM Global CKD Chevy Spin pada tahun 2013. Pondok Ungu Plant sempat defunct tahun 2005 dan sejak tahun 2002 PT. GMBI kembali CKD Blazer dengan brand Chevrolet di Indo DM tapi tetap dengan mesin bensin Holden 2.2L. Sepemahaman dengan bro sukerdan02 kalau ini pilihan mesin yang salah besar karena mesin sedan Opel tapi dipaksakan masuk ke body gambot SUV yang tidak 1 platform sehingga pasti tidak match power to weight rationya. Apalagi bobot Blazer saja hampir 2,3 ton sehingga walau Blazer diswap ke mesin diesel Panther juga pasti tetap lemot. Memang bisa jadi top speed mentok 100 km/jam karena bobot Panther masih jauh dibawah 2 ton. Poin yang terpenting: FC irit bisa jalan dengan tampilan Blazer yang gagah berkarakter macho khas American styles tapi timeless.
Montir BeRes Chevy langganan saya bilang sering dititipi pesanan kalau ada body Opel/ Chevy Blazer yang mau dijual. Tentu apalagi kalau bukan untuk swap ke mesin diesel dan untuk eksperimen swap diesel ini mobil paling the best katanya. Tentu makna the bestnya untuk mobil jaman jebot hahaha
iyes betul om.. budget untuk swap mesin panther kapsul juga ga sedikit, tapi underpower dan vibrationnya juga mantap.. makanya jaman dulu diurungkan niat swapnya.. sama montir udah pelajarin buat swap mesin 2KD sebetulnya, tapi cari unit 2KD lengkap sama transmisi sama ECU susahhnya bukan main jaman dulu (tahun 2015an), kalo ada mahal bgt (20jtan).. tambah 10jt dapet 3sge beams hahaha.. akhirnya diurungkan niatnya lagi sampe blazernya malah laku duluan.. sekarang mimpi bgt pingin punya blazer lagi tapi langsung buat swap 2KD lagi.. tapi mimpi masih tinggal mimpi.. :ungg:

kenapa mimpi punya blazer lagi? simply karena body betul2 persis dengan US spec, gagah dan ngerasa keren aja bawa blazer (apalagi di suspension lift sedikit) persis seperti om michael katakan.. beberapa kali bawa fortuner or pajero punya saudara, vibes dan tongkrongannya beda kalau bawa blazer.. (ini impresi pribadi yaa)
Michaelktp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 590
Joined: 02 Nov 2013, 15:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by Michaelktp »

PRBS wrote: 03 Jun 2020, 18:48
Michaelktp wrote: 03 Jun 2020, 16:19
Opel Blazer dengan 4JG2 pasti lebih match power to weight rationya hehehe.
Di USDM memang tidak ada Blazer diesel apalagi mayoritas konsumen USDM anti diesel dan pemuja mesin bensin displacement besar. Secara mesin 2.5L-3.0L saja masih dianggap mesin liliput jelas beda langit dan bumi dengan displacement kebangsaan Indo DM yang 1.3L-1.5L karena sudah Blueprint market leader dengan LMPV sejuta umatnya pasca krisis 1998.
Pra 1998 jelss jauh lebih baik selera dan pilihan displacement mesin mobil di Indo DM.
Yang dibilang bro PRBS benar juga secara Opel Blazer Indo DM adalah mobil gado-gado dari 3 negara. Contoh jaman now pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang juga "korban" eksprerimen mix platform dan mesin dari GM Gobal seperti Opel Blazer Indo DM dulunya.
Semua bisa dilakukan di Pondok Ungu Plant secara reaktivasi lagi setelah GM Global CKD Chevy Spin pada tahun 2013. Pondok Ungu Plant sempat defunct tahun 2005 dan sejak tahun 2002 PT. GMBI kembali CKD Blazer dengan brand Chevrolet di Indo DM tapi tetap dengan mesin bensin Holden 2.2L. Sepemahaman dengan bro sukerdan02 kalau ini pilihan mesin yang salah besar karena mesin sedan Opel tapi dipaksakan masuk ke body gambot SUV yang tidak 1 platform sehingga pasti tidak match power to weight rationya. Apalagi bobot Blazer saja hampir 2,3 ton sehingga walau Blazer diswap ke mesin diesel Panther juga pasti tetap lemot. Memang bisa jadi top speed mentok 100 km/jam karena bobot Panther masih jauh dibawah 2 ton. Poin yang terpenting: FC irit bisa jalan dengan tampilan Blazer yang gagah berkarakter macho khas American styles tapi timeless.
Montir BeRes Chevy langganan saya bilang sering dititipi pesanan kalau ada body Opel/ Chevy Blazer yang mau dijual. Tentu apalagi kalau bukan untuk swap ke mesin diesel dan untuk eksperimen swap diesel ini mobil paling the best katanya. Tentu makna the bestnya untuk mobil jaman jebot hahaha
iyes betul om.. budget untuk swap mesin panther kapsul juga ga sedikit, tapi underpower dan vibrationnya juga mantap.. makanya jaman dulu diurungkan niat swapnya.. sama montir udah pelajarin buat swap mesin 2KD sebetulnya, tapi cari unit 2KD lengkap sama transmisi sama ECU susahhnya bukan main jaman dulu (tahun 2015an), kalo ada mahal bgt (20jtan).. tambah 10jt dapet 3sge beams hahaha.. akhirnya diurungkan niatnya lagi sampe blazernya malah laku duluan.. sekarang mimpi bgt pingin punya blazer lagi tapi langsung buat swap 2KD lagi.. tapi mimpi masih tinggal mimpi.. :ungg:

kenapa mimpi punya blazer lagi? simply karena body betul2 persis dengan US spec, gagah dan ngerasa keren aja bawa blazer (apalagi di suspension lift sedikit) persis seperti om michael katakan.. beberapa kali bawa fortuner or pajero punya saudara, vibes dan tongkrongannya beda kalau bawa blazer.. (ini impresi pribadi yaa)

Absolutely right vibes dan outlook Americancars tetap diatas mobil Jepangan.
Take it easy bro PRBS secara jika akhirnya mimpi swap mesin Panther ke Blazer bisa terwujud ya tetap harus berdamai dengan underpower dan vibrationnya tapi hati puas karena impian tercapai hehehe.
Semoga bisa terlaksana di masa datang dengan pilihan mesin diesel yang dikehendaki. Tabik
Setelah memiliki Chevy SpinDies LT 1.3D M/T 2014 jadi pengen memiliki Chevycars yang lain lagi. Dengan SpinDies terasa bernostalgia dengan Mitsu Kuda diesel tapi dengan nafas mesin yang lebih panjang dan handling lebih mantap tapi berkompromi dengan space kabin yang lebih sempit dari Mitsu Kuda. Mesin diesel Fiat Multijet 1.3 sangat halus tanpa getaran bahkan sering dikira mesin bensin oleh orang di luar mobil hahaha. Saya rasa SpinDies ini salah satu mix platform body dan mesin terbaik dari GM Global. Sayangnya Opel Blazer Indo DM saat itu malah memakai mesin Holden 2.2L yang bukan peruntukannya sama sekali.
Bahkan untuk handling compare ke Xpander saya masih memilih SpinDies untuk jalur tol ke luar kota karena handling yang mantap dan terasa menapak erat di jalan. Berkat GC ceper SpinDies sehingga CoD/hambatan anginnya lebih minim berakibat enak dipacu di jalur tol luar kota. LMPV Xpander 2018 saya terasa agak limbung di tol secara GC tinggi tapi suspensi disetel untuk kenyamanan penumpang. Beda bagai bumi dan langit handling Mitsucars "Born to Run" dekade 1990 an dengan Mitsucars "[email protected]" jaman now. Secara nostalgia handling Mitsucars dekade 1990an terasa lagi di Chevycars jaman now. Akan tetapi handling Xpander tetap diatas ANA 1.3G M/T batch awal end 2011 saya yang kalau lari di jalan tol seperti pesawat jet mau take off. Better ke laut saja secara kalau jadi penjaga garasi juga aneh karena itu mobil sejuta umat hahahaha.
Americancars memang mantap handlingnya than Jepangan. Oleh karena itu jika ada plan meminang SUV Ladder frame saya akan memilih Trailblazer daripada ANPS, Terra apalagi ANF karena value for money Chevycars paling tinggi dari brand Jepangan mainstream itu. No doubt
User avatar
Turboman
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 21377
Joined: 12 Dec 2005, 12:14

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by Turboman »

Andalan grup (dulu Chevy) skg jualan MG yah
FU27
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 739
Joined: 03 May 2017, 16:39
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Karimun Wagon R
Contact:

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by FU27 »

American cars handling better than japs car?
Gak pernah setuju.

Dari dulu, US cars bagus buat cruising. Tenaga besar tapi susah belok.

BTW, spin dan trailblazer bisa dibilang asian chevy sih.
ginting
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4131
Joined: 08 Dec 2013, 23:05
Location: CIPUTAT
Daily Vehicle: ISUZU MU-X
Contact:

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by ginting »

FU27 wrote: 15 Jun 2020, 20:53 American cars handling better than japs car?
Gak pernah setuju.

Dari dulu, US cars bagus buat cruising. Tenaga besar tapi susah belok.

BTW, spin dan trailblazer bisa dibilang asian chevy sih.
TB itu memang bisa disebut Asian Chevy secara itu hasil kolaborasi Bersama Ihsusu.
Tapi kolaborasi pecah karena mereka cerai makanya masing masing pasang mesin dan tranny yg beda (sesuai filosophy masing masing juga).

Chevy : gua harus kuat dan kencang..
Isuzu : gue harus longevity dan economic cring cring cring..
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11237
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by ChZ »

FU27 wrote: 15 Jun 2020, 20:53 American cars handling better than japs car?
Gak pernah setuju.

Dari dulu, US cars bagus buat cruising. Tenaga besar tapi susah belok.

BTW, spin dan trailblazer bisa dibilang asian chevy sih.
Inget oom, apapun mobil negara bule itu bagus, jejepangan mainstream iz crap.

Mau chevrolet spin itu lebih bagus daripada camry. Bowtie gt loh. Bkn yang tiap menit tiap detik ada di jalanan krn ga rusak rusak.

Mobil koq ga pernah ke bengkel.
Mobil koq elektrikalnya ga ada yang rusakan.
Mobil koq mesinnya kuat banget ga meler meler
Mobil koq banyak bener di jalan.
Mobil koq dijual lg harganya masih tinggi.

Mobil khan harusnya sering ke bengkel dan kalo bisa ga dijual lg. :ngacir:
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
User avatar
bensinsolar
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 634
Joined: 27 Sep 2016, 15:34

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by bensinsolar »

Mungkin maksud Omnya itu bukan handling, tapi waktu high speed american car mantep/stabil gitu.
Harrier gen 2 yg dibilang bloaty, handling jelek dll aja, saya liat di IG kebut2an daerah (S*****g), mantep abis itu. Bisa pindah jalur (buang stir) waktu high speed tapi ga terbalik. Saya aja ngeri kalo bawa harrier saya spt itu. Ya setidaknya, jd peace of mind aja kalo perlu manuver darurat my Harrier can do that as well :mky_08:
FU27
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 739
Joined: 03 May 2017, 16:39
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Karimun Wagon R
Contact:

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by FU27 »

ChZ wrote: 16 Jun 2020, 08:03
FU27 wrote: 15 Jun 2020, 20:53 American cars handling better than japs car?
Gak pernah setuju.

Dari dulu, US cars bagus buat cruising. Tenaga besar tapi susah belok.

BTW, spin dan trailblazer bisa dibilang asian chevy sih.
Inget oom, apapun mobil negara bule itu bagus, jejepangan mainstream iz crap.

Mau chevrolet spin itu lebih bagus daripada camry. Bowtie gt loh. Bkn yang tiap menit tiap detik ada di jalanan krn ga rusak rusak.

Mobil koq ga pernah ke bengkel.
Mobil koq elektrikalnya ga ada yang rusakan.
Mobil koq mesinnya kuat banget ga meler meler
Mobil koq banyak bener di jalan.
Mobil koq dijual lg harganya masih tinggi.

Mobil khan harusnya sering ke bengkel dan kalo bisa ga dijual lg. :ngacir:

Klo ngomong di sini bebas, coba komen kaya gini di motuba. Diserang fans beratnya lemons lu oom.
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11237
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by ChZ »

FU27 wrote: 16 Jun 2020, 09:56
Klo ngomong di sini bebas, coba komen kaya gini di motuba. Diserang fans beratnya lemons lu oom.
d sini fans berat lemon cars yang resale value nya drop dan suka ke bengkel kalah kenceng suaranya ama tim anti dibudakin mobil...

:ngacir:

tp gpp lah, fans lemon ini calon penghuni surga. suka beramal ke toko sperpart dan bengkel...
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
ginting
SM Moderator
SM Moderator
Posts: 4131
Joined: 08 Dec 2013, 23:05
Location: CIPUTAT
Daily Vehicle: ISUZU MU-X
Contact:

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by ginting »

ChZ wrote: 16 Jun 2020, 08:03
FU27 wrote: 15 Jun 2020, 20:53 American cars handling better than japs car?
Gak pernah setuju.

Dari dulu, US cars bagus buat cruising. Tenaga besar tapi susah belok.

BTW, spin dan trailblazer bisa dibilang asian chevy sih.
Inget oom, apapun mobil negara bule itu bagus, jejepangan mainstream iz crap.

Mau chevrolet spin itu lebih bagus daripada camry. Bowtie gt loh. Bkn yang tiap menit tiap detik ada di jalanan krn ga rusak rusak.

Mobil koq ga pernah ke bengkel.
Mobil koq elektrikalnya ga ada yang rusakan.
Mobil koq mesinnya kuat banget ga meler meler
Mobil koq banyak bener di jalan.
Mobil koq dijual lg harganya masih tinggi.

Mobil khan harusnya sering ke bengkel dan kalo bisa ga dijual lg. :ngacir:
sarcasm at its best.... :mky_07: :mky_07: :mky_07: :mky_07:
User avatar
pradit_d
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 758
Joined: 30 Oct 2011, 21:37

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by pradit_d »

Apa cuman ane ya yg sejak berita tutupnya chevy indonesia jadi rajin mantengin harga bekasnya colorado hc? Nagrep turun, cuman sayangnya blm turun2, tapi itu masih harga penawaran sih, blm ditawar....hahaha
:big_peace:
Ivan123
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 97
Joined: 29 Jan 2020, 22:42

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by Ivan123 »

Nungguin blazer 2020 malah, keren tu kalo yg versi panoramic masuk. Eh malah chevi cabut...
Michaelktp
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 590
Joined: 02 Nov 2013, 15:00

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by Michaelktp »

bensinsolar wrote: 16 Jun 2020, 09:34 Mungkin maksud Omnya itu bukan handling, tapi waktu high speed american car mantep/stabil gitu.

Cut
Yup exactly poinnya di situ.
Memang benar kalau Chevy Spin dan Trailblazer itu bukan pure DNA Americancar.
Saya hanya compare SpinDies dengan Xpander yang sama-sama LMPV dan tetap lebih mantap pada pengendalian SpinDies di jalur tol luar kota karena Xpander limbung. In my opinion Xpander lebih cocok bagi saya untuk pemakaian jalur dalam kota saja. No doubt.
Bukan compare Chevy SpinDies dengan Camry #gagalpaham. Mungkin kata Jepangan dan mainstream terlalu kasar di telinga pemujanya. Whatever lha hahaha.
Last edited by Michaelktp on 16 Jun 2020, 15:49, edited 1 time in total.
FU27
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 739
Joined: 03 May 2017, 16:39
Location: Jakarta
Daily Vehicle: Karimun Wagon R
Contact:

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by FU27 »

Tapi chevy out ini gak aneh aih emang. Di negara asalnya aja, produk GM yang banyak disukai orang itu truk. Klo nyari sedan malah pilih brand luar US. Klo mau mewah, belinya mobil yurop. Klo mau ekonomis, beli japs.
User avatar
ChZ
SM Specialist
SM Specialist
Posts: 11237
Joined: 08 Oct 2013, 21:30
Location: Semarang
Daily Vehicle: Civic FK4

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by ChZ »

FU27 wrote: 16 Jun 2020, 15:44 Tapi chevy out ini gak aneh aih emang. Di negara asalnya aja, produk GM yang banyak disukai orang itu truk. Klo nyari sedan malah pilih brand luar US. Klo mau mewah, belinya mobil yurop. Klo mau ekonomis, beli japs.
Mobil produk duo ameriki yang laris di negara asalnya antara muscle sports dan truck.

Muscle di sana murah sih, seharga CRV Rav4 highest opt udah dapet tipe V8.

Handling emang payah, tapi V8 nya itu... Wkwkwkwkwk.

Selain itu best selling passengernya ya mirip2 sini fans toyota honda jg.

Camry accord civic corolla skrg geser crossover jg pindahnya CRV RAV4... Wkwkwkwkkw.

Lha disini kalo Camaro Mustang V8 bisa harga 400jt mah gw mau...

Bodo amat jiper di tikungan, paling engga ngerasain V8 grunt tiap weekend... Boros gpp dah murah ini mobilnya.
2011 Toyota XU30 / 2016 XP170
2015 Honda RU5 / 2017 FK4 / 2018 RW1
2019 Mitsubishi NC1W

https://livingwithcars.wixsite.com/livingwithcars/blog
hahaha2009
Visitor
Visitor
Posts: 9
Joined: 20 Dec 2017, 09:42

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by hahaha2009 »

Turboman wrote: 15 Jun 2020, 19:13 Andalan grup (dulu Chevy) skg jualan MG yah
Iya om, kemaren saya lihat di wa status jualan MG
casabalancas
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 588
Joined: 02 Oct 2017, 17:20
Location: Jakarta

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by casabalancas »

hahaha2009 wrote: 17 Jun 2020, 07:22
Turboman wrote: 15 Jun 2020, 19:13 Andalan grup (dulu Chevy) skg jualan MG yah
Iya om, kemaren saya lihat di wa status jualan MG
iya, andalan sebagian jualan MG, yang di bandung jualan renault

Hascar juga jualan MG sekarang

maaf OOT
jazzretro7
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 60
Joined: 04 Aug 2019, 10:13
Location: Bogor

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by jazzretro7 »

Michaelktp wrote: 16 Jun 2020, 15:26
bensinsolar wrote: 16 Jun 2020, 09:34 Mungkin maksud Omnya itu bukan handling, tapi waktu high speed american car mantep/stabil gitu.

Cut
Yup exactly poinnya di situ.
Memang benar kalau Chevy Spin dan Trailblazer itu bukan pure DNA Americancar.
Saya hanya compare SpinDies dengan Xpander yang sama-sama LMPV dan tetap lebih mantap pada pengendalian SpinDies di jalur tol luar kota karena Xpander limbung. In my opinion Xpander lebih cocok bagi saya untuk pemakaian jalur dalam kota saja. No doubt.
Bukan compare Chevy SpinDies dengan Camry #gagalpaham. Mungkin kata Jepangan dan mainstream terlalu kasar di telinga pemujanya. Whatever lha hahaha.
Kalo utk handling dan stabilitas emang top.. sy sudah jalan2x pp lintas selatan jkt yogya wktu thn baru dan pas lokdon ini, dibanding pjs jauh lebih manteb serasa nempel diaspal baik saat nikung2 dan lurus,. klo dgn yg lama saat nikung barang2 dblakang sudah berantakan lah dgn tb masih fix tidak berubah posisi sampai tujuann..emang dri bantingan lebih stiff tp stabilitas saat cruising di pegunungan lebih nempek aspal :big_peace: :big_grin:
jazzretro7
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 60
Joined: 04 Aug 2019, 10:13
Location: Bogor

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by jazzretro7 »

casabalancas wrote: 17 Jun 2020, 09:30
hahaha2009 wrote: 17 Jun 2020, 07:22
Turboman wrote: 15 Jun 2020, 19:13 Andalan grup (dulu Chevy) skg jualan MG yah
Iya om, kemaren saya lihat di wa status jualan MG
iya, andalan sebagian jualan MG, yang di bandung jualan renault

Hascar juga jualan MG sekarang

maaf OOT
kalo dealer chevy nusantara motor yg di depok dan cibubur jualan ford, mahindra, royal enfield malah, dikalimantan beres chevy bisa terima serpis ford jg tuh
dgr2 akhir thn everest dan ecosport mau launching tuh...
adi100
Member of Junior Mechanic
Member of Junior Mechanic
Posts: 29
Joined: 14 Dec 2017, 20:45
Location: Semarang
Daily Vehicle: SupraBapak

Re: Chevrolet stop jualan di Indonesia

Post by adi100 »

PRBS wrote: 01 Jun 2020, 18:36
Michaelktp wrote: 01 Jun 2020, 17:54
ginting wrote: 29 May 2020, 23:02

Selarang kan banyak tuh Opel Blazer swap engine dengan mesin Panther.
Mungkin sepuluh tahun lagi banyak Trailblazer swap engine mesin MUX atau DMAX wkwkkww
:mky_07: :mky_07: :mky_07: :mky_07:
Yup sudah pasti itu next 10 years hahaha.
Mengikuti kebiasaan GM Global yang memang jago mix platform dan mesin dari brand anak usahanya. Paling mudah terlihat pada Chevy SpinDies dan Suzuki ErtiDies yang serasa 1 platform dengan mesin 1.3 D Multijet dari Fiat.
Memang banyak sekali Opel Blazer swap engine dengan diesel Panther bahkan saya pernah dengar Opel Blazer swap dengan mesin diesel Mitsubishi L300 dan fine-fine saja hehehe. Luar biasa sebenarnya brand ini dan turunannya karena terasa universal banget.
Itu semua pasti karena rasa penasaran bagaimana performa Opel Blazer jika bermesin diesel secara Opel Blazer CKD Indo DM sejak tahun 1996 tidak ada mesin diesel. PT. GMI beralasan takut kalau Blazer diesel akan menggangu penjualan Chevrolet Trooper dan itu alasan tak logis. Oleh karena itu 2 varian Opel Blazer yang dirakit di Pondok Ungu Plant semuanya dirakit dengan mesin bensin dari Holden displacement 2.2L
Padahal yang sebenarnya adalah ironi karena benih perpecahan Aliansi GM-Isuzu perlahan mulai terjadi dengan Isuzu meluncurkan Panther tanpa rebadge Chevycars dan Blazer brand Opel bukan Chevrolet. Selain tanpa varian mesin diesel juga teknik marketing yang salah besar secara brand Opel lebih identik dengan sedan bukan SUV.
Dulu pernah ditawari sama montir blazer langganan(di ciater) buat swap mesin panther kapsul.. sayang setelah dipelajari, ternyata hanya bisa berjalan maksimum 100kmh (menyesuaikan gear ratio).. user blazer yg pakai mesin panther hanya ngejar irit solar saja (atau torsi mungkin).

Sempat mimpi pingin swap pakai 2KD (mboh bisa atau nggak teknisnya), malah udah laku duluan blazernya..
Daripada repot-repot engine swap mesin blazer, belum lagi susah ngurus surat-suratnya (bensin ke diesel), apa gak mending beli dmax kondisi bahan / eks proyek, udh pd murah. Sekitaran 40-50jt udh dpt, setelah itu, beli bodi blajer di kampakan, 20-25jt dapatlah. Apalagi, chasis dmax juga durable , mengingat ini mobil angkutan, bawa bodi blajer yg tebel seharusnya bukan masalah. Poin plusnya, surat-surat aman, karna bawaan diesel dan apalagi sdh 4x4
Post Reply