Problem - Satria 120

Segala motor tipe moped (Bebek, Supra, Shogun, dll).

Moderators: Ryan Steele, sh00t, r12qiSonH4ji, avantgardebronze, akbarfit

User avatar
Raze
Newbie
Newbie
Posts: 10
Joined: Sat Nov 20, 2004 10:58

Problem - Satria 120

Post by Raze »

gw punya satria 120cc, umurnya baru 1 1/2 tahun... kalo mesin blon panas, bunyi knalpot ancur ama asepnya banyak banget. kata orang sih knalpotnya bolong, tapi baru ganti knalpot aja masih begitu :?

trus kalo bawa orang, suka kepentok polisi tidur. ( bawa orang kurus juga bisa kepentok, n pernya ga pernah diutak atik ). gara2 itu, tiap polisi tidur mesti ditebas biar ga kepentok... apa lo orang juga ngalamin hal spt itu juga?
Image
love this car...
User avatar
Dicky
Visitor
Visitor
Posts: 5
Joined: Sat Nov 20, 2004 2:00
Location: Balikpapan

Solusi

Post by Dicky »

Coba saudara periksa rounded liner tempat jalur piston bergerak, gunakan measured tool yang dinamakan cylindrical tester. mungkin liner motor saudara sudah tidak silindris alias oval. dengan alat itu dapat di identifikasi masalahnya. hal itu diakibatkan gesekan yang berlebihan. kalau pada saat warming up ring piston belum memuai jadi celahnya belum tertutup sempurna. jadi oli samping tidak terkompress dengan sempurna pula. jika sudah panas ring dan piston memuai dan celah yang ada dapat tertutup dan oli terkompress baik. oli yang terkompress baik akan terbakar baik, secara otomatis akan menimbulkan asap sedikit.
gauss
New Member of Mechanic Engineer
New Member of Mechanic Engineer
Posts: 914
Joined: Sun Mar 21, 2004 18:15
Location: Jakarta

Post by gauss »

Saya dulu juga pernah pake Satria 120. Dan memang shock belakang-nya terlalu lembut (soft), jadi nggak enak (terasa berat) buat boncengan (apalagi yg dibonceng orangnya gendut...hehehe).

Kalo mengenai bunyi knalpot dan banyak asap, logika-nya memang dari bagian mesin (bukan knalpot-nya).
User avatar
Dicky
Visitor
Visitor
Posts: 5
Joined: Sat Nov 20, 2004 2:00
Location: Balikpapan

Post by Dicky »

Untuk shock absorber belakang memang itu kelemahan dari monoshock dengan lengan ayun panjang seperti satria. satria memiliki lengan ayun yang panjang sehingga momen yang ditimbulkan dishock absorber besar. hal itu mengakibatkan sedikit saja beban membuat pegas langsung bekerja solusinya ganti oli shock dengan viskositas yang lebih kental, jangan terlalu jauh dengan sebelumnya.karena dapat mengakibatkan ketidak seimbangan daya redam dengan kekuatan momen tahan dari lengan ayun. jangan- jangan jadinya shock bagus tetapi lengan ayunnya bengkok atau bahkan patah.caranya hitung lagi jarak sumbu roda dengan tumpuan shock di lengan ayun, trus beban maksimal yang ingin di tahan. dengan menggunakan rumus momen M=FxR. f: beban yang diinginkan dikali grafitasi(10),R: jaraknya. Silakan mencoba terima kasih.
User avatar
Crash
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 421
Joined: Mon Jun 21, 2004 5:44
Location: Jakarta

Re: Solusi

Post by Crash »

Dicky wrote:mungkin liner motor saudara sudah tidak silindris alias oval. dengan alat itu dapat di identifikasi masalahnya. hal itu diakibatkan gesekan yang berlebihan.
Kalau udah begini, apa berarti musti ganti liner, atau harus sampai blok mesin? Lagian saya rasa kalau beginian mungkin sudah bukan kategori Do It Yourself lagi (DIY) kali, ya? Ada baiknya dibawa ke bengkel juga.
User avatar
Dicky
Visitor
Visitor
Posts: 5
Joined: Sat Nov 20, 2004 2:00
Location: Balikpapan

Liner

Post by Dicky »

untuk satria kalau belum sampai ukuran oversize yang maksimal jangan ganti liner. oversize saja dulu satu step sampai oval atau baret didinding silinder.kalau tidak hilang ya oversizenya naik step lagi. tapi pada umumnya jarang ada bengker yang memeriksa kesilindrisan liner, mereka hanya mengepaskan piston masuk pada liner. periksa selalu kompresi pada ruang bakar setelah oversize menggunakan pressure gauge. kompresi harus konstan hal ini dapat dilakukan dengan mencheck sebelum dan sesudah pemakaian. memang tidak bisa dilakukan sendiri. bisa sendiri kalau mempunyai mesin atau tools yang memadai. kalau mau oversize minta saja bengkelnya untuk periksa dengan cylindrical tester. kalau mereka tidak punya cari bengkel lain tapi biasanya bengkel resmi punya alat itu.
User avatar
yoonantz
Full Member of Junior Mechanic
Full Member of Junior Mechanic
Posts: 64
Joined: Thu Nov 25, 2004 8:16
Location: Jakarta

Post by yoonantz »

cara sederhana biar ga kepentok polisi tidur:
Gunakan rem belakang SAJA saat akan melintas, jangan gunakan rem depan ... selain itu waktu/momen pengereman harus pas/tepat
------------------------
i don't ride a fast bike
but i ride a bike fast
User avatar
fadly
Member of Senior Mechanic
Member of Senior Mechanic
Posts: 208
Joined: Fri Jul 18, 2003 15:48
Location: Jakarta

Post by fadly »

yoonantz wrote:cara sederhana biar ga kepentok polisi tidur:
Gunakan rem belakang SAJA saat akan melintas, jangan gunakan rem depan ... selain itu waktu/momen pengereman harus pas/tepat
hehe.. betul.. tambahin dikit kaki nya diturunin angkat badan sendiri buat ngurangin beban motor.
User avatar
MetroMini
Visitor
Visitor
Posts: 8
Joined: Wed Mar 12, 2003 10:23

Post by MetroMini »

Wah lagi ngalamin hal yang sama nih... asapnya buaannyaakk buanngett kalo gak di panasin satu hari aja. Mmmm.. ada yang tahu bengkel bagus di daerah jakarta pusat gak buat oversize atau korek mesin Satria? kebetulan umur Satria gw udah 2 tahun, udah waktunya di oprek2 nih mesin na :wink:
Adiprine
Newbie
Newbie
Posts: 13
Joined: Thu Dec 16, 2004 13:30
Location: Jakarta

Post by Adiprine »

wah sama, emang asapnya buannyak buanget, tapi yang paling nyebelin itu busi saya sering kena, basah udah banyak keraknya item²...!! parah giliran mau dipake dia ngadet (melepek gitu deh), bikin kerjaan aja ^^;
Motor satria punya kalian kayak gitu juga gk sih..?? apa punya saya aja yang abnormal.... ^^; ??
solusinya apa sih..? masa diganti mulu businnya...? apa musti rutin dibersiin..?? klo dibersiin juga berapa minggu kemudian begitu lagi...capek banget..!!
hahaha
User avatar
Crash
Full Member of Senior Mechanic
Full Member of Senior Mechanic
Posts: 421
Joined: Mon Jun 21, 2004 5:44
Location: Jakarta

Post by Crash »

Apa Mungkin karena Satria lebih condong ke performance, sehingga mesinnya juga harus lebih telaten ngerawatnya.

Soalnya kalo 250 2-tak production kayak RS250 dan RGV250 emang harus sering dibersihin, terutama kalo dipake buat tarik2an. Setidaknya ini komentar dari teman2 gw yang balap pake RGV.
Image